Musuh Yang Halal

Musuh Yang Halal
#25


__ADS_3

Matahari pelan pelan mengintip dibalik jendela kamar Zara, sinarnya yang hangat menyeruak masuk dicelah celah ventilasi jendela kamar. Perlahan lahan Zara membuka matanya.


"eemmmmm.... huammm.(menguap) eh..... sudah jam 8, Ya Allah... terlepas Subuh lagi.."


Zara menguman sendiri . Dia bangkit dan membersihkan diri. Kemudian keluar kamar menuju Dapur.


"Morning Sayang..."


"ASTAUFIRULLAH... "


"Sayangnya Aku kenapa?"


"Kaget gue, loe ngapain sih didapur pakek apron segala."


"aku lagi berenang, ya masaklah sayang. Duduk gih, bentar lagi siap ini".


Zara duduk dimeja makan.


"My sweetyyyyy nasi goreng lope..lope nya Dani datang.. "


"hah... loe kesambet apaan sih. Jadi aneh gini".


"Aneh? apanya yang aneh sayang".


"Terserah loe deh,"


Zara makan nasi goreng buatan Dani,


"layak dimakan".


"emmmm.. habisin sayang."


"emmm... loe gx lupa kan sama permintaan gue waktu itu".


"permintaan apa sayang, Owh uang jajan ya?"


"ih.. bukan... Bemo.. tapi soal salat..."


"salat...jangan bilang kamu telat bangun lagi tadi, dan..."


"Ya.. gue gx dengar suara Alarm., tapi gue kan sudah minta tolong ".


"kalau gitu kita sekamar saja, tidak usah pisah kamar".


"ogah.. itu maunya loe."


"lalu bagaimana aku bisa lihat dan bangun kamu sayang,?"


"......"


"Ya sudah kalau kamu gx mau, nanti aku pikirin lagi deh caranya gimana, yang penting kamu senang".


"loe apaan sih... geli gue".


Dani tidak menjawab hanya tersenyum.


"emmm... sudah 5 hari kita liburan palsu ni, gue rindu bunda".


"Oa kemarin aku abangAl hubungin aku, kita disuruh pulang".


"hah.. kenapa? ada masalah? "


"gx sayang, mereka tau, kita gx pergi bulan madu"


"sudah gue duga, memang idenya loe tu gx becus, buat gue dalam masalah, selalu kalau gue ngikut loe, kesialan yang menimpa gue, "


"hah.. maksudnya sayang... kamu pernah ngikut aku kemana?"


Dani mencoba memancing emosi Zara, dia berharap Zara mau bercerita, supaya Dani bisa ngejelasin akar permasalahan yang menimpa mereka dulu.


"gx.. gue salah ngomong..."


"mmm... gx sayang, kamu tu tadi ngomong kalau..."


"stop.. kalau gue bilang salah, ya salah. ngeyel banget sih loe".


"loeh.. kok marah sih sayangnya Dani.."


"jijik gue... "


"hah.. sayang kamu kayak yang disinetron. "


"kayak sinetron..."


"itu loeh sayang, yang sudah dirubah jadi musik, nadanya JIJIK AKU MAS... JANGAN SENTUH AKU...AKU JIJIK.... "


"hahahahahahaha..... "


Zara tertawa dengan lepas tanpa sadar.


'akhirnya aku bisa lihat lagi rona kebahagian diwajahmu Zara Elrazak". bathin Dani.


"upp.. ( Zara menutup mulutnya), ekhem."


"memang benarkan sayang".


"kita kok malah ngomongin hal hal yang jelas gini, ".


"hehehe.... ya sudah kamu siap siap gih. kita pulang rumah ibu dulu, ntar sore kita kerumah bunda".


"ehem... nanti kita kasih alasan pa?"

__ADS_1


"bilang saja kamu tidak mau pergi...."


"enak ja, nanti malah gue yang dimarahin".


"gx bakalan sayang, akunya belum selesai ngomomg loh sayang, makanya dengarin dulu".


"ya habisnya loe mojokin gue."


"nanti alasannya, Zara gx mau pergi, karena akunya sayang sama Zara, jadi apapun permintaannya aku penuhi. ditambah aku da pekerjaan mendadak, jadinya kita tunda dulu bulan madunya sayang".


"emmmm..... ide loe, seolah olah gue yang ngatur hidup loe, itu sama saja. yang ada gue bakalan diomelin ma bunda. gx mau gue."


"Sayang, aku tuh suami kamu. sudah kewajiban aku buat ngebahagian kamu, memenuhi permintaan kamu sebagai istri aku".


Zara terdiam..


'Tapi gue sebagai istri loe belum bisa menjalani kewajiban gue' bathin Zara.


"Zara... aku tau lohh yang kamu pikirkan, kita coba jalanin pelan pelan ya?".


"sok toy... terserah loe deh. Apapun alasannya tetap saja kita bohong."


"Tapi bagian aku da kerjaan mendadak gx bohong loh sayang... itu hikmah yang harus kita syukurin. Kamu tau gx sayang kalau aku menangin proyek tembus hampir 1 T loh..."


"uhuk... uhukk...hah... bukannya sudah biasa ya loe menang gituan ..."


"ish... sayang ini ngomongnya... Istigfar sayang, gx boleh sombong".


"iya.. ya..."


Dalam hati Zara beristigfar juga, merasa bersyukur kalau suaminya yang baru dia terima dengan seperempat hati mampu menafkahinya.


Dani tersenyum melihat Zara yang terdiam.


"Sayang... siap siap gih, biar gx macet."


"emmm... "


Zara melangkah kekamarnya, Dani membereskan cucian piring yang sudah Zara bersihkan.


Tak lama kemudian, Zara keluar kamar. Mereka berangkat kerumah Utama Dani.


Selama dalam perjalanan Mereka hanya diam.


Dani mencoba memecahkan kesunyian...


"Yang... kita bawa apa nih kerumah ibu?".


"gue juga lagi mikir ini, kesukaan ayah dan ibu apa?".


"Ayah suka dengan martabak mesir tapi kulitnya dari telur. Ibu suka bolu selai nenas."


"emmm... loe tau gx dimana da dijual tu makanan... ".


"eh.. mana da.. gue cepat kok, perasaan tadi gx sampai satu jam."


"ya... ya... kamu cepat kok... lebih cepat dari titipan kilat.."


"apaan sih, lagian kalau sudah loe siapin ngapain nanya kegue?".


"habisnya kamu diam ja dari tadi".


"terus gue harus teriak teriak kayak anak tk pulang sekolah?".


"memangnya kamu tau, gimana anak tk kalau pulang sekolah teriak teriak."


"tau lah... "


"gimana coba..."


"begitu dikasih tau ibu gurunya kalau..... (Zara tersadar kalau dia dikerjain sama Dani, dan sukses masuk perangkap jebakan mautnya). ih... loe tu nyebelin banget sih".


Zara memukul legan Dani


"hahahaha... aduh duh sayang sakit, aku lagi nyetir loh... ntar kita bukannya sampai kerumah ibu malah kerumah sakit.."


"loe rese banget sih... kesel gue".


Zara mencubit paha Dani...


"Aww.. ampun sayang.... sakit banget ini... "


"biarinnn... loe bodohin gue..."


Dani tertawa dengan senang. 'Kamu tetap Zaraku yang polos'.


"Diam gx.. gue loncat ni."


"jangan sayang, ini aku sudah mencoba diam loh."


" terserah loe deh."


Mereka sampai kerumah Dani. Dan sudah disambut Ibu dan Ayah Dani.


"Assalamualaikum.... "


"wa'alaikum salam... akhirnya kalian pulang..."


Zara dan Dani menyalami ibu dan ayah.


Zara langsung dipeluk Ibu.

__ADS_1


"maafin anak ibu yang sayang... kamu pasti kecewa, Dani membatalkan bulan madu kalian, padahal sudah mau naik pesawat malah gx jadi. Dia memang gitu kalau sudah menyangkut pekerjaan."


"hah.. " Zara bengong mendengar perkataan Ibu Dani.


"ish.. ibu ini, disuruh masuk dulu. "


"owalah.. ibu lupa Yah, yuk nak masuk dulu".


"Dani heran, sebenarnya yang jadi anak ibu tu, Zara apa Dani sih, perasaan dari tadi Dani dikacangin ..."


"biar tau rasa kamunya, sudah buat anak gadis ibu kecewa."


"ya.. mau gimana lagi bu, itu sudah menjadi tanggung jawab Dani. Apalagi ini menyangkut beratus ratus kehidupan diperusaan Dani, kalau Dani batalin meetingnya, kasian bu, pegawai Dani yang sudah bersusah payah bekerja."


"Ya ibu, Zara gx pa pa kok, kan masih bisa pergi lain waktu".


"Ya.. ayah setuju sama pemikiran Dani, tapi jangan lupa saat ini periotaskan no 1 kamu ya keluarga kamu, terutama istrimu. Alhamdulillah kalau Zara memahami keinginan kamu Dan."


"ya Yah, Ayah memang tidak salah memilih istri buat Dani."


"syukurlah kalau kamu sekarang merasa beruntung dan senang."


"Oa Ibu, Ayah ini tadi Suami Zara anak ibu dan ayah, membelikan makanan kesukaan Ayah dan ibu, bukannya Zara gx mau beli. Zara ndak tau. Tadi pas mau nanya sama Beliau tu ( sambil menunjuk dengan jerlingan mata kearah Dani), ternyata sudah disiapkan".


"hahaahaha.... "


semua tertawa mendengar dan melihat kelakuan Zara.


"bawa kedapur Dani, kamu kok malah membiarkan Zara yang membawanya. Zara sayang bantu ibu didapur yuk, kita ngeteh ja di taman belakang".


Mereka berjalan kearah belakang,.


Mereka menikmati suasana hangatnya udara pagi hampir siang sambil berbincang bincang santai. Sesekali terdengar gelak tawaan dan candaan mereka. Ayah Dani merasa sangat bahagia.


"Ayah ingin kalian tidak menunda memberi cucu kepada ayah. "


uhuk uhuk uhuk...


Zara yang sedang minum tehnya tersendak mendengar permintaan Ayah Dani. Dani mengusap punggung Zara.


"pelan pelan minum nya sayang".


"Iya.. Ibu setuju... Ibu sudah pengen bermain dengan cucu cucu ibu".


"cucu cucu... berarti ibu...."


"Ya Dani.. ibu ingin kalian memberi cucu yang banyak buat ibu. kalau bisa ibu ingin cucu perempuan, eh..... gx boleh milih ntar mendahului kehendak Yang Maha Kuasa. mau laki atau perempuan ibu terima. kalian jangan nunda dulu ya. "


"Ya Allah Ibu Ayah, Insyaa Allah... doain sajalah yang terbaik. Ya kan Sayang".


"emmm ya..."


"ya sudah.. Ayah mau istirahat dulu, kalian juga istirahat gih."


"kalian nginap kan malam ini?".


"tidak ibu, lain kali saja. ntar sore kami langsung kerumah Bunda dan Ayah. Besok Dani da meeting penting pagi pagi, kalau berangkat dari sini ataupun dari rumah bunda, takut kejebak macet."


"ya... kalian kenapa sih harus tinggal di apartemen. "


"Ibu.... "


"ya.. ya.. ibu faham. Dari sana perusahaanmu seberang jalan."


Zara yang tidak tau kalau perusahaan suaminya ada didekat apartemen dia tinggal sekarang hanya bisa bengong.


"sana gih bawa Zara kekamar, dia letih banget kayaknya. kamu jangan buat dia kelelahan. "


"ya bu.. Dani jagain menantu kesayangan ibu ini".


Mereka naik keatas menuju kamar Dani.


Zara melihat lihat kamar Dani, banyak banget piagam, trofi dan penghargaan bergengsi lainnya dikamar Dani.


"pintar juga loe."


"suamimu ini memang pintar sayang".


Zara tidak menanggapi recehan Dani, dia terus melihat lihat sudut kamar Dani yang lumayan luas dipenuhi berbagai macam hiasan.


Hingga matanya menatap serius sebuah bingkai yang paling besar.


"kenapa foto gue ada disini?".


"foto apa sayang,?".


Dani mendekati Zara.


"supaya aku selalu bisa memandangimu sayang".


"perasaan aku tidak pernah .... kamu diam diam memotretku ya?".


"hehehe... maaf sayang gx sengaja. Habisnya dulu objek fotoku cantik banget, lagi bengong ja cantiknya luar biasa, apalagi senyum, meleleh abang dek. ".


"ih.. apaan sih..."


"hehe... istirahat gih. masib da waktu sebelum masuk Dhuhur. "


Zara naik ketempat tidur, dan langsung terlelap. Dia merasa capek banget.


Dani juga ikut tidur disebelah Zara, dia sengaja nunggu Zara tertidur, baru berbaring disamping Zara. Tak butuh waktu lama, Danipun ikut Zara kealam mimpi...

__ADS_1


#########


bersambung....


__ADS_2