My Cold Guardian Angel

My Cold Guardian Angel
H-2


__ADS_3

Setelah aku bangun dari istirahat siang ku sekitar jam 4 sore aku terbangun dari istirahatku.


Lalu aku turun dari kasurku,aku jalan ke arah kamar Nika dan Eliza,aku masih melihat mereka tertidur pulas.


Akhirnya aku memutuskan untuk jalan jalan keluar.


Taman Sekolahku.. taman terindah yang pernah ada dalam sejarah hidupku.


Meletakkan setiap langkah kaki diatas rerumputan hijau yang asri dan indah,rasanya seperti tidak ingin pulang.


Lalu aku sampai di tengah tengah taman.


Aku duduk di bawah pohon rindang di tengah tamanku.


Tak lama kemudian aku mendengar suara langkah kaki.


"Apa yang kau lakukan disini? Apakah kau tidak istirahat?"


Aku mendengar suara laki-laki yang sudah tidak asing lagi.


Yup,dia Leo. Doi ku dari saat aku masih kecil.


"Aku sudah istirahat tadi," jawabku.


Leo datang lalu duduk di sebelahku.


"Bagaimana keadaan Jessica? Apakah dia mau keluar?" tanya Leo.


Jarang jarang Leo menanyakan kabar Jessica.


"Mengapa sekarang kau menanyakan keadaannya? Bukankah kau tidak peduli dengannya?" tanyaku kembali.


"Peduli salah,tidak peduli salah," kata Leo.


"Terasa aneh jika kau tiba-tiba peduli," kataku.


"Sudah jawab saja," kata Leo.


"Dia masih tidak mau keluar dari kamar," kataku.


"...." Leo diam tidak mengatakan apa-apa.


Setelah hening beberapa saat ia bertanya,"apa yang harus aku lakukan agar dia mau keluar?"


"Mungkin kau harus baikan dengannya?" kataku.


"...." dia diam kembali.


"Apa? Apakah kamu tidak mau?" tanyaku.


"Bukan tidak mau,tapi rasanya aneh jika barusan bertengkar langsung baikan," kata Leo.


"Apakah kau masih mau menunggu besok?" tanyaku.


"Mungkin,aku belum siap jika harus baikan sekarang," katanya.


Saat Aku berbincang bincang dengan Leo aku melihatnya membawa kertas gambar.


"Gambar apa itu?" tanyaku melihat gambar Leo.


"Oh,ini? Ini gambar anak gajah,aku ingat jika Jessica suka anak gajah," jawab Leo.


Dia mengetahui kesukaan Jessica...


"Mengapa? Apakah kamu juga mau aku gambarkan?" tanya Leo.


"Tidak,tidak usah," jawabku.


Tiba-tiba Leo mengusap kepalaku dan berkata, "Jika kau mau menambahi gambar ini tambahkan saja. Jangan malu."


Aku terkejut,mengapa Leo yang dingin ini jadi mengusap kepalaku sekarang.


Karena reflek aku menghempas tangannya.


"Jangan pegang-pegang," kataku.

__ADS_1


Lalu Leo tertawa.


"Baik,maafkan aku."


Akhirnya aku dan Leo pun tertawa.


"Maaf jika aku lancang," kata Leo.


"Apakah kau selalu seperti itu pada semua perempuan?" tanyaku sambil menertawakannya.


"Tidak.." katanya sambil malu karena dia menganggap bahwa aku menganggapnya nakal.


"Yasudah aku pergi dulu ya,terimakasih atas saranmu," kata Leo.


"Baiklah," kataku.


Akhirnya aku sendirian dibawah teriknya matahari sore dan pohon rindang yang asri.


Tak terasa 2 hari lagi adalah pesta penyambutan kedatangan perdana menteri Kerajaan Karstha... pikirku.


Setelah beberapa saat aku berdiri dan berjalan kembali ke kamarku.


Tak lama kemudian aku sampai di kamarku.


"Hey,kemana saja kau? Aku sampai mengira bahwa kau hilang dimakan hantu," kata Nika tiba-tiba setelah aku masuk ke kamar.


"Kau tidak bisa menutup mulutmu,ya?" tanya Eliza sampai menutup mulut Nika.


"Hmmphh!! Hmphh!" teriak Nika yang mulutnya sedang ditutup oleh Eliza.


"Sudah..sudah.. lepaskan dia," kataku melepaskan tangan Eliza.


Setelah tangan Eliza terlepas dari mulut Nika,Nika langsung bertanya,


"Apa yang kau lakukan diluar tadi?"


"Jalan-jalan," jawabku.


"Sama siapa? Jangan-jangan kau jalan-jalan berdua dengan laki-laki tanpa kita ketahui.." tanya Nika sambil menggodaku.


"Kamu mengapa bisa tahu aku sedang bersama dengan orang dan dia laki-laki?" tanyaku.


"Iya dong,aku sudah 5 tahun berteman denganmu,masa aku tidak mengetahui apa-apa tentangmu?" kata Nika dengan bangga.


"....." aku hanya diam saja tidak bisa berkata-kata.


"Kau bersama dengan siapa? Apakah dengan Orlando? Si anak tutor itu." tanya Nika.


"Aku..."


"Aku bersama dengan Leo," jawabku dengan malu.


Seketika hening karena Nika terkejut.


"Leo?"


"Benaran Leo?" tanya Nika.


"Iya."


"Benar," jawabku.


"Astaga Liz,teman kita sudah tidak bertepuk sebelah tangan," kata Nika kepada Eliza.


"...." Eliza hanya diam saja melihat muka Nika dengan raut wajah tertawa.


"Dia hanya menemaniku berbicara," kataku.


"Masa hanya bicara? Jangan-jangan ada yang kau sembunyikan dari kita," kata Nika.


"Tanyakan pada Leo sendir," kataku kesal pada Nika.


"Hehehe maaf," kata Nika.


"Apa yang kau bicarakan dengan Leo?" tanya Eliza yang jarang-jarang kepo

__ADS_1


"Um.. kita membicarakan tentang Jessica," jawabku.


"Oh,masalah kemarin."


"Iya."


Akhirnya aku menceritakan semua yang kubicarakan kepada Leo kepada Eliza.


Setelah cerita selesai,waktu sudah menunjukkan pukul setengah 6 malam.


"Sudah malam. Sudah waktunya kita makan malam," kataku.


"Aku turut prihatin dengan Jessica," kata Nika.


"Apa yang kurang darinya sehingga Leo menolaknya?" tanya Eliza.


"Aku juga tidak mengerti.." ucapku.


"Yasudah ayo kita makan malam," ajak Eliza.


"Baik," sahut Nika dan aku.


Lalu kita siap-siap untuk datang ke ruang makan,diluar kami telah ditunggu beberapa teman sekelas lain beberapa diantaranya adalah Mirzeta,Erick,dan Marlon teman dari Leo.


Setelah selesai siap-siap kita keluar dari kamar lalu turun ke ruang makan.


Saat sampai di ruang makan.


Aku,Nika dan Eliza datang lalu masuk ke ruangan murid elite dan duduk di kursi murid elite.


Setelah aku,Nika,dan Eliza duduk dan menunggu pekerja memberi kita makan,kami semua melihat Jessica datang masuk ke ruang makan.


Semua murid terkejut melihat Jessica datang setelah sekian lama Jessica tidak turun dari kamarnya.


"Selamat malam semuanya," sambut Jessica dengan senyuman hangat.


Semua murid juga menyapa balik Jessica.


"Jessica,akhirnya kamu turun juga. Kami menunggumu sampai 1 abad loh," kata Nika.


Lalu semua murid tertawa.


"Leo sudah mengajaknya berbicara ya?" pikirku dalam hati.


Sesudah Jessica duduk di kursinya aku melihat Leo masuk ke dalam ruang makan.


Saat Leo masuk mata kita saling menatap.


Aku memberi aba-aba 'terimakasih' pada Leo melalui anggukan ku.


Leo pun mengangguk.


"Tak terasa 2 hari lagi adalah pesta penyambutan Perdana menteri kerajaan Karstha ya?" kata Bu Desyana.


"Iya bu,saya juga sudah tidak sabar," kataku.


Setelah beberapa saat makanan yang disiapkan sudah siap untuk dihidangkan.


"Mari kita berdoa dahulu sebelum makan," kata Bu Desyana.


Akhirnya kita berdoa bersama sebelum makan.


Setelah selesai berdoa maka kami semua makan dengan lahapnya.


Setelah kami semua selesai makan kami kembali ke kamar masing-masing.


Sebelum aku kembali ke kamar aku menghampiri Leo dan Jessica.


"Selamat ya," kataku menyelamati mereka karena mereka sudah baikan.


"Terimakasih Elisabeth!" ucap Jessica lalu memelukku.


Aku pun membalas pelukan Jessica.


Saat aku sedang memeluk Jessica aku melihat Leo lalu mengucapkan isyarat 'terimakasih' lagi dengan mulutku tanpa berbicara.

__ADS_1


Lalu Leo mengangguk.


__ADS_2