
Perubahan POV 1 ke POV 3, selamat membaca semuanya. Akan ada revisi bagi permintaan kalian nantinya😇🙏🏻
Bangku taman sekolah
"Bagaimana jika kau menjadi teman pertamaku yang menyambutku masuk nantinya?"
Ellyon seketika melontarkan pertanyaan yang membuat Elisabeth terkejut, tanpa berpikir gadis itu langsung mengangguk.
"Boleh saja, kau tak perlu menanyakannya lagi," jawab Elisabeth lalu berdiri dari bangku taman sekolah.
"Mari kembali, acara pasti akan segera selesai."
Suasana seketika canggung ketika Ellyon berlagak seperti dekat dengan Elisabeth, gadis itu menjadi sedikit tak nyaman pastinya.
"Baik," Ellyon mengikuti Elisabeth lalu berjalan dari sebelahnya.
Srekk...
Tanpa disadari, setelah mereka berjalan Jason duduk di atas bangku itu. Ia menatap sinis pria yang kini berada di sebelah gadis hampir 16 tahun itu.
***
Kembali ke ruang pertunjukan, Elisabeth hendaknya mencari pasangan dari kedua sahabatnya untuk mengajak mereka bertemu di ruang makan untuk berbincang-bincang dengan Ellyon.
"Aku hendak mencari teman-temanku, maaf membuatmu menunggu," ujar Elisabeth sembari menengadahkan pandangannya mencari kedua pria itu.
__ADS_1
"Tak perlu sungkan." Ellyon pun berdiri menunggu Elisabeth.
Was.. wes.. wos..
"Bukankah itu yang mulia Ellyon? Putra perdana menteri raja? Ia sangat tampan!"
"Aku ingin menghampirinya!"
Rombongan para gadis hendak menghampiri Ellyon yang sedang berdiri menunggu Elisabeth, pria itu tak hanya berdiri saja ketika menyadarinya. Ia meminta pengawalnya untuk menutupinya.
Hanya memberi isyarat saja, pengawal-pengawal Ellyon langsung saja melakukan apa yang harus mereka lakukan.
"Maaf, nona-nona. Tuan sedang tidak ingin diajak berbicara. Silahkan pergi."
Empat pengawal menghalang Ellyon sehingga membuat para gadis yang datang kecewa.
Grep
"Kemarilah," Elisabeth menarik tangan Ellyon untuk segera mengajaknya pergi dari tempat itu.
Kedua remaja itu pun pergi meninggalkan tempat itu sementara Marlon dan Zack berada di depan ruang pertunjukan tadinya.
"Marlon, Zack. Ikuti aku!" seru Elisabeth kepada kedua temannya itu.
Menolehlah kedua pria itu, langsung tanpa basa-basi mereka mengikuti Elisabeth.
__ADS_1
Pengawal Ellyon berhasil menghentikan para gadis-gadis itu sebelum mereka semua menyadari bahwa pangeran mereka menghilang.
Elisabeth dan teman-temannya pun sampai di ruang makan yang kini sepi.
***
Ruang makan
"Akhirnya kau datang juga, kami telah memesan makanan kesukaanmu. Aku muak dengan makanan yang berada di ruang pertunjukan."
Nika langsung menyambut kami semua dan memberikan makanan yang ia pesan kepada kami lalu bertemu dengan pacarnya, Marlon.
Elisabeth langsung saja mengajak Ellyon untuk duduk di sebelahnya, sedangkan Marlon duduk di sebelah Nika dan Zack di sebelah Eliza.
Eliza menatap Elisabeth terdiam, ia berbisik di telinga sahabatnya itu.
"Apa yang kau lakukan dengan membawa yang mulia ini kemari? Apakah kau ingin membuat suasana menjadi canggung dengan membawa orang terhormat kemari?"
"Tak usah kau hiraukan, aku tak akan meninggalkannya sendiri juga di sana. Ia akan habis dimakan para gadis-gadis di sana--"
"Puft.."
Ketika Elisabeth sedang berbincang dengam Eliza, Nika tertawa mendengarnya walau tak terdengar oleh Ellyon.
"Terserah kau saja." Eliza lanjut memakan makanan yang Nika pesan untuknya, sama sekali tak ingin melihat Ellyon.
__ADS_1
Pria bangsawan yang mulia itu pun berbisik kepada Elisabeth.
"Apa kehadiranku tak diterima di sini?" tanyanya sehingga membuat Elisabeth terkejut mendegarnya seketika.