
Juan dan Zest sama-sama berada diruang tunggu istana musim panas. Mereka sedang menunggu kabar baik. Zest masih menggendong pangeran kecilnya. Ia sudah semakin kelelahan karena pangeran kecilnya sangat aktif.
Imelda dan suaminya berada diluar kamar Vale. Mereka menunggu dengan tidak tenang. Kedua tangan mereka saling memegang satu sama lain. Ini kedua kalinya mereka cemas sebagai orang tua. Ketika terdengar suara bayi menangis, Imelda dan suaminya saling berpelukan. “Akhirnya.” Bisik mereka.
Nicole melahirkan seorang putri. Beberapa waktu yang lalu ketika usia kandungan Nicole sudah masuk tahap lahiran, calon bayinya tidak memberikan tanda-tanda akan keluar. Semua keluarga khawatir. Tapi tidak dengan Nicole. Ia percaya semuanya baik-baik saja. Dan pagi ini tanpa diduga, mereka mendapatkan kabar jika Nicole sudah hampir melahirkan.
Pintu kamar Vale terbuka. Ia melihat wajah Vale yang terlihat sangat bahagia. Ia menangis terharu dan memeluk ibunya. “Aku tidak pernah menyangka jika melahirkan seorang anak akan menyakitkan seperti itu.”
"Selamat karena akhirnya kau menjadi ayah." Bisik ibunya. Vale mengangguk mengiyakan. Ayahnya menepuk bahu Vale. Ia merasa bangga. Juan dan Zest menghampiri Vale.
“Aku memiliki seorang putri!” serunya bahagia. Pelayan yang berada disana untuk mengikuti detik-detik kelahiran bayi itu, senang bahagia. Mereka bertepuk tangan dengan meriah.
“Mama akan melihat Nicole Junior didalam.” Ucap Imelda diikuti oleh Vale dan Zest dibelakang mereka.
Nicole tersenyum ketika melihat orang-orang yang disayanginya berada disana. Hidupnya akan terasa sangat indah. Ia bahagia menikah dengan Vale dan menjadi bagian dari keluarga Vanguard yang mengesankan. Ia tidak akan mengecewakan kedua orangtua dan kakek neneknya.
__ADS_1
Nicole terlihat sedang menggendong bayinya ditaman ketika ia mendengar dari pelayannya jika ada tamu yang ingin menemuinya. Sudah satu bulan semenjak kelahiran putrinya, ia sering mendapatkan tamu.
Iapun memberikan putrinya pada salah seorang pengasuh bayinya. Iapun menunggu seseorang yang ingin menemuinya itu.
Nicole terkejut ketika melihat siapa yang datang menemuinya. Lisa datang dengan Marques Evanders sambil bergandengan tangan. Hampir enam bulan mereka tidak bertemu karena Lisa pergi keluar negeri untuk dibawa oleh kekasihnya.
“Lisa, Ya Tuhan kau kembali!” seru Nicole sambil memeluk saudara satu-satunya itu.
“Ya Nicole, aku kembali untuk memberikan berita luar biasa.” Ucap Lisa sambil melepaskan pelukan Nicole. “Aku akan menikah. Evanders telah melamarku. Dan keluarganya telah merestuiku!”
Nicole mengenggam tangan Evanders. Ia memohon. “Tolong, bahagiakan saudaraku. Aku tidak memiliki kerabat dekat selain Lisa.”
“Kau tidak perlu meragukannya, Duchess.”jawab Evanders tenang.
“Terimakasih.”
__ADS_1
Nicole menatap tamannya dari dalam kamarnya. Ia tersenyum. Pada akhirnya semuanya akan indah pada waktunya. Semua orang bahagia temasuk dirinya.
Kedua tangan itu memeluk tubuhnya dari belakang. Ia membalikkan badannya.
“Ada apa kau tersenyum seperti itu?”
Vale menatapnya sambil tersenyum.
“Aku bahagia sekali.” Jawab Nicole. “Semuanya telah berjalan sebagaimana harusnya.
“Any word?”tanya Vale menggodanya. Ia mengecup kening Nicole.
"Walaupun aku terlambat mencintaimu, tapi sekarang aku mencintaimu lebih dari apapun. Terimakasih atas semua yang telah kau berikan padaku. I love you, Valentino." bisik Nicole
“I love you too from the bottom of my heart.” Jawab Vale sambil menundukkan wajahnya dan menyatukan bibirnya.
__ADS_1