My Cold Guardian Angel

My Cold Guardian Angel
Berjalan Bersama Ellyon


__ADS_3

"Uhm, boleh saja. Aku akan menemani tuan Ellyon berjalan menyusuri sekolah kami yang besar ini," jawabku kepada Ellyon dengan gugup dan sedikit terbata-bata.


Aku benar-benar terkejut dan gugup ketika mendengar permintaan Ellyon dan tanpa aku sadari, aku menerimanya begitu saja. Mataku sudah tak dapat memandangnya lagi karena begitu gugup dan segan, laki-laki itu menyadarinya dan menatapku dengan bingung.


"Ada apa denganmu? Apakah kau sakit? Atau kau tidak ingin menemaniku berjalan bersama?" Ellyon membuatku terkejut, kini wajahnya telah berada tepat di depan wajahku dan ditambah lagi ia menanyakan pertanyaan yang membuatku semakin gugup dan terkejut.


"Ah, tidak. Aku akan menemani anda berjalan bersama," jawabku kepada Ellyon dengan terbata-bata dan gugup yang telah memuncak tinggi.


Ellyon tersenyum tertawa, kedua manik matanya itu memandangku dengan dekat dan tak kunjung berhenti memandangnya.


"Apakah kau segan denganku? Kau tak perlu seperti itu, perlakukan saja aku sama seperti dengan teman-temanmu," Ellyon mengatakan apa yang sedang kini aku pikirkan sehingga membuatku terkejut serta dibumbui dengan rasa malu. Aku pun mengganti ekspresiku dan menatapnya biasa saja.

__ADS_1


"Tidak mungkin aku tidak segan denganmu, kau adalah putra dari perdana menteri kerajaan terbesar di dunia ini. Justru seharusnya aku harus memperlakukanmu dengan segan," balasku kepada Ellyon sembari menahan malu dengan menutup mulutku ketika aku berbicara dengannya.


Pria itu tersenyum, ia pun memalingkan wajahnya dariku lalu memandang ke depan dan berkata, "Tenang saja, kau tak perlu seperti itu denganku. Santai saja, panggil aku Ellyon. Meski aku lebih tua darimu, aku tidak suka dipanggil kakak."


Setelah mendengarkan perkataan Ellyon barusan, perasaanku menjadi sedikit lega. Rasa seganku berkurang dan aku menjadi ingin memperlakukannya seperti teman-temanku.


"Baiklah, Ellyon," sahutku singkat lalu mulai melangkahkan kakiku berjalan menjauhi ruangan di belakang panggung.


"Astaga Eliza, aku pusing. Sepertinya aku akan pingsan. Aku tak percaya dengan semua ini, sepertinya aku sedang bermimpi. Tolong bangunkan aku," Nika memulai dramanya seperti biasanya sehingga membuat Eliza sahabatnya itu resah. 


"Sudah-sudah, kau tidak usah banyak akting. Berdirilah dengan baik, kita harus kembali. Panggil Elisabeth untuk mengatakan tempat janji kita nanti," Eliza memapah Nika yang tadinya berdiri sempoyongan itu. Nika pun mengangguk lalu berjalan menghampiriku dan Ellyon.

__ADS_1


"Lis, nanti kita berkumpul di ruang makan ya? Aku dan Eliza kembali terlebih dahulu. Nikmatilah waktumu!" Nika datang kepadaku dan berbisik sesuatu kepadaku. Aku pun menganggukkan kepalaku sembari tersenyum kepadanya.


"Baiklah, sampai jumpa di sana nanti," sahutku singkat kepada Nika.


Sahabat karibku itu pun tersenyum segan kepada Ellyon lalu pergi meninggalkanku untuk menghampiri Eliza kembali.


"Sudah kukatakan, mari kembali sekarang," ajak Nika kepada Eliza sembari menggandeng tangannya dan menariknya dengan keras.


Eliza pun tertarik lalu berjalan mengikuti Nika sembari berkata, "Ah, tidak perlu menarikku seperti itu juga!"


Setelah Eliza dan Nika pergi, Ellyon pun mengajakku untuk mulai berjalan bersamanya.

__ADS_1


"Mari pergi sekarang," ajak Ellyon kepadaku dengan singkat. Aku pun menganggukkan kepalaku lalu melangkahkan kakiku.


__ADS_2