My Annoying Duke

My Annoying Duke
Tidak bisa mundur


__ADS_3

Sepanjang jalan, Nicole menangis. Ia bahkan tidak menyadari beberapa prajurit mengawalnya dibelakang. Mereka saling bertatapan karena melihat Nicole menangis.


Lisa menunggu dengan gelisah. Ia tidak tahu dimana Nicole berada. Ia cemas. Tak lama ia melihat kuda Nicole dari kejauhan. Nicole menangis. Lisa berlari untuk menghampiri Nicole.


Ketika ia turun dari kudanya, Nicole langsung memeluk Lisa dengan erat. "Aku tidak bisa mengakhirinya!" Isak Nicole.


Lisa melepaskan pelukan Nicole dan membawanya kedalam. "Apa yang terjadi?"tanyanya cemas.


Kemudian Lisa membawanya masuk kedalam. "Aku khawatir padamu"


Dengan terisak Nicole berkata "Aku bermimpi aneh. Aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Aku tidak mau hidup dalam rasa bersalah ,Lisa. Mimpiku akan menjadi kenyataan. Aku akan celaka. Aku takut sekali."


Lisa memeluk sepupu kesayangannya itu. Ia tahu kesulitannya. Sejak ia kembali dan memutuskan akan menikah dengan Vale, menurutnya itu suatu yang salah. Salah karena pernikahan mereka tidak dilandasi cinta. Mereka menikah karena tujuan masing-masing. Lisa tahu Nicole menikah karena ingin memberi pelajaran pada pria itu. Lisa telah berapa kali mengingatkan namun Nicole tidak mendengarnya.


"Kau ingin tahu pendapatku?"tanya Lisa serius.


Nicole mengangguk lemas.


"Terima semua yang telah kau perbuat. Menikah dengan Vale dan menjadi istri sesungguhnya. Kau harus menikmati pernikahan itu. Jangan pedulikan perlakuan Vale padamu. Yang terpenting kau harus menebus kesalahanmu karena berniat pada sesuatu yang salah. Kau tidak bisa mundur,Nicole. Undangan telah disebar. Jangan kau biarkan nama keluarga Edgar dan Vanguard menjadi tercemar. Mulailah mencintai Vale. Perlahan. Aku yakin kau bisa melakukannya."

__ADS_1


"Tapi Vale juga tidak mencintaiku"


"Suatu saat pasti bisa. Aku yakin."


Nicole hanya menatap Lisa.


Lisa tidak dapat mengerti. Semua mimpinya akan menjadi nyata. Dan ketakutannya itu bukan main-main.


Juan menatap langit-langit kamarnya. Setelah Nicole pergi, hujan mulai melanda. Ia bangun ketika mengingat kejadian beberapa saat yang lalu. Gadis itu keterlaluan. Bisa-bisanya ia berfikir untuk membatalkan pernikahan hanya selang beberapa hari sebelum resepsi dimulai.


Juan mengepalkan tangannya. "Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang. Kau main-main denganku, rasakan akibatnya."


Beberapa kali ia berkata pada ibunya jika ia tidak mau menikahi wanita itu. Entah setan apa yang merasukinya. Malam itu ia terpesona pada Nicole yang datang kerumahnya. Gadis itu terlihat polos seperti dewi. Sangat cantik. Kemanapun ia melangkah, gadis itu selalu disampingnya. Dengan bangganya ia berkata pada tamu undangan jika ia adalah calon istrinya. Sebagai orang terhormat dan calon Duke of Vanguard yang baru, ia tidak mau membuat masalah. Apalagi ibunya selalu melihatnya dari kejauhan.


"Mylord, apakah kau tidak haus? Sejak tadi kau berbincang dengan tamu-tamu undangan." ucap Nicole sedikit manja. "Aku akan mengambilkanmu minuman." tambahnya seraya pergi menjauh dari Vale.


Vale menatap kepergian Nicole tanpa melepaskan pandangannya.


"Aku dengar kau akan menolak pernikahan itu. Tapi aku pikir, penolakan itu tidak akan ada. Kau terlihat menikmatinya." bisik Juan dibelakangnya.

__ADS_1


Vale membalikkan badannya dan terkejut melihat Raja Juan ada disana.


"Paduka." ucap Vale sambil mengangguk.


"Apakah benar ucapanku?" goda nya.


"Maaf, apa yang paduka katakan?"


Juan tertawa. "Aku yakin kau terpesona pada Nicole sehingga ucapanku saja tidak kau dengar." ucap Juan sambil berlalu pergi.


"Mylord, selamat atas pertunanganmu beberapa hari yang lalu." ucap Marquise Edward. Ia adalah salah satu teman masa kecilnya.


"Terimakasih."


"Aku lihat kau sangat serasi dengan Lady Nicole."


"Untuk itulah aku menikahinya bukan?" jawab Vale sambil tertawa.


"Aku terharu mendengarnya mylord."ucap Nicole sambil merangkul lengan Vale.

__ADS_1


Vale menutup matanya. Jika mengingat kejadian itu, rasanya itu bukan dirinya.


__ADS_2