Musuh Yang Halal

Musuh Yang Halal
Tujuh


__ADS_3

Begitu sampai dirumah Zara...


"makasih udah ngantarin gue, ehmm... loe mau masuk."


"eh... gx deh.."


"gue masuk dulu".


"ya".


Zara masuk kerumah, Dani merasa agak aneh Zara ngomong lembut sama dia.


"jadi gini yang dirasakan Zara, aneh dan gue juga geli dengarnya. ok Zara kita kayaknya memang gx cocok ngomong lembut,".


Dani yang merasa aneh ketika Zara berbicara lembut dengannya, dia bertekat akan kembali kebiasaannya saja ketika berjumpa dengan Zara lagi.


Sementara Zara yang baru masuk langsung kekamar, hanya memberi salam saja.


Dia sudah tidak peduli dengan keadaan dirumah meskipun Abangnya tadi memanggil.


Abangnya hanya bisa menghela nafas dengan berat.


Setelah mandi dan salat Asar Zara memilih tidur sebentar, dia merasa sangat lelah, lelah pikiran dan lelah badan.


Tok... tok....tok..


"Zara... sayang... bunda boleh masuk?".


Zara yang terjaga melirik jam di sebelah tempat tidurnya ternyata sudah mau memasuki waktu magrib.


hampir 2 jam Zara tertidur.


"Zara...."


tak menjawab Zara memilih membuka pintu.


"Sayang.. kamu baru bangun?".


Zara hanya mengangguk saja.


"Ya sudah, kamu mandi salat magrib terus pakai baju bagus ya. Kita kedatangan tamu. kita makan malam bersama nanti".

__ADS_1


"Zara lagi tidak pengen jumpa siapa2 bun, lagian tu kan bukan tamu buat Zara".


"eitss Zara ini, gx boleh gitu. jangan buat Ayah malu, tu temannya Ayah".


" ya baiklah". Zara merasa sangat Malas.


bunda sengaja tidak memberi tahu kalau keluarga Al Fhandy yang mau datang.


Setelah berbicara, bunda langsung turun kebawah sementara Zara melaksanakan perintah bundanya. Tak lama kemudian dia sudah rapi dengan dres cantik berwarna biru, rambut dikuncir keatas. Dia langsung turun kebawah.


Ternyata dibawah tamunya telah datang dan sudah berada di ruang makan.


"Zara.. " panggil ayahnya.


"Eh.." Zara yang terkejut melihat tamu yang duduk di meja makan.


"Om Rama, Tante.. " Sapa Zara canggung.


Matanya beradu pandang dengan Dani.


"Zara.. sini duduk, kita makan malam dulu".


Zara duduk dikursi dekat Dani, karena memang itu yang tersisa.


"Zara .. Dani.. besok kebutik ibu ya?"


"buat apa tante?".


"Zara, bukan tante tapi Ibu.. kalian besok fiting baju pengantin dibutik ibu. ".


"ehmm.. baik ibu.. Zara ikut ja apa yang terbaik.".


"Dani ikut juga bu.."


"Ok.. besok pukul 9, ibu tunggu di butik".


"ya bu". jawab mereka kompak.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.30. mereka pamit pulang.


setelah mengantar keluarga Al fhandy sampai dipintu, tanpa pamit pada orang tuanya Zara langsung menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Dia salat Isya dan langsung mau tidur.


tiba tiba..


drtt drttt drtttt


"Hallo Assalamualaikum..".


"wa'alaikumsalam, dek.. ..kamu masih marah?".


"ehmmmm... "


"dek... abang, ayah dan bunda sayang sama adek,. kami ingin yang terbaik buat adek. lagian abang kenal sama calon suami adek. orangnya baik, rajin ibadah, dan juga seorang pengusaha juga kayak abang. Dia tidak bergantung sama ortu nya. Dia memulai bisnisnya sendiri tanpa campur tangan ortuny. ".


Zara hanya diam mendengar penjelasan Abangnya.


"Dek.. ! Zara Elrazak."


"kenapa sih bukan abang duluan ja yang nikah sana...?".


"loeh dek.. yang berjanji buat nurutin semua keinginan om Rama siapa?".


Zara terdiam kembali, ya memang benar dia yang berjanji.


"dek.. abang tau, adek pasti kesal, tapi cobalah untuk ikhlas menerima semuanya. InsyaAllah adek akan senang nanti".


"Abang pikir Zara tidak ikhlas. Zara hanya kesal, kenapa tidak ada yang menyangkalnya terutama pas Zara kejebak janji sama om Rama, Ayah dan Bunda langsung setuju dan senang tanpa memikirkan perasaan Zara, memang betul Zara yang berjanji, tapi Ayahkan bisa membantu Zara buat kasih tahu sama om Rama, bilanglah Zara masih kuliah atau apalah sesuatu yang membela Zara."


"Dek.... om Rama sudah seperti saudara bagi ayah dan bunda, mungkin ayah dan bunda punya pemikiran sendiri tentang permintaan om Rama. "


"Sudahlah bg, Zara capek. walau bagaimanapun minggu depan Zara tetap juga bakalan menikah."


"emmm. Cobalah untuk benar benar ikhlas dek. abang yakin adek pasti bisa menghadapai semuanya. "


"emm. abang kapan pulangnya,?


"Lusa Abang pulang."


"Baiklah bang, Zara tidur dulu. Assalamualaikum".


Zara mematikan handphonenya tanda menunggu abangnya menjawab salam.

__ADS_1


#######


bersambung


__ADS_2