
1 Bulan yang lalu.
Sudah beberapa kejadian aneh yang terjadi di beberapa bulan terakhir. Usia Elisabeth yang hampir mencapai 17 tahun kini tengah diperdebatkan oleh anggota keluarga.
Kehidupan Elisabeth yang biasa-biasa saja akhir-akhir ini menjadi sedikit suram. Gadis itu memang selalu dimanjakan oleh fasilitas mewah keluarganya, namun ia sangat jarang mendapat kasih sayang orang tuanya dari kecil.
Cuek dan tidak peduli akan keadaannya, meski hari-hari itu adalah hari-hari sebelum penderitaannya dimulai. Ia melihat gerak-gerik mencurigakan dari orang tuanya yang akhir-akhir ini lebih sering menatapnya dengan tajam.
"Kita harus membawa anak itu untuk berbicara," pinta Lorraine kepada suaminya. Andre setuju, ia pun membawa seluruh anggota keluarga menuju ke ruang keluarga pada keesokan harinya.
Entah hari apa itu, Elisabeth mendapat keusilan lagi dari kakak laki-lakinya yang hanya memperburuk hari gadis itu. Pria itu meletakkan ular mainan di depan pintu dan menyebabkan Elisabeth terjatuh ketika membuka pintu pagi itu.
__ADS_1
"Apa maumu, hah?!" pekik gadis itu seraya melemparnya kembali. Suasana rumah pagi-pagi sudah hiruk pikuk hingga pasangan Ellgyon itu menghentikan mereka.
"Anak-anak, umur kalian sudah tidak muda lagi. Setidaknya tunjukkan kesopanan kalian." Dari situ, Elisabeth sudah tidak mendapatkan pembelaan atas apa yang seharusnya ia dapatkan. Ia tak pernah sekalipun menjahili atau mengusili saudara laki-lakinya itu.
Ruang Keluarga.
"Hari ini, kita secara khusus akan berbicara kepada kalian," ujar Andre kepada kedua anaknya. Perasaan tidak enak muncul dalam benak, tak biasa bagi mereka dalam keadaan ini.
Elisabeth belum bisa mengangguk untuk menyetujui apa kata ibunya karna permintaan yang belum disebutkan sama sekali, sangat cerdas, ia mendengarkannya terlebih dahulu.
"Ada apa, Bu?" tanya gadis itu. "Apakah ada masalah?" lanjutnya seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
Lorraine menggelengkan kepalanya, ia justru tersenyum, begitu mengerikan. "Tidak ada masalah, kami hanya ingin kau melakukan jasa untuk membalas kebaikan keluarga ini padamu," jawab wanita itu.
Mulai dari pembicaraan itulah, Elisabeth menerima ancaman dan permintaan mengerikan dari keluarganya. Bulan itu dipenuhi oleh kejadian yang tidak dibayangkan oleh gadis itu selama hidupnya, hal yang membuatnya bahkan merutuki nama keluarganya sendiri.
Apakah keluarga ini begitu rendah hingga mempermainkan dan memanfaatkan anggota keluarganya sendiri untuk memuaskan keinginan mereka? pikir gadis itu dalam hatinya. Dirinya sedang dibelenggu saat itu, menerima hukuman karena tidak berhasil melakukan permintaan Lorraine.
Kriet. Pintu besar hitam ruang bawah tanah terbuka dan membuat suara menyeramkan, semua orang pun bahkan ingin cepat-cepat pergi dari sana karna kedap suara dan minim udara.
"Apakah kau sudah mengerti posisimu dan apa yang akan kau dapatkan jika tidak berhasil melakukan hal kecil saja?"
Elisabeth menatap ibunya ketika mendengar hal itu, mengepal kedua tangannya yang terangkat dengan erat, ia berusaha untuk menegakkan tubuhnya dan menatap ibunya itu.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang telah kulakukan hingga kalian semua berbuat seperti ini padaku? Kalian kira, aku ini adalah gadis yang lemah hingga dapat melakukan apa yang kalian mau?" sahutnya tegas.