My Cold Guardian Angel

My Cold Guardian Angel
Paksaan Ku Pada Leo


__ADS_3

Saat Aku,Nika dan Eliza kembali ke kamar kita dari kamar Jessica kita tidak mengucapkan satu patah kata pun.


Keheningan di perjalanan menuju kamar kita diisi dengan pikiran yang campur aduk dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Akhirnya dalam keheningan itupun Nika membuka percakapan.


"Hey,kalian percayakah jika Jessica dan Leo benaran pacaran?" tanya Nika dengan heran dan belum yakin dengan jawaban Jessica tadi.


Pertanyaan yang selama ini aku dan Eliza simpan di hati akhirnya ditanyakan oleh Nika.


"Mengapa menurutku mereka itu tidak beneran pacaran ya?" kataku.


"Iya benar. Mereka seperti status yang dibuat buat a.k.a palsu," kata Eliza


"Tapi jika status mereka palsu apakah mereka tidak malu jika diketahui oleh semua murid?" tanya Nika heran.


"Benar juga,ya..." kata ku dan Eliza.


Akhirnya setelah berbincang bincang kita sampai di kamar kita untuk istirahat sejenak dan mengerjakan tugas.


Aku yang sudah merindukan Orang tua ku pun menelpon mereka dengan telpon yang ada di kamarku.


📞Elisabeth : Halo,ayah ibu? ini aku Elisabeth.


☎Ibu : Halo,nak. Apa kabarmu? apakah kamu baik-baik saja disana?


📞Elisabeth : Iya bu,bagaimana dengan ibu sendiri? apakah ibu dan ayah baik-baik saja.


☎Ibu : Iya,nak. Kita baik-baik saja disini. Bagaimana dengan sekolahmu? Apakah ada berita?


📞Elisabeth : 2 hari lagi sekolahku akan mengadakan Pesta untuk menyambut Perdana menteri dari kerajaan Karstha bu.


☎Ibu : Wow,itu adalah acara yang meriah pastinya,apakah orang tua murid diundang?


📞Elisabeth : Iya bu,diundang. aku sudah punya undangan VVIP untuk ayah dan ibu sehingga kalian menikmati pentas dan acara pesta dengan duduk di kursi paling depan.


☎Ibu : Ohh,baiklah nak. besok kamu pulang ya,ibu tunggu dirumah.


📞Elisabeth : Iya bu,tenang saja. Aku akan menghubungi Zack untuk menjemputku.


Tut... akhirnya aku menutup pembicaraanku dengan ibu lewat telepon.


Setelah aku menutup teleponku tiba-tiba Nika memanggilku.


"Hey,hey,Elisabeth! Aku dapat kabar tentang Jessica dari penguntit profesionalku,apakah kamu mau tau?" kata Nika.


"Boleh,deh. Apa?" jawabku.


"Katanya Jessica dan Leo itu berpacaran karena status bisnis kedua orang tua mereka,beritanya jika mereka sudah cukup umur dan dewasa mereka akan dijodohkan untuk menikah," kata Nika.


"Hah? Menikah?" tanyaku sambil terkejut.


"Iya.. menikah.." kata Nika.


Tiba-tiba dadaku sangat sakit,apa yang terjadi....


"Elisabeth? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Eliza yang melihat mukaku.


Perasaan sakit langsung melintas di hatiku.


"Aku baik-baik saja," jawabku.


"Jadi mereka bukan pacaran karena cinta,ya?" tanya Eliza.


"Tentu bukan," kata Nika.


"Tapi mengapa Jessica terlihat sangat mencintainya?" tanyaku.


"Mungkin dia terbawa suasana,haha," kata Nika.


"Benar juga. tapi apakah Leo juga menyukainya?" kata Eliza.


"Iya juga,apakah Leo memiliki perasaan yang sama terhadap Jessica?" tanyaku.


"Kita belum bisa memastikan itu jika belum bertanya pada Leo," kata Nika.


"Untuk apa kita bertanya? kesannya seperti kepo tau," kataku.


"Iya,itu kan urusan pribadinya dengan Jessica," kata Eliza.


"Benar juga,ya," kata Nika.

__ADS_1


Aku yang tiba-tiba memiliki ide langsung berbicara kepada mereka.


"Bagaimana jika aku meminta sahabat Leo untuk menanyakannya?" kataku.


"Siapa? Marlon,Mirzeta atau Erick?" tanya Eliza.


"Oh,ya. Aku lupa jika pacarku sendiri adalah sahabat Leo haha," kata Nika.


"Baik,nanti aku akan menyuruh Marlon untuk menanyakannya," kata Nika.


"Bagus,mari kita tunggu hasilnya," kataku.


Siang hari pun tiba,sudah waktunya kita makan siang. Akhirnya aku,Nika dan Eliza pergi ke ruang makan untuk makan siang.


Sesampainya di ruang makan aku tidak melihat Jessica ada,akhirnya aku teringat bahwa aku berjanji pada Jessica untuk meminta Leo menjenguknya.


"Hey,aku akan pergi sebentar,tolong suruh pekerja ambilkan makanan untukku," kataku kepada Nika dan Eliza.


"Kamu mau kemana?" tanya Nika.


"Aku ada urusan sebentar," kataku meninggalkan ruang makan.


Aku pun mencari Leo untuk memintanya menjenguk Jessica.


Setelah putar sana sini akhirnya aku bertanya kepada sahabat-sahabat Leo.


"Permisi,apakah kalian tahu dimana keberadaan Leo?" tanyaku.


"Oh,Elisabeth. Dia ada di kamarnya," jawab Mirzeta.


"Baik,terimakasih," kataku lalu mengambil lift untuk menuju kamar Leo.


Tanpa ijin dengan guru aku langsung menuju kamar Leo.


"Permisi nona muda Elisabeth,anda mau mencari siapa?" tanya Bodyguard Leo.


"Aku mau mencari tuanmu,Jessica," jawabku.


Akhirnya bodyguard Leo membolehkanku mencari Leo.


Aku pun mengetuk pintu kamarnya.


"Masuk," kata Leo dari dalam.


Aku pun masuk ke kamarnya,dia sedang duduk di meja kamarnya.


Dia memegang kaleng soda dan terlihat sedang belajar.


"Leo?" sapaku.


Leo langsung terkejut dan menoleh kebelakang lalu melihatku.


"Elisabeth?" jawab Leo.


"Apa yang kau lakukan disini? Adakah yang bisa kubantu?" tanya dia sambil berdiri dari kursinya.


"Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku," kataku.


"Apa itu?" tanya nya.


"Tolong jenguk Jessica," kataku tegas.


Lalu Leo terdiam sebentar dan bertanya, "Apakah dia yang menyuruhmu?"


Langsung aku menggelengkan kepala dan berkata, "Aku sendiri yang mempunyai inisiatif ini."


Lalu Leo terdiam lagi dan bertanya, "Untuk apa kau melakukan ini?"


Aku pun kesal dan berkata padanya, "Leo,dia itu pacarmu,masa jika pacarmu sedang sakit kau tidak menjenguknya sama sekali?"


Leo langsung tertegun dan berkata, "Untuk apa kau pedulikan ini?"


Aku langsung diam dan kesal.


"Jika kau tidak mau menjenguknya aku akan membocorkan kepada semua murid disini bahwa hubungan kalian hanya sebatas bisnis," kataku dengan Tegas.


Leo pun langsung terkejut dan bertanya," Darimanakah kamu tau itu?"


"Kau tidak perlu tau aku tau darimana,apakah kamu tidak bisa melakukannya?" kataku.


Tanpa berpikir panjang pun akhirnya Leo menjawab, "Baik. Aku akan menjenguknya."

__ADS_1


Sementara itu di sisi Nika.


Di ruang makan.


"Eliza,Elisabeth lama sekali,ya? Aku sudah selesai makan,nih," ujar Nika.


"Apakah kau mau menemui Marlon dahulu untuk menanyakan soal hubungan Leo dan Jessica?" usul Eliza.


"Iya,deh. Boleh saja. Kalau begitu aku tinggal dahulu ya,sampai jumpa!" seru Nika.


"Kutunggu disini nanti jika sudah selesai!" seru Eliza.


"Baiklah!" ucap Nika.


Lalu Nika meninggalkan Eliza untuk menemui Marlon.


Di taman sekolah.


Tempat berkumpul Marlon,Mirzeta,dan Erick pun didatangi oleh Nika.


"Mir,lihat Marlon?" tanya Nika.


"Eh,Nika. Tadi dia pergi membuang sampah sebentar,tunggulah saja. Dia akan kembali," jawab Mirzeta.


"Baiklah," ujar Nika menunggu Marlon di bangku taman.


Tak lama kemudian Marlon datang lalu berkata,


"Nika? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Marlon lalu duduk di sebelah Nika.


"Sayang,aku mau bertanya,tapi kamu jangan memberitahu Leo jika aku menanyakan ini,ya?" ucap Nika.


"Apa yang hendak kau tanyakan? Mengapa harus disembunyikan?" tanya Marlon.


"Jika kau memberitahukan ini kepada Leo aku akan menghukummu!" seru Nika.


"Eh? Hukuman apa?" tanya Marlon.


"Tidak usah menemuiku sebulan!" ucap Nika bangga.


"Hey,jangan begitu. Aku saja tidak menemuimu sehari sudah rindu!" seru Marlon.


Mirzeta dan Erick hanya dapat melihat dari kejauhan sambil tertawa.


"Janji padaku,ya? Jangan kau beritahu Leo!" ujar Nika.


"Baiklah,demi kamu,deh," jawab Marlon lalu memberikan jari kelingkingnya kepada Nika sebagai tanda janji.


"Baiklah,jadi begini. Apakah kau tahu hubungan Leo dan Jessica?" tanya Nika.


"Mereka berpacaran,bukan?" ujar Marlon.


"Iya.. tapi tidak benaran," bisik Nika karena tidak ingin Mirzeta dan Erick mengetahuinya.


"Bagaimana kau mengetahui itu? Siapa yang memberitahumu," tanya Marlon.


"Kau ini. Apakah kau tidak tahu jika aku memiliki penguntit profesional?" ujar Nika lalu menggelitik Marlon.


"Sayang,geli tahu!" seru Marlon tertawa geli.


"Hey! Jika pacaran yang benar. Bila dilihat guru bahaya!" seru Mirzeta.


"Iya,iya. Maaf," ucap Nika berhenti menggelitiki Marlon.


"Jadi benar bukan? Jika Leo dan Jessica bukan pacar benaran?" tanya Nika.


"Iya,benar. Jangan kau beritahu yang lain,ya?" ucap Marlon.


"Tenang,hanya aku,Elisabeth,dan Eliza yang mengetahui ini," balas Nika.


"Baiklah,apakah ada yang mau kau tanyakan lagi?" tanya Marlon.


"Tidak ada,terimakasih sayang!" seru Nika lalu berpamitan kepada Marlon.


Tak lama kemudian Nika kembali lagi ke ruang makan lalu bertemu dengan Eliza.


"Bagaimana? Apa jawaban Marlon?" tanya Eliza.


"Benar,mereka hanya palsu," jawab Nika.


Lalu Nika dan Eliza puas karena mendapat jawaban itu lalu menunggu Elisabeth untuk datang.

__ADS_1


__ADS_2