
"Siapa yang bilang begitu, kau diterima di sini." Elisabeth langsung saja menjawab pertanyaan Ellyon dengan tegas sehingga membuat yang lain semuanya melihat ke arahnya.
Ellyon diam seketika lalu mengangguk, tak ada yang memesankan makanan untuknya karna Nika tak tahu jika ia akan datang bersama Elisabeth.
Tuk..
"Saya tidak tahu selera anda tetapi semoga anda menyukainya."
Eliza memberikan semangkuk makanan yang Nika pesan untuknya, makanan itu adalah ayam saus teriyaki yang merupakan makanan termahal di sekolah ini.
"Terimakasih," Ellyon pun mengambil makanan itu lalu memakannya. Yang lain menutup mulut mereka karna menahan tawa.
Elisabeth menoleh melihat Eliza lalu mencubitnya pelan sehingga membuat Eliza terkejut.
"Aww.. apa yang kau lakukan?" Eliza berbisik kepada Elisabeth karna kesakitan.
"Apakah kau tak tahu apa yang sedang kau lakukan? Kau seperti menghinanya, aku tahu maksudmu pasti baik karna Nika tak memesan apapun untuknya."
"Tetapi apakah kita akan diam saja melihatnya tidak makan sendiri sementara kita semua makan?" Eliza dan Elisabeth berdebat sendiri sambil berbisik sementara Nika membuka percakapan untuk menutupi kecanggungan.
__ADS_1
"Ekhem.."
"Yang mulia, bolehkah hamba bertanya kepada anda?" Nika membuka percakapan untuk Ellyon sembari menunjukkan senyuman lebarnya.
Ellyon pun menatapnya lalu menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Silahkan saja, tidak perlu sungkan."
"Di mana sekolah anda? Maafkan rasa penasaran hamba ini tetapi hamba benar-benar penasaran."
Marlon dan Zack juga mengangguk penasaran untuk mencairkan suasana.
Ellyon pun tersenyum lalu meletakkan garpunya.
"Saya sekolah di rumah, homeschooling." Jawaban Ellyon membuat ketiga orang yang kini berada di depannya kagum.
Tap.. tap.. tap..
"Hai semuanya, wah di sini ada yang mulia tuan Ellyon. Selamat siang." Jessica dan Leo datang sehingga membuat Nika lega. Semakin banyak orang yang datang akan membuat suasana menjadi tidak canggung.
"Wah ada Jessica dan kak Leo, silahkan duduk di sini. Aku akan memesan makanan untuk kalian," Nika langsung saja berdiri dan pergi memesan makanan.
__ADS_1
Elisabeth pun menyelesaikan perdebatannya dengan Eliza lalu kembali melihat teman-temannya.
"Maaf tidak sopan, aku harus pergi sebentar. Ellyon, saya tinggal terlebih dahulu. Silahkan berbincang-bincang dengan teman-teman saya."
Elisabeth pun bergegas pergi dari sana sehingga membuat Ellyon tertinggal dengan teman-temannya.
***
5 menit sebelum Elisabeth pergi
Jason terlihat memandang Elisabeth dari belakang pilar yang ada di ruang makan, Elisabeth terkejut ketika menyadarinya tetapi ia tetap saja berdebat dengan Eliza sampai selesai.
Kedua manik mata Jason menatap tegas Elisabeth sehingga membuat Elisabeth terkejut selagi berbicara dengan Eliza.
"Sudah, pokoknya kau berbicaralah dengan Ellyon. Tunjukkan moral dan kesopananmu, aku harus mengurus suatu hal. Tolong ajak ia bicara," Elisabeth bergegas menyelesaikan pembicaraannya lalu menyampaikan kepada teman-temannya bahwa ia harus pergi.
"Eh, El. Mau kemana kau?"
Elisabeth pun pergi meninggalkan teman-temannya lalu bergegas menghampiri tempat di mana Jason berdiri di sana.
__ADS_1
Ia pun menarik tangan Jason lalu membawa Jason keluar dari ruang makan.
"Ada apa? Mengapa kau melihatku seperti itu dari jauh sana?" tanya Elisabeth sembari melihat sekeliling, tak ingin ada orang lain selain mereka di sana.