My Cold Guardian Angel

My Cold Guardian Angel
06 | Sudah Muak


__ADS_3

"Apa maumu padaku?! Aku tak ingin kembali ke rumah penuh kejahatan itu lagi. Aku bukan sesuatu yang dapat dimanfaatkan dan dipermainkan!" Lagi-lagi mencurahkan isi hatinya kepada pria asing tak bernama itu, ia pun dibawa kepada seorang wanita paruh baya yang sudah menunggu di ujung jalan setempat itu.


"Terima kasih telah menemukan nona muda, kami akan membayarmu dengan bayaran yang telah dijanjikan sejak awal perjanjian," ujar pelayan rumah yang memiliki tatapan buruk itu sambil mendekap Elisabeth di rangkulannya dengan kasar.


Pria yang sempurna tertutup dengan jubah hitam itu pun mengangguk dan berbalik arah, meninggalkan gadis yang nyaris kabur meninggalkan semua penderitaannya.


Percuma saja meminta tolong padanya, ternyata ia dibayar oleh keluarganya untuk mendapatkannya kembali. "Hey!" panggil gadis itu padanya hingga pria setinggi 190cm itu menoleh menatapnya.


Tidak ada pantulan wajah yang dapat dilihat meski lampu jalan menyinarinya, seluruhnya tertutup oleh penutup hitam yang hanya memperlihatkan kedua sorot mata tajamnya.


"Suatu saat, ketika aku kabur lagi, kau harus membantuku untuk kabur. Aku akan mengingatmu hari ini, dan aku tidak akan memaafkanmu jika kau menangkapku dan membawaku kembali ke keluargaku lagi," ancam gadis itu sebelum dibawa pergi oleh pelayan di rumahnya.

__ADS_1


Pria itu tampak tak peduli dengan kata-katanya dan hanya meninggalkannya saja, gadis itu frustasi ketika melihat reaksinya. Ia pun dibawa pulang ke dalam penderitaannya lagi, jauh dari kebahagiaan yang seharusnya ia rasakan di umurnya yang masih muda.


Suara langkah kaki dari kedua arah menjauh, pria itu pergi dengan sebongkah emas batangan yang ia genggam dengan tangan kekarnya. Suara yang ia dengarkan dari gadis itu terus terngiang di kepalanya, ia menoleh ke belakang dan tak melihatnya lagi.


Masalahmu dan penderitaanmu itu tak berada jauh di atas kekuatanmu. Kau akan mendapatkan balasan atas apa yang sudah kau lakukan, ujar pria itu dalam hatinya tanpa mengatakan apa pun.


Ia pergi melompat tinggi ke suatu bangunan ke bangunan lain, tampak seperti bukan manusia biasa. Suhu dingin dan angin membawanya pergi serta.


Malam yang dingin, pintu besar berwarna hitam terbuka hingga mengeluarkan suara iringan kuno ketika terbuka melebar. Pelayan itu masih membawa gadis kecil bertubuh ramping yang agaknya adalah nona muda dari rumah itu.


"Kau pasti bersenang-senang bukan di luar sana? Bagaimana rasanya berjalan tanpa alas kaki, tuan putri kami?" cibir pelayan itu dengan tatapan menjijikkan. Ingin sekali rasanya Elisabeth menendang rupa wajah penuh kejahatan itu.

__ADS_1


Dirinya diturunkan secara kasar di ruang tamu rumah yang sangat besar, terlihat seluruh pelayan dan keluarga kecil Ellgyon sedang menatap Elisabeth yang berhasil membuat seluruh penjuru rumah panik untuk yang kesekian kalinya.


Lorraine menghampiri putrinya itu, mengangkat dagunya dan menamparnya tanpa ampun.


Plak!


Suara tamparan itu terdengar hingga ke seluruh penjuru ruang tamu.


"Sudah aku duga, kau akan berusaha untuk kabur lagi. Apakah kau tidak lelah? Kau bertindak seperti gelandangan," hina wanita itu seraya mengibaskan kedua tangannya. Tawa jahat dari ayah dan kakak laki-lakinya tak ketinggalan.


Elisabeth meringkuk di lantai, mengepal erat kedua tangannya dan menatap tajam ibunya yang jahat itu.

__ADS_1


"Sekalian saja rusak wajahku agar aku tidak jadi menikah!" seru gadis itu tak kenal takut. Dirinya berdiri dari tempat di mana ia berada. "Aku sudah muak akan segalanya."


__ADS_2