Musuh Yang Halal

Musuh Yang Halal
Lima


__ADS_3

Hari ini Zara bangun agak sedikit terlambat dari biasanya. Dia masih merasa kesal dengan kejadian kemarin.


Bahkan hari ini dia malas untuk pergi berlari pagi. Zara lebih memilih duduk di taman bundanya dibelakang.


"Zara... " Zara melihat ke arah suara yang memanggilnya.


ternyata abang Al yang memanggil.


Zara langsung berlari memeluk abangnya tersebut dan tumpahlah air matanya untuk kesekian x nya.


Abang Al mengusap2 punggung Zara.


"Zara, abang sudah mendengar semuanya dari bunda. Abang tahu Zara pasti kaget dan tidak setuju. Tapi dek menurut abang itu yang terbaik buat adek,"


Zara melepaskan pelukannya dan menatap abangnya.


"Zara pikir abang yang paling ngerti Zara. Ternyata sama saja. Zara benar benar kecewa sama abang. Bagaimana bisa setuju dengan usulnya om Rama.".


"Zara, dengarkan abang. Zara adek abang satu satunya. Zara kesayangan abang.


abang tau siapa dan bagaimana keluarganya om Rama. abang yakin Zara pasti bahagia menikah dengan anaknya om Rama.".


Zara hanya diam tak memberi respon apapun.


Abang Al terus saja membujuk Zara.


Tiba - tiba bibi datang.


"Non, da tamu, ".


"Panggilin bunda ja deh bik.".


"Tamunya nyariin non".


"Siapasih tamunya bibik".


"bibik, ndak tau non."


Abang Al ikut bangun dan mengikuti Zara ke depan.


"hah.. loe"..


"pagi Zara, ehmm bang.."


"pagi, kamu anaknya om rama ya?" bang Al bertanya.


"ya bg. Saya Dani".


"Mau ngapain loe kerumah gue".


"Zara, tidak baik ngomong gitu," Abang Al menasehati Zara.


Dani hanya tersenyum mendengar Perkataan Zara.


"ehmm Dani mari masuk dulu."

__ADS_1


"gx usah bg, Dani mau ngajak jalan Zara bentar, boleh bg?".


"gx.. gue gx mau jalan ma loe.".


"Zara.. " abang Al menegur.


"apaan sih bg, Zara gx mau jalan ma dia".


Ucap Zara sewot.


Abang Al membujuk Zara supaya mau ikut dengan Dani. Dani hanya tersenyum dan berharap bisa berbicara dengan Zara di luar rumahnya.


"baiklah, Zara pergi. Heran, bilang saja abang memang pengen cepat cepat Zara pergi dari rumah, Zara benci Abang.".


"loehhhh dek bukan gitu, maksud abang..."


"udah ah, loe jadi gx.? sebelum gue berubah pikiran".


"ehmm...ya jadi" . jawab Dani kikuk merasa bersalah sama dua bersaudara ini.


"Maaf ya bg, Dani udah.. ".


"gx perlu minta maaf Dan. justru abang yang minta maaf, mohon pengertiannya ya?


atas sikap Zara. Biasanya Zara gx kayak gitu, ".


" ya bang.Dani faham, permisi ya bang."


Dani berjalan ke arah Zara yang menunggu di samping mobil Dani. Mereka masuk mobil.


Selama dalam perjalanan mereka diam.


Dani dan Zara terun dari mobil


"ngapain sih kita kesini, ? "


"kita cari tempat duduk dulu baru ngomong".


ntah kenapa Dani masih merasa bersalah atas kejadian tadi dirumah Zara.


"Disini ja, ya Zara?".


"loe ngomong lembut gitu kegue jadi geli gue, biasanya juga gx ?."


Dani hanya diam tidak menjawab.


"sekarang kita sudah duduk loe mau ngomong pa?"


"ehmmm.. Zara, gue tahu loe kesal sama permintaan Ayah gue. Sama Zara, gue juga kesal banget, tapi...."


"langsung intinya ja deh, gx usah belit belit, gue merinding dengar loe lembut gitu".


belum selesai Dani ngomong, Zara sudah ngerocos aja.


"eh, ok. Zara gue mohon turutin kemauan ayah gue, ?"

__ADS_1


"apa? loe.. "


"ya gue tahu, tapi ini demi kebaikan orang tua gue. gue janji gx akan ngapain2 loe".


"maksud loe?"..


"ya, kita nikah. gue gx akan ganggu hidup loe,. gue gx akan campurin urusan loe".


Dani bingung ngejelasinnya ma Zara gimana, dia masih gx enak dengan kejadian tadi pagi.


"maksud kita nikah hanya diatas kertas saja, kayak dinovel dan di sinetron gitu, terus kita hanya berakting didepan orang tua kita gitu?


" ya bisa dibilang begitu..."


"loe.. sakit loe ya?, parah! nikah itu ibadah man, gila picik banget pikiran loe, loe kira ibadah bisa main main. "


" Gue tau Zara, tapi ini kita nikah karena untuk memenuhi janji kita yang sudah terlanjur sama ayah gue".


Dani tahu, Zara pasti bakalan ngomong gitu, makanya dia tadi bingung gimana ngejelasin sama Zara.


Zara diam, dia teringat janjinya sama om Rama.


"ok. fine... gue turutin kemauan loe, tpi ingat da syarat yang harus loe penuhi ".


"ok, apa syarat ya?".


"nnti gue kasih syarat ma loe setelah gue tulis."


"etss dah, banyak tuh syarat, ".


"kenapa gx mau penuhin".


"eh.. bukan gitu maksud gue.. "


"udah selesai kan , antar gue pulang, gue lapar pengen makan".


"ya sudah kita cari makan dulu,".


"gue gx bawa duit, ".


"gue yang traktir loe".


Mereka berjalan ke arah mobil.


"loe mau makan apa?"


"terserah loe deh, yang bayar ".


Dani menjalankan mobilnya ke arah restoran dekat danau tersebut.


Setelah makan, mereka langsung pulang.


#######


bersambungggg...

__ADS_1


next part ...


bakalan ada kehebohan..


__ADS_2