
Aku dan Ellyon pun berjalan keluar dari panggung belakang, banyak siswa dan siswi yang menyaksikan kami berjalan berdua. Banyak pasang mata dan mulut yang kini sedang membicarakan kami berdua sehingga membuatku tidak nyaman.
Melihat ekspresiku seperti ini, dengan peka Ellyon menarik tanganku agar cepat pergi meninggalkan kerumunan orang yang ada di belakang panggung saat itu, aku sendiri terkejut ketika pria itu menarik tanganku. Aku pun akhirnya memilih untuk ikut berlari dengan Ellyon.
"Astaga, apakah kau melihatnya? Bukankah itu adalah putra dari perdana menteri kerajaan terbesar di benua ini?"
"Bagaimana bisa ia bersama dengan Elisabeth?"
"Astaga ia sangat tampan jika dilihat dari dekat."
Banyak perkataan yang diucapkan dari mulut ke mulut oleh beberapa siswa siswi di antara kerumunan itu. Kini, akan ada berita baru di sekolah mengenai hal ini yang nantinya akan menghebohkan satu sekolah.
"Mari kita cari jurnalis sekolah kita! Ini adalah sebuah berita yang besar! Elisabeth siswi terkaya di sekolah ini bisa berada bersama dengan tuan Ellyon. Bukankah hal itu adalah hal yang mengagumkan?" ujar salah satu siswa.
__ADS_1
"Benar juga, ini akan menjadi berita yang menarik, aku penasaran apakah mereka berdua memiliki hubungan khusus?" sahut yang lainnya.
"Astaga, aku sudah tidak sabar lagi, mari kita pergi cari jurnalis sekolah sekarang!" ajak yang lainnya untuk menyiarkan berita ini di papan mading berita di depan sekolah.
Kerumanan siswa-siswi itu pun bubar, mereka semua sama-sama mencari jurnalis sekolah untuk memberitakan berita ini.
***
"Sekolahmu ini sangatlah indah, sama seperti halaman yang ada di istana kerajaan," suasana hening dan canggung seketika dipecahkan oleh Ellyon, pria itu memulai pembicaraan setelah sekian lama kami berdua saling berdiam diri satu sama lain.
Senyuman pun terukir di wajahku setelah mendengarkan apa yang Ellyon katakan mengenai sekolahku, aku pun membalas perkataannya agar suasana tak menjadi hening dan canggung kembali.
"Terimakasih atas pujianmu, sekolah kami sangat dijaga baik juga oleh para pekerja dan murid-murid di sini," sahutku kepada Ellyon sembari memandangi sekitarku.
__ADS_1
Sampailah kami di tengah-tengah halaman sekolah, bangku yang ada di tengah halaman sekolahku itu menjadi tempat singgahan bagi kami untuk duduk.
"Dari halamannya saja sudah membuatku tertarik untuk bersekolah di sini, aku ingin sekali mengatakan kepada ayahku untuk sekolah di sekolahmu ini," ujar Ellyon kepadaku sembari menampakkan senyuman lebarnya itu.
Terkejutlah aku ketika mendengarkan apa yang Ellyon baru saja katakan, aku pun menoleh melihatnya lalu bertanya, "Mengapa begitu? Apakah sekolahmu tidak bagus?"
Pria itu menggelengkan kepalanya seketika, ia menoleh melihatku lalu menjawab, "Aku tidak bersekolah di tempat seperti kalian, aku sekolah di rumah atau biasa disebut dengan homeschooling."
Aku pun terkejut ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ellyon, mataku membulat seketika ketika mendengar apa yang baru saja pria itu katakan.
"Benarkah? Apakah hal itu karena kau adalah putra dari perdana menteri?" sahutku lalu bertanya kembali kepada Ellyon.
Ia memberiku jawaban dengan menganggukkan kepalanya kepadaku sembari menunjukkan senyuman di wajahnya, Ellyon pun menegakkan tubuhnya yang tadi duduk dengan bersandar lalu melihat kedua manik mataku.
__ADS_1