My Annoying Duke

My Annoying Duke
Undangan Raja Dalles


__ADS_3

Sejak kejadian pingsan hari itu, perlakuan Vale menjadi berubah. Ia tidak pernah memarahinya bahkan menjauhinya seakan dirinya adalah virus mematikan. Setiap malam ia selalu mengucapkan selamat tidur.


Kini mereka telah tiba di kerajaan Dalles menggunakan kereta. Raja Juan meminta mereka berdua untuk mewakilinya karena kesehatan Zest. Ketika baru tiba, Vale dan Nicole mendapat sambutan luar biasa dari Raja Ernest walaupun tidak secara langsung. Ini adalah pernikahan pangeran mahkota. Mereka merayakannya dengan sangat megah.


Nicole tengah bersiap-siap didepan meja rias. Ia harus tampil cantik malam ini agar tidak memalukan Vale sebagai suaminya. Ia menatap dirinya dicermin. Tanpa bantuan pelayannya, ia bisa tampil cantik malam ini. Gaunnya berwarna merah masih tersimpan rapi di tempat tidur.


Nicol menghampiri tempat tidur ketika merasa make up nya telah sempurna. Ia menatap gaun yang dibelikan oleh Ratu Zest sambil tersenyum. Ia sangat suka gaun itu. Iapun mulai memakainya.


Nicole menaikkan gaunnya dan menarik retsletingnya yang berada dibelakang. Namun ia merasa kesulitan ketika melakukannya. Sambil memegang kuat-kuat gaun bagian depan, ia melirik pada Vale yang sejak tadi berada diruang santai. Vale masih sibuk dengan korannya. Nicole terpaksa meminta bantuan pada Vale. Iapun berjalan perlahan seperti pencuri.


"Mylord, bisakah aku meminta tolong?" Nicole bicara dengan terbata-bata.


Vale mengangkat kepalanya dan sedikit terkejut melihat Nicole sedang sibuk dengan "gaun" nya. Iapun berdiri dan langsung mendekatinya.


Nicole membalikkan tubuhnya. Vale perlahan menarik retsleting gaun Nicole dan menariknya keatas. Jantung mereka berdua berdebar. Ketika jari-jari Vale telah berada diujung gaun paling atas,ia nampak tidak berniat melepaskannya. Mereka saling bertatapan dicermin. Vale terpesona dengan kecantikan Nicole. Begitupun dengan Nicole. Melihat Vale memakai tuxedo seperti itu, ia merasa jantungnya berdebar. Ia merasa lemas namun kedua tangan Vale disimpan dikedua bahu Nicole untuk menahan bebannya. Tiba-tiba momen itu diganggu oleh sebuah ketukan dipintu. Merekapun saling melepaskan tatapannya satu sama lain.


Sebuah panggilan mengharuskan mereka tiba diistana segera. Mereka berduapun berjalan berdampingan menuju hall istana. Vale mengapit lengan Nicole dengan satu tangannya. Mereka disambut oleh Raja Ernest dan Permaisuri Alena.


"Aku tahu kenapa raja kalian tidak datang." Ucapnya sambil tertawa.

__ADS_1


"Kenapa sayang?"tanya Permaisuri.


"Mereka tidak bisa mengikuti acara dikerajaan kita. Aku mendengar ratu kalian tengah mengandung bukan? Itu tidak baik jika mereka mengikuti acara ini."


"Betul Yang Mulia, Ratu tengah mengandung. Tapi saya merasa terhormat bisa mengikuti acara pernikahan putramu. Selamat!" Jawab Vale semangat.


"Mari ikut aku. Kita berkeliling sebentar. Kita harus meninggalkan para pria ini." Ucap Permaisuri Alena pada Nicole. "Kau cantik sekali. Kalian adalah pasangan yang serasi. Yang pria tampan dan yang wanita cantik." Tambahnya sambil menarik lengan Nicole.


Nicole menatap Vale. Vale mengangguk menyetujuinya.


"Istrimu sangat cantik, duke. Jika aku masih muda, aku tidak akan melepaskannya. Lihatlah, banyak pria menatap istrimu. Apakah kau baik-baik saja dengan itu?" Ucap Raja sambil melirik Vale


"Tenang saja, nanti kita buat pria-pria itu menyadari jika kaulah pemenangnya." Ujar Raja dibalas tatapan bingung Vale.


Ia hanya tertawa. Raja Ernest merupakan raja yang memiliki humor paling tinggi diantara raja-raja yang ada disana. Tidak jarang jika banyak orang yang merasa senang berada disampingnya.


Raja Ernest teringat pesan Raja Artaleta beberapa hari lalu yang dikirimkan lewat surat. Ia ingin dirinya membantunya untuk menyatukan satu pasangan yang ternyata adalah tangan kanannya sendiri. Tentu saja Raja Ernest menyetujuinya dengan cepat. Siapa yang bisa menolak jika Raja Juan yang memintanya. Untuk itulah ia dan istrinya memiliki tradisi unik setiap ada acara. Namun kali ini acaranya berbeda.


DUA BELAS

__ADS_1


Pengantin pria dan wanitanya tengah berdansa dan ditonton oleh ratusan pasang mata. Nicole melihat itu dari kejauhan. Ia dapat melihat sinar bahagia dari pasangan itu. Mereka saling mencintai. Tentu saja, untuk itulah mereka menikah. Nicole menundukkan kepalanya. Ia merasa sedih. Jika dia dan Vale saling mencintai,bagaimana jadinya pernikahan mereka?


"Apa yang sedang kau lamunkan, sayang?ayo!suamimu telah menunggumu." Sahut Ratu Alena. Tangan Nicole ditarik dengan kencang oleh Ratu. Saat mendekati hall tempat orang-orang berdansa, ia menginjak gaunnya yang paling depan. Nicole tidak dapat menjaga keseimbangannya. Ia terjerembab dilantai. Beberapa orang mulai mentertawakannya. Nicole tidak berani mengangkat wajahnya. Ia terlalu malu. Sulit baginya untuk tidak menangis.


Tiba-tiba bahunya disentuh."bagunlah." Ucapnya.


Nicole mwngangkat wajahnya dan menatap wajah Vale. "Ayo kita berdansa. Jangan pedulikan orang-orang."


Nicolepun bangun dengan tangan Vale memegang perutnya sambil menariknya.


"Dengarkan aku. Jangan lihat tatapan orang lain padamu. Cukup tatap aku. Kita tidak mungkin mengecewakan orang yang mengundang kita bukan?" Bisiknya. Nicole hanya mengangguk pelan. Airmata yang tadi tertahan, akhirnya turun. Dengan lembut Vale mengusap pipi Nicole. Nicole merasa jantungnya semakin berdebar. Aku jatuh cinta, pikirnya. Merekapun mulai berdansa mengikuti irama musik yang mengalun kencang. Banyak yang berdansa mengikuti mereka berdua.


Terdengar suara raja memberitahukan pengumuman.


"Puncak acara akan dimulai." Ucapnya keras. Tiba-tiba beberapa pelayan mendorong meja berisi botol-botol wine beserta beberapa gelas. "Aku harap semua tamu undangan ini tidak akan mengecewakanku."


"Pantas saja Juan mengirim kita kesini. Apakah kau kuat minum wine?"tanya Vale pada Nicole.


"Sudah lama aku tidak meminum wine. Aku lupa." Jawab Nicole pelan.

__ADS_1


Beberapa meja telah disiapkan beserta wine dan gelasnya. Meja saling berhadapan sesuai dengan pasangan masing-masing. Nicole menatap ragu pada Vale. Namun Vale terlihat sangat menikmati apa yang ada didepannya. Vale penikmat wine. Jadi bagi dia meminum seberapa banyakpun ia akan kuat. Berbeda dengan Nicole. Ia cemas.


__ADS_2