My Cold Guardian Angel

My Cold Guardian Angel
Tak Seperti Biasanya


__ADS_3

Setelah kami semua selesai makan malam semua murid kembali ke kamar masing-masing untuk tidur.


Aku,Nika dan Eliza kembali ke kamar dari ruang makan.


"Hey,Leo dan Jessica benar-benar baikan?" tanya Nika karena tidak yakin.


"Mengapa? apakah kau tidak yakin?" seru Eliza.


"Iya,mereka seperti hanya berpura-pura saja," ucap Nika.


"Mengapa kau berpikiran seperti itu?" sambungku.


"Mereka terlihat seperti hanya bersandiwara agar tidak terlihat bertengkar saja," sahut Nika.


"Tidak,mereka benar-benar berbaikan," jawabku.


"Aku sudah memastikannya," lanjutku.


"Bagaimana kau bisa memastikan itu?" tanya Nika dan Eliza.


"Aku sendiri yang membuat mereka baikan," kataku bangga.


"Hah?" kejut Nika dan Eliza.


"Bagaimana bisa kau?" tanya Nika.


"Ceritanya panjang,intinya mereka sekarang sudah berbaikan," kataku.


"Yasudah," kata Nika kesal.


Akhirnya setelah sekian lama berbicara di perjalanan kita ke kamar akhirnya kita sampai di kamar.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Langit malam terlihat dari jendela kamarku. Angin malam bertiup kencang masuk ke jendela kamarku.


Setelah sampai kamar aku melepas sepatuku, lalu mengganti pakaianku menjadi pakaian tidur. Setelah mengganti pakaian tidurku aku menutup jendela kamarku karena angin yang masuk ke kamarku.


"Malam ini terasa hangat ya,pertengkaran berganti menjadi perdamaian," ucap Nika menyinggung perdamaian Leo dan Jessica.


"Akhirnya Jessica mau keluar,ya," ucap Eliza.


"Memangnya di dalam kamar terus tidak bosan ya? apa yang Jessica lakukan ya di dalam kamar?" kata Nika heran.


"Tidur mungkin," ucapku.


"Apakah tidak bosan tidur terus-terusan?" tanya Nika lagi.


"Tidak tahu," lanjutku.


"Kau ini kapan ya sehari saja tidak kepo mengurusi kehidupan orang?" tanya Eliza kesal.


"Jika tidak kepo bukan aku," seru Nika bangga.


"Sudah..sudah.. mari tidur," ajakku.


Klik.. bunyi lampu kamarku yang dimatikan.


Ini yang sekian kalinya aku memimpikan apa yang akan terjadi padaku 2 tahun lagi.


Perjodohan yang tak kuinginkan,kemiskinan,dan kebutaan.


Nasib yang buruk yang aku tidak tau apakah itu akan menimpaku atau tidak.


"Elisabeth.."


"Elisabeth.."


Ada seseorang yang memanggilku berkali-kali.


"Elisabeth!"

__ADS_1


Aku pun terbangun dari tidurku. Pagi menyingsing, kicauan burung terdengar ke telingaku,aku melihat kedepan,ternyata Nika yang memanggilku.


"Kau ini kupanggil berkali-kali baru bangun,ya," teriak Nika menarik selimutku.


"...." diam ku karena baru bangun.


"Lain kali aku akan menyirammu saat membangunkanmu," seru Nika kesal.


"Jika kau berani seperti itu hari ini adalah hari terakhir Marlon melihatmu," kata Eliza menyinggung.


"Eh..eh.. kok begitu," kata Nika.


"Sudah..sudah..aku pusing. Siap-siap sekolah sana," ucapku.


"Iya..iya..maaf," kata Nika.


Akhirnya kami bertiga bersiap-siap menyiapkan diri untuk sekolah.


Sekarang menunjukkan pukul 7 pagi, kami adalah 3 siswi yang sampai pertama di kelas seperti biasanya.


Setelah kami sampai,satu persatu siswa-siswi datang masuk ke kelas.


Saat aku duduk di kursi tiba-tiba Jessica masuk ke kelasku lalu menghampiriku.


"Elisabeth! selamat pagii," sapa Jessica kepadaku.


"Jessica kenapa ya itu? Mengapa dia tiba-tiba jadi menyapa Elisabeth,tidak seperti biasanya," bisik Nika ke Eliza.


"Mangkanya,tidak seperti biasanya ya, apakah mungkin karena peristiwa kemarin?" bisik Eliza kepada Nika.


"Pagi juga," jawabku kepada sapaan Jessica.


"Tumben sekali kau menyapaku seperti ini," tambahku.


"Umm.. aku hanya ingin lebih dekat denganmu lagi," senyum Jessica.


"Oh,begitu," kataku singkat.


"Masalah itu kau tidak perlu," kata ku.


"Mengapa? aku ingin membalas kebaikanmu," seru Jessica memaksa.


"Aku melakukannya dengan ikhlas kau tidak perlu khawatir soal itu," jawabku kepada Jessica dengan santai.


"Terimakasih banyak Elisabeth! kau memang yang terbaik!" puji Jessica sambil memelukku.


Aku membalas pelukannya lalu berkata, "Ya,sama-sama. sudah kembalilah ke kelasmu,ini sudah hampir jam pelajaran."


"Baik,sampai jumpa Elisabeth! sampai ketemu saat istirahat," kata Jessica.


"Istirahat?" tanyaku.


"Iya,istirahat. nanti di ruang makan aku akan mengajakmu makan bersama," ajak Jessica sambil tersenyum lebar hendak keluar kelas.


"Baik," jawabku.


Bel tanda pelajaran dimulai pun mulai. Guru pelajaran pun memasuki kelasku.


Di saat pembelajaran sedang dimulai, aku melihat di pojok kelasku ada Jason yang duduk di meja guru.


Saat aku melihatnya aku terkejut lalu melihatnya dengan aneh. Dia membalas tatapanku dengan senyuman.


"Apa yang kau lakukan disana?" ucapku dengan bahasa mulut (isyarat)


Dia tersenyum lalu menjawab, "Duduk untuk melihatmu melakukan proses pembelajaran."


Aku kesal lalu berbicara lagi dengan isyarat, "Turun dan keluar."


"Kau tenang saja, tidak ada yang dapat melihatku selain dirimu," jawab Jason.

__ADS_1


Lalu aku hanya memandangnya dengan kesal, dia terus memandangku dari awal sampai akhir jam pelajaran.


Di luar mukaku menunjukkan bahwa aku kesal,di dalam aku tertawa karena dia terus memandangku. Aku hanya merasa aneh karena dia tidak lelah memandangiku.


Tak lama kemudian jam pelajaran sudah selesai,bel istirahat berbunyi.


Semua murid keluar kelas dengan bahagia karena mereka paling menunggu jam istirahat.


Jason terus memandangiku di atas kursi guru.


Setelah semua murid di kelas telah keluar hanya tersisa aku,Nika,dan Eliza di kelas.


"El,apakah kita jadi makan bersama dengan Jessica?" tanya Nika.


"Kau ikut?" tanya Eliza.


"Aku ikut,kalian duluan saja,aku masih ada urusan, katakan pada Jessica bahwa aku akan menyusul," seruku kepada Nika dan Eliza.


"Baiklah,cepatlah," jawab Nika dan Eliza.


"Iya,tenang saja," jawabku.


Setelah tidak ada seorang pun di kelas hanya tersisa aku dan Jason.


"Mengapa kau terus memandangiku dari awal pelajaran hingga akhir pelajaran?" tanyaku kesal.


"Apakah kau tidak punya kerjaan?" tanyaku lagi.


Lalu dia tertawa dan menjawabku, "Kerjaanku hanya memandangimu saja."


Lalu aku kesal dan menjawab, "Kau ini benar-benar aneh."


"Berani-beraninya kau memanggilku seperti itu," seru Jason merengut.


Lalu Jason mendorongku sampai ke dinding serta menggenggam kedua tangaku.


Duk..


"Hey,apa yang kau lakukan?" marahku pada Jason sambil meringik meminta Jason melepaskanku.


"Jangan kau berani memanggilku seperti itu," kata Jason dengan muka dinginnya yang tampan itu.


Aku membersihkan pikiranku.


Aku tidak boleh terbawa perasaan,pikirku.


"Baik,maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi," kataku sambil memalingkan muka tidak melihat Jason.


Setelah aku menjawabnya seperti itu dia tersenyum lalu melepaskan tanganku.


"Gadis pintar," kata Jason sambil mengelus kepalaku.


"Jangan menyentuhku sembarangan," kata ku lalu pergi meninggalkan Jason.


"Hmm.. gadis yang menarik," kata Jason kedalam kelas.


Setelah aku keluar dari kelas aku tersipu malu. Tidak.. aku tidak boleh terbawa perasaan.


Akhirnya aku turun ke ruang makan lalu menghampiri Jessica,Nika,dan Eliza yang sedang berbicara sampai bercanda tawa.


Aku juga melihat Leo sedang duduk di sebelah Jessica sambil ikut berbicara. Mereka benar-benar sudah berbaikan ya?


"Elisabeth! akhirnya kau datang," seru Jessica dengan gembira.


"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang nih," ucap Nika dengan tertawa kecil.


"Apakah kau sudah mengambilkan makanan untukku?" tanyaku.


"Sudah,seperti biasanya benar?" tanya Eliza.

__ADS_1


"Iya," jawabku.


Lalu kita makan dengan lahap.


__ADS_2