
Saat itupun Leo dan aku jalan bersama menuju kamar Jessica. Di perjalanan aku tidak berkata satu patah kata pun kepada Leo.
Kita jalan saling bersebelahan. Di lorong kamar Jessica banyak terdapat para laki-laki penggemar Jessica.
Ketika aku dan Leo melintas di lorong tersebut mereka semua memberi hormat kepada kami.
"Selamat siang nona dan tuan muda,ingin mencari siapa jika saya boleh tau?" sapa salah satu pekerja disana.
"Beri tau bodyguard Jessica,saya ingin melihat Jessica,tolong buka jalan," kataku kepada pekerja di dekat kamar Jessica.
"Baik,akan kulaksanakan," jawab pekerja itu.
Lalu pekerja itu datang pada salah satu bodyguard Jessica dan berbisik kepadanya.
Tak lama kemudian akhirnya bodyguard Jessica memberiku dan Leo jalan untuk masuk ke kamar Jessica.
"Terimakasih," ucapku dan Leo.
Lalu aku dan Leo sampai di depan kamar Jessica.
"Silahkan," kataku kepada Leo seolah-olah memberi aba-aba pada Leo untuk mengetuk kamar Jessica.
"Baik," jawab Leo.
Leo sempat berdiri sebentar lalu tak lama pun ia mengetuk pintu kamar Jessica.
Tok..tok..tok..
"Siapa?" tanya Jessica dari dalam kamar.
"Aku Leo," jawab Leo.
Tak lama Jessica langsung berlari ke pintu untuk membukakan Leo.
Tidak seperti sebelumnya ketika aku datang ke kamar Jessica bersama Nika dan Eliza,Jessica tidak membukakan pintu kepada kita.
Ini memperlihatkan bahwa Jessica benar benar menyukai Leo.
Jessica pun langsung berlari ke arah Leo dan memeluknya.
"Kemana saja kau? Aku menunggumu setiap hari untuk menjengukku,bahkah aku tidak mau keluar sebelum kau menjengukku," tanya Jessica dengan penuh cinta di matanya.
Leo hanya melihatnya dengan diam,tak lama kemudian ia berkata," bagaimana kabarmu?"
"Aku sehat,benar-benar sehat!" jawab Jessica dengan gembira.
"Keluarlah jika sudah sehat," kata Leo lalu melepaskan pelukan Jessica.
Lalu Jessica melihatnya dengan tatapan sedih.
"Permisi,Elisabeth,bolehkah kau keluar sebentar?" singgung Jessica.
"Aku ingin berbicara sebentar pada Leo," lanjut Jessica.
Lalu aku melihatnya seolah peka dan langsung menjawab, "Baiklah."
Lalu aku meninggalkan Leo dan Jessica berdua di dalam kamar.
"Apakah nona sudah selesai berkunjung?" tanya salah satu bodyguard.
__ADS_1
"Aku menunggu disini dulu," kataku.
Di dalam kamar.
"Apa yang terjadi padamu? Mengapa kau selalu bersifat dingin padaku?" tanya Jessica dengan sedikit membentak.
"Apa yang salah dengan itu?" tanya Leo.
"Mengapa kau bertanya seperti ini? Kita ini pacaran Leo,kita bukan musuhan!" teriak jessica.
Leo hanya melihatnya dengan tatapan dingin.
"Aku begitu menyukaimu,aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu,mengapa kau membalas cintaku seperti ini?" tanya Jessica sambil menangis.
"Apakah kau tidak mencintaiku?" tangis Jessica.
"Mengapa aku harus mencintaimu? Hubungan kita hanya sebatas bisnis," jawab Leo tegas.
Jessica sudah mengetahui bahwa hubungan mereka hanya bisnis tetapi ia tetap tidak bisa menerima bahwa Leo tidak mencintainya juga.
"Apa yang kurang dariku? Aku cantik,pintar,ramah,semua orang menyukaiku,membanggakanku,apa lagi yang kurang?" tanya Jessica dengan sedih.
"Kau bukan tipeku," jawab Leo singkat,padat,dan jelas.
"Bersyukurlah bahwa aku masih mau menjadi pacar mu bahkan hanya sebatas bisnis. Jika ayahku tidak menjodohkanku padamu aku tidak akan pernah menerimamu," kata Leo yang semakin membuat hati Jessica sakit.
Jessica terdiam,matanya menatap Leo dengan penuh air mata.
Lalu ia menundukkan kepalanya yang kecil itu.
"Kau kejam Leo," kataku masuk ke kamar Jessica lagi.
"Kau mendengarnya?" tanya Leo.
"Iya,memang mengapa jika aku mendengarnya?" tanyaku.
Jessica tetap meringis menangis di hadapan Leo.
Aku datang lalu menepuk pundak Jessica, "Sudah,jangan menangis lagi. Duduklah,aku akan meminta pekerja mengirimkanmu makan siang."
Lalu Jessica membalikkan badan daripada Leo lalu menuju ke dalam ruang makan di kamarnya.
Setelah Jessica masuk ke dalam ruang makannya,aku kembali ke tempat dimana Leo berdiri.
"Walau hanya bisnis,mengapa kau tidak bisa menghargai cintanya yang tulus kepadamu?" tanyaku.
"Aku tidak mencintainya," jawab Leo.
"Kau tidak perlu mengatakan itu berkali-kali,aku hanya tidak ingin kau menyakiti hatinya lagi," kataku dengan tegas.
"Mengapa kau sangat peduli dengannya?" tanya Leo.
"Karena kami sesama wanita,kami memiliki perasaan. Jika terjadi hal seperti ini siapapun akan menangis seperti yang dilakukan Jessica," kataku.
"Tidak bisakah kau menghargainya walau kau tidak mencintainya?" tanyaku dengan yakin.
"Aku menghargainya,tetapi aku tidak ingin dia memaksaku untuk menyukainya," kata Leo.
"Mengapa kau tidak menyukainya? Dia cantik,baik,ramah,pintar,semua orang menyukainya. Tidak sedikit sainganmu yang menyukai Jessica. Apa yang kurang darinya?"
__ADS_1
"Dia bukan tipeku," jawab Leo.
"Apanya yang kurang? Mengapa dia bukan tipemu?" tanyaku heran.
"Dia tidak cerdik," jawab Leo.
"Lalu? Apakah dia harus menjadi cerdik terlebih dahulu baru kau akan menyukainya?" tanyaku.
"Aku tidak bisa memaksakan perasaanku. Aku memiliki orang yang kusukai dan itu bukan dia," ucap Leo dengan suara kecil agar tidak terdengar Jessica.
Setelah mengucapkan kata-kata itu Leo masuk ke ruang makan Jessica lalu mengucapkan selamat tinggal padanya.
Jessica masih menunduk dan tidak melihat Leo sama sekali.
Setelah mengucapkan selamat tinggal Leo berkata kepadaku," jika urusanmu sudah selesai kembalilah ke ruang makan untuk makan."
"Tidak usah memperdulikanku,kau kembalilah dahulu," kataku.
Setelah Leo pergi aku masuk ke ruang makan di kamar Jessica.
"Apa yang terjadi diantara kalian sehingga Leo tidak mencintaimu?" tanyaku.
"Mungkin karena hubungan kita hanya bisnis?" jawab Jessica dengan yakin.
"Walau hanya itu alasannya tapi mengapa dia tidak menyukaimu?" tanyaku.
"Kau sempurna Jessica. Tidak ada yang bisa menandingimu di sekolah ini," lanjutku.
"Kau terlalu memujiku,haha," tawa Jessica sambil sedih.
"Jika aku sempurna maka Leo akan menyukaiku," lanjut Jessica.
"Tenang saja Jessica,tunggulah dan bersabarlah,pada saatnya Leo akan menyukaimu,aku doakan itu pasti terjadi," kataku.
"Amin,terimakasih Elisabeth," ucap Jessica.
"Ya sama-sama,aku akan turun sekarang,tunggulah makananmu ya," kataku.
"Baik,terimakasih," ucap Jessica.
"Ya," jawabku singkat lalu meninggalkan kamar Jessica.
Tak lama kemudian setelah aku meninggalkan kamar.
"Sakitt.. Leo. Sakitt...."
"Aku tidak bisa menerima ini," gumam Jessica didalam hati.
"Aku harus mencari siapa orang yang disukai Leo,aku tidak akan kalah karena semua orang menyukaiku! pasti aku akan mendapat cinta dan kasih sayang Leo!." bentak Jessica karena dia mendengar percakapan Leo tadi.
Sementara Aku yang baru sampai di ruang makan saat jam makan selesai.
"1 jam berlalu~'' nyanyi Nika.
"Urusan apa yang membuat kita harus menunggumu 1 jam?" tanya Eliza.
"Urusan penting," jawabku singkat.
"Yasudah,makanlah," kata Nika dan Eliza
__ADS_1