My Annoying Duke

My Annoying Duke
Gaun pengantin calon duchess


__ADS_3

Nicole terus mengurung dirinya sampai pernikahan itu dilaksanakan. Ia terlalu takut untuk keluar kamar. Kini ia sedang menatap cermin. Beberapa pelayan tampak serius menata wajah serta rambutnya. Gaunnya masih menggantung ditangan salah seorang pelayan. Gaun itu berwarna putih, panjang dan sangat indah. Sulit mengungkapkan betapa mewahnya gaunnya saat ini.


Lisa berdiri disampingnya sambil terus melihat gaun itu. Setahu Lisa, gaun itu dibelikan langsung oleh Ratu Zest yang merupakan adik Vale. Selain itu kristal swaroski bertaburan mulai dari dada melingkar hingga punggungnya. Terlihat sexy namun elegan.


“Lady.. silahkan ganti gaunnya.” ucap salah satu pelayan.


Nicole mengangguk pelan. Iapun bangkit dari duduknya dan memakai gaun itu. Ia takut merusaknya. Beberapa pelayan membantunya. Nicole tidak berani duduk sampai pelayan memberikan izin. Sentuhan terakhirnya yaitu ia dipakaikan mahkota cantik diatas kepalanya.


“Anda cantik sekali lady.” Ujar salah satu pelayan.


Terdengar pintu terbuka. Mereka semua memalingkan wajahnya ke arah suara yang berasal. Imelda berdiri disana sambil menatap Nicole dengan mata berbinar. “Ya Tuhan, kau benar-benar cantik sayang.” Ucapnya sambil menghampiri Nicole.


“Terimakasih, mam”


“Aku benar-benar bahagia. Akhirnya kau menikah dengan putraku. Kau tahu tidak? sewaktu aku menikahkan Ratu Zest, iapun sama sepertimu. Awalnya menolak dengan keras. Pada akhirnya ia menikah. Beberapa musibah muncul untuk menguji cinta mereka. Sekarang, mereka berbahagia. Kaupun sama. Aku yakin Vale akan membahagiakanmu.”

__ADS_1


Nicole tersenyum. “Aku harap iya.”


“Aku yakin sekali. Vale memang keras tapi ia baik hati.”


Nicole tidak dapat berkata apa-apa selain tersenyum. Jauh dilubuk hatinya, ia masih merasakan ketakutan yang mendalam. Ia takut mimpi itu nyata. Setelah mimpi itu, hari berikutnya ia masih dihantui oleh mimpi-mimpi yang lebih menakutkan.


Vale telah menunggu kedatangan pengantin wanitanya. Ia diapit oleh Juan yang merupakan Raja Artaleta. Sebagai sahabat, Juan melepaskan status rajanya untuk menjadi pendamping Vale.


Ketika pintu itu terbuka, Vale menahan nafas. Pengantin wanitanya berdiri disana.


“Kau sudah memiliki adikku. Jangan macam-macam. Atau aku akan mengatakannya.”


“Jahat sekali. Jangan sekalipun kau lupa kalau aku adalah raja. Aku bisa menghukummu ” Jawab Juan yang langsung terdiam ketika mata Zest menatapnya. “Tapi kau sangat beruntung. Waktu aku masih berhubungan dengan Nicole, ia tidak pernah aku sentuh sedikitpun.”


Vale menatap Juan tajam. “Apa maksudmu?”

__ADS_1


“Aku hanya mengatakan kenyataannya. “ jawab Juan kencang. Ia tidak menyadari beberapa pasang mata menatapnya.


Saat Nicole mulai mendekat, Juan mundur dan duduk disamping Zest.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Zest curiga .


Juan langsung menggenggam tangan istrinya. "Tidak ada, hanya menggodanya sedikit."


Vale meminta tangan Nicole ketika ia sudah berada didepannya. Ketika mereka berpegangan, Vale dapat merasakan tangan Nicole dingin. Padahal ia memakai sarung tangan. Gadis didepannya bahkan tidak mau menatap matanya. Apakah gadis ini masih ingin mempermainkannya setelah malam itu?


"Kalian telah disahkan sebagai suami istri." Ujar pejabat istana yang menikahkan Vale dan Nicole.


Nicole menutup kedua matanya. Ia ingin menangis saat itu juga. Namun genggaman Vale membuatnya kuat. Vale membalikkan tubuh Nicole sehingga menatapnya. Perlahan ia membuka kain yang menutup wajah Nicole. Sejenak ia terdiam menatap Nicole yang masih menutup matanya.


Vale masih diam. Ia terpesona oleh kecantikan Nicole. Saat Nicole membuka matanya, bola mata Vale membesar. Airmata yang masih tertahan dimata Nicole sedikit mengganggunya. Perlahan ia menundukkan wajahnya dan mencium bibir Nicole dengan lembut. Nicole menutup matanya dan tanpa terasa airmatanya jatuh.

__ADS_1


__ADS_2