My Cold Guardian Angel

My Cold Guardian Angel
10 | Rencana Kabur


__ADS_3

Suasana keluarga Ellgyon pagi itu ramai oleh hiruk pikuk. Lorraine dan Andre memerintahkan para pengawal bayaran mereka untuk mencari putrinya yang hilang seperti biasa.


"Ia berhasil kabur lagi. Aku yakin, bukan oleh usahanya sendiri. Bagaimana ia bisa kabur dari ruangannya yang dikunci dengan gembok?" gumam Lorraine pada suaminya.


"Benar. Seingatku, hanya pengawal saja yang memiliki kuncinya," sahut Andre.


Keluarga yang sangat berpengaruh itu menggunakan segala cara untuk mencari putrinya. Untuk menjaga martabat, mereka tak membiarkan surat kabar atau media massa mana pun untuk meliput kejadian ini.


Elisabeth kini bersembunyi di bawah jembatan yang menyambungkan St. Ellgyon Street dengan St. White Street. Dekat dengan sekolahnya, ia saja sudah begitu lelah menghabiskan waktunya dari malam hingga pagi hanya untuk berlari.


Keinginannya untuk kabur kini terkabul meski belum dapat senang terlebih dahulu. Namun kini ia hidup di mana? Bagaimana ia dapat bertahan? Seluruh dunia juga tahu bahwa ia adalah putri dari keluarga terhormat. Siapa pun tidak akan berani mengangkatnya sebagai anak maupun mengurusnya saja.

__ADS_1


"Bagus. Aku tidak berpikir jauh. Jadi harus menyusahkan Nika," gumam Elisabeth.


Satu-satunya sahabat yang ia miliki adalah Deranika Janeque, putri dari keluarga kaya namun tidak berhubungan dengan Keluarga Ellgyon. Elisabeth tak memiliki ponsel bersamanya, namun ia berusaha mencari telepon umum untuk menghubungi sahabatnya. Tetap tertutup dengan jaket yang ia miliki. Elisabeth berjaga-jaga.


Hari ini, gadis itu menginjak umur 17 tahun. Seharusnya menjadi hari paling bahagia, namun tidak ia rayakan sama sekali. Elisabeth malah berada di dalam ruang telepon umum, menghubungi sahabatnya.


"Baiklah. Akan kutunggu di sini. Terima kasih," tutur Elisabeth menutup panggilan setelah selesai. Gadis itu melihat ke sekelilingnya, takut ada pengawal yang mengejarnya.


Mobil hitam milik sopir Nika datang setelah Elisabeth menunggu selama 5 menit. "Nona Deranika menjemput anda, Nona," kata sopir.


Pergi meninggalkan St. White Street dan St. Ellgyon Street, kediaman Nika cenderung di ujung kota itu. Mansion yang besar menjadi pemandangan pertama yang dilihat Elisabeth.

__ADS_1


Elisabeth melamun di dalam mobil, memikirkan bagaimana hidupnya selanjutnya. Meski keluarganya tak mengenal keluarga sahabatnya, namun pasti mereka akan segera bertemu. Tak bisa berlama-lama di sana.


"Astaga. Penampilanmu sangat parah. Apa yang terjadi padamu—"


"Akan kuceritakan nanti. Kumohon bawa aku masuk," potong Elisabeth ketika sampai di depan kediaman sahabatnya itu.


Nika langsung membawa Elisabeth masuk, belum sempat disambut oleh orang tua dan pelayan yang ada di sana karena menghindar. Kedua gadis itu sampai di dalam kamar pemilik rumah. Nika memberikan air putih untuk sahabatnya.


"Kabur? Lalu kau memutuskan untuk kabur ke rumahku. Bagaimana jika orang tuamu kemari? Bukankah kakak laki-lakimu tahu bila kau bersahabat denganku?"


Elisabeth memutar otaknya. Ia diam sedari tadi meski Nika menyodorinya dengan sejuta pertanyaan.

__ADS_1


"Aku tidak akan membahayakan keluargamu. Maka dari itu, aku akan menginap sekitar dua hari di sini untuk beristirahat. Untung saja letak kediamanmu jauh dari kediamanku," jelas Elisabeth.


Keduanya diselimuti rasa cemas. Nika hanya dapat membantu sahabatnya dengan cara seperti ini. Tak mampu melawan kekuatan Keluarga Ellgyon, mengetahui rahasia kelam tersebut dari mulut Elisabeth saja membuatnya takut.


__ADS_2