My Cold Guardian Angel

My Cold Guardian Angel
13 | Berada Bersamaku


__ADS_3

3 hari berlalu, namun tak mematahkan semangat Lorraine dan Andre untuk mencari putri mereka yang telah kabur seorang diri. 2 hari lagi sampai hari pernikahan tiba, dan keduanya masih berunding.


"Apa yang akan kita katakan kepada Keluarga Hawk? Seharusnya seminggu ini, kita menyiapkan pernikahan mereka meski hal ini adalah pernikahan politik belaka," gerutu Andre.


"Kita temui saja mereka sekarang sekeluarga. Minta undur pernikahan karena Elisabeth belum siap. Apakah hal itu adalah ide yang bagus?" tawar Lorraine.


"Malah terdengar aneh karena kita tak membawa El bersama kita," sahut Andre.


Sepasang suami istri itu bingung sampai kedua putra mereka turun dari lantai dua. Lorraine memanggil mereka untuk ikut berdiskusi.


"Kalian berdua sudah dewasa, ikutlah Ayah dan Ibu untuk bertemu Keluarga Hawk. Jika mereka menyukai kalian, mungkin kalian juga bisa menikahi putri mereka," pinta Lorraine.


Keluarga Hawk, keluarga paling kaya di Kota Royale. Bahkan gelandangan di jalan raya pun mengenal mereka, kota lain juga menyanjung nama keluarga itu. Putra dan putri mereka menjadi konglomerat terkaya dan termuda di kota itu. Sayangnya, wajah mereka tidak pernah ditunjukkan ke media massa mana pun.


Memiliki entah kesepakatan seperti apa dengan Keluarga Ellgyon, mereka seharusnya membicarakan pernikahan dengan matang-matang. Sayangnya, hingga H-2 pernikahan, tidak ada utusan yang datang untuk membicarakan pernikahan sama sekali.


Akhirnya, keempat insan itu yang mendatangi mereka. Mansion besar yang terletak di ujung kota menjadi pemandangan depan mata mereka. Para pengawal profesional membukakan pintu tanpa mengubah raut wajah datar mereka.


"Selamat datang, Tuan, Nyonya, dan Tuan Muda Ellgyon," sambut seorang pria berjas hitam yang telah dikenal oleh Lorraine dan Andre.

__ADS_1


"Selamat siang. Di mana Tuan Anda?"


"Silakan ikuti saya."


Menyusuri halaman mansion, mereka naik mobil kecil untuk mempersingkat waktu hingga sampai ke bangunan mansion. Keempatnya turun lalu disambut oleh pemandangan pelayan wanita yang berjejer di depan rumah.


"Sepertinya hanya Anda yang menyambut kami, Tuan Edgar," sindir Lorraine.


Pria bernama Edgar Brown mengangguk. "Benar. Tuan dan Nyonya tidak ada di rumah untuk saat ini. Anda dapat membicarakan pernikahan dengan saya," sahutnya profesional.


Lorraine kesal. Bagaimana bisa keluarga yang bersepakat bahkan tidak datang untuk menyambut mereka. Pernikahan tak lama lagi, seharusnya mereka berunding bersama.


"Anda juga benar."


Mereka semua dibungkam oleh jawaban profesional dari Edgar. Mengingat bahwa kesepakatan pertama pernikahan juga dilakukan oleh Edgar, mereka hanya dapat duduk diam agar tak terus merendahkan diri dengan banyak bicara.


"Di mana Tuan Muda? Kami ingin menemui calon besan," tanya Lorraine dengan senyum palsu.


Edgar memejamkan mata lalu tersenyum. "Persiapan pernikahan sedang dijalankan, tentu Tuan Muda sibuk dengan hal itu."

__ADS_1


"Mengapa Anda sama sekali tak membiarkan kami bertemu dengan siapa pun dari keluarga ini? Apakah anggota keluarga ini hanya anda saja? Kami juga harus bertemu dengan orang yang akan menikahi putri kami—"


"Lantas di mana putri Anda, Nyonya Ellgyon?"


Edgar membungkam mulut Lorraine. Mereka lupa bahwa tidak membawa Elisabeth kemari. Kesepakatan awal dilakukan dengan panggilan telepon, dan kini adalah pertama kalinya mereka bertemu secara tatap muka dengan Edgar. Tentu Edgar ingin melihat calon pengantin tuannya.


"Sebaiknya Anda pertemukan kami dengan Tuan Muda kalian jika Tuan kalian tidak ada. Kami ingin membicarakan pernikahan ini, bahkan pernikahan ini harus diundur karena putri kami tidak berada bersama dengan kami," jelas Andre tanpa basa-basi.


Lorraine terkejut karena suaminya keceplosan, seharusnya hal itu merupakan rahasia bagi mereka. Wanita itu sampai mencubit lengan suaminya dan tersenyum kecut.


"Maksud kami, kami menundanya karena—"


"Tidak perlu ditunda."


Seluruh mata memandang ke arah suara, Edgar juga langsung menoleh mendengar suara tuannya. Seorang pria berjalan merangkul gadis yang membuat keempat insan tamu itu ternganga.


"Putri Anda memang tidak berada bersama dengan Anda semua, karena ia ada di sini bersamaku."


...— To Be Continue —...

__ADS_1


__ADS_2