
Sekarang Dani benar benar merasa sangat marah dan kesal dengan Zara.
'gue gx bisa dan gx tahan menghadapi sikap pembangkang,keras kepalanya dia, gue harus gimana yah, ni menantu yang Ayah banggakan. begitu baik nyata yah' bathin Dani.
Dani merasa kepalanya mau meledak karena terus terusan menahan amarah.
"gue gx bisa tinggal sama ini cewek jutek. sebaiknya gue menghindar sementara,". guman Dani .
Dani masuk kamar ganti baju dan keluar dari apartemen dia harus menenangkan diri. Dia menelpon teman temannya.
"Hallo, loe dimana?".
"...."
"ok gue tahu tempatnya, gue kesana sekarang".
Dani melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak lama kemudian dia sampai di sebuah cafe merangkap perpustakaan. Dani langsung masuk ke cafe tersebut. Matanya menyapu seluruh penjuru cafe. Namun tiba tiba seorang pelayan menyapanya.
" Pak Dani ?".
"ya..".
"bapak sudah ditunggu diruangan private di atas pak".
Dani merasa heran, namun dia tetap melangkahkan kakinya ke arah yang ditujukan pelayan tersebut. Dan sesampainya diatas dia melihat banyak pintu dan salah satu pintu bertuliskan private room. Dani mengetuk pintu dan masuk ke dalam.
"Hai Dan...".
"Assalamualaikum".
__ADS_1
"wa'alaikumsalam."
"kalian ngumpul disini semua, sepertinya.."
"ya.. tebakanmu tepat sekali.".
"loe tu ya Ben... kayaknya ketularan virus bisnis loe ni Dan."
Beni Asisten Dani sekaligus sahabat Dani. Razi patner kerja Dani lebih tepatnya investor dibisnisnya Dani. Mereka sahabat karib dari SMA.
"kan yang untung juga loe Zi, hongkang hongkang kaki rekening gendut."
"hahaaha.. " mereka bertiga senang.
"berapa bajet yang buat ini cafe Ben?"
"sesuai dengan rencana loe Dan, Gue sudah urus semua dan sudah merubah kepemilikan jadi atas nama loe".
"tapi loe kok disini Bos, bukannya lagi honeymoon? Bini loe mana bro?" Beni bertanya pada Dani.
"gx usah dibahas.. lama lama gue Darah tinggi hadapin dia".
"eitttss dah.. kenapa? "
"udah gue bilang gx sah bahas dia".
"tapi, bukannya bini loe tu cewek baik tiba tiba jutek pas SMA kita dulu ? betul gx bro?".
Razi ikut berkomentar.
__ADS_1
"ya."
"hah... jangan bilang juteknya dia makin menjadi jadi. "
"malah lebih parah dari sebelumnya. Ntah kenapa kayaknya dia benci banget ma gue. Gue ngerasa kayak dia lagi ngebalas dendam ma gue, Emang gue salah apa ma tu cewek. "
"segitunya. tapi bukannya dulu dia tiba tiba juga berubah ma loe dan kita kita juga kena imbas. Memangnya dulu loe apain tu cewek, Dan". Razi benar benar penasaran.
"loe kok kayak cewek sih Zi, ngerocos ja. " Beni gx tahan mulutnya gatal dengar Razi ngomong.
"hahaha... sudah sudah.. gue juga gx tau Zi. seingat gue gx gue lecehkan". Dani menjawab.
"hahhh.. leceh? memangnya loe sudah ngelecehin anak orang Dan? wah gawat Ben. kawan kita kena virus pendofil.".
"Ya Elah loe tu Zi, pikiran loe ya sudah jauh kemana. heran gue, saran gue ni ya Zi. loe cari tau penyebab bini kenapa bisa kayak gitu terhadap loe".
"biar jalah Ben. hitung hitung ngelatih mental gue".
"terserah loe deh Bos".
drtt drttt drttt drtttt drtt.
tiba tiba ponsel Dani bunyi..
Dani keluar menjawab panggilan.
Sementara Zara dikamar apartemen Dani menangis dengan sambil memegang dada yang nyeri. Dia membenam mukanya ke kasur dan menjerit dengan kuat..
############
__ADS_1
Bersambumg...