My Cold Guardian Angel

My Cold Guardian Angel
H-1


__ADS_3

Saat kami semua menghabiskan makananku, aku izin kepada Jessica dan Leo karena mengingat bahwa aku memiliki tugas yang harus aku selesaikan dari sekolah yaitu mengisi formulir yang diberikan oleh kepala sekolah.


"Jessica,Leo,aku izin kembali terlebih dahulu, aku mengingat bahwa aku masih ada tugas yang harus aku selesaikan hari ini," izinku.


"Baik,Elisabeth. Kembalilah, semangat ya dalam mengerjakan tugasnya!" kata Jessica mendukungku.


"Baik,kembalilah," ucap Leo.


Saat aku hendak kembali ke kamarku Nika menarik tanganku lalu membisikkanku, "Elis, aku dan Eliza izin tinggal disini dahulu,aku masih ingin bertukar pikiran dengan Jessica dan Leo."


Aku yang peka dan mengerti apa maksud Nika lalu berkata, "Baiklah,tetapi jangan lama-lama."


Setelah aku berbicara dengan Nika aku kembali ke kamarku.


Tak lama kemudian aku sampai di kamarku lalu membuka kamarku dengan menggunakan kunci kamarku.


Klekkkk....


Pintu kamarku terbuka lalu aku masuk ke dalam kamarku.


Saat aku masuk ke dalam kamarku aku melepas sepatuku dan kaus kakiku.


Aku yang hendak masuk ke dalam ruang belajarku untuk menyelesaikan formulirku terkejut karena melihat Jason duduk di kursi rung belajarku membaca kertas formulirku dengan tersenyum seperti sedang tertawa.



"Hey,apa yang kau lakukan disini?" tanyaku heran dan kesal.


Lalu Jason melihatku sekilas setelah itu ia lanjut membaca kertas formulirku.


"Kembalikan kertas formulirku!" pintaku kepada Jason sambil berusaha mengambil kertasku.


"Sebentar,aku masih membacanya," katanya menghindar dariku.


"Kembalikan!" teriak ku.


"Jangan kau rebut nanti sobek," katanya.


Lalu aku terdiam dan melihatnya dengan cemberut.


Jason tertawa membaca kertas formulirku lalu aku bertanya, "Apa yang kau tertawakan?"


"Tulisanmu imut, seperti kamu," ucapnya.


Lalu aku malu dan berkata,


"Eh...."


"Terimakasih.." ucapku malu.


Setelah ia mengucapkan itu akhirnya aku duduk di meja kaca yang ada di depan ruang belajarku hendak menyisir rambutku.


Aku bisa melihat bahwa Jason memandangiku sambil tersenyum.


Saat aku tersadar bahwa ia memandangiku terus aku bertanya padanya, "Apa bagusnya kau memandangiku seperti itu?"


"Aku suka melihat wanita cantik seperti dirimu," ucapnya.


"........"


Aku terdiam mendengar jawabannya.


Lalu aku bertanya lagi," jadi semua wanita yang ada di sekolahku kau selalu pandangi seperti itu?


"Tidak,hanya dirimu," serunya.


"........"


Ia membuatku terdiam malu untuk yang kedua kalinya.


Elisabeth sadarlah,jangan terbawa dengan omongan manisnya itu, batinku.

__ADS_1


Lalu aku lanjut menyisir rambutku.


Beberapa saat kemudian aku melihat Jason telah selesai membaca kertas formulir yang aku tulis lalu ia memandangiku kembali seperti kebiasaannya


Aku melihatnya aneh tetapi mengapa di dalam hati aku tersipu malu dan tertawa, aku tidak mengerti apa yang kurasakan.


Setelah aku selesai menyisir rambutku aku bertanya pada Jason, "Apakah kau sudah selesai membacanya?"


"Iya,sudah, ambillah," ucapnya.


Lalu aku mengambil kertas formulir itu dan hendak melanjutkannya.


Saat aku melanjutkannya aku melihat Jason duduk melamun memandangiku sambil tersenyum.


"Apakah kau tidak lelah memandangiku seperti itu?" tanyaku heran.


"Tidak, aku tidak dapat lelah," serunya.


"Makhluk apa kau ini?" tanyaku.


"Mengapa kau menanyakan pertanyaan itu?" ucapnya.


"Mana ada manusia yang tidak dapat lelah?" kataku.


"Apakah kau tidak menganggapku manusia?" tanya Jason.


Lalu aku berdiri dari kursiku, berjalan ke arah dimana Jason duduk lalu mendekat kepada Jason.


Jarak wajah kita hanya sekitar 30 cm saja.


Aku memandangi wajahnya dengan heran lalu ia berkata, "Apakah kau terpesona dengan wajah tampanku sehingga kau memandangiku seperti ini?"


Tak lama setelah Jason menanyakan pertanyaan itu aku mencubit wajahnya untuk memastika bahwa ia dapat merasakan sakit.


"Hey,aduhh..aduhh.. sakit," kata Jason.


"Oh? ternyata kau dapat merasakan sakit?" ujarku.


"Mengapa kau melakukan ini?" tanya Jason kesakitan.


Setelah itu Jason berdiri lalu menggendongku.


"Ahh! kau mau apakan aku?!" teriakku.


"Kau nakal ya," ucapnya tertawa jahat.


Lalu Jason membaringkanku di kasur Nika dan menggelitikku.


"Ihh.. geli... hahahha.." tawaku geli dengan gelitik Jason.


"Rasakan ini," ucapnya.


Lalu Jason menggelitikku semakin menjadi jadi sampai aku tertawa keras.


"Hentikan Jason, hentikann!" ucapku sambil tertawa.


"Aku tidak akan berhenti sampai kau memanggilku tampan," ancamnya.


"Tidak mau, kau tidak tampan," ucapku sambil tertawa.


"Oke, rasakan ini," Jason menggelitik bagian perutku yang dimana aku paling sensitif jika di gelitik disitu.


"Hahahahhaa.... hentikan! aku tidak kuat lagi," ucapku.


"Katakan aku tampan," seru Jason.


"Tidak mau!" jawabku kepada Jason.


Jason tidak berhenti menggelitikku sampai aku lelah.


"Jasonn.. berhenti.. aku lelah," seruku yang masih tertawa.

__ADS_1


"Katakan aku tampan," pintanya.


"Ihh jangan mengancamku," jawabku.


"Katakan!" pinta Jason sambil tertawa.


Karena aku tidak tahan lagi akhirnya aku pasrah dan mengatakan, "Iya, Jason sangat tampan,gagah berani."


Lalu Jason puas.


Setelah itu ia menghentikan gelitiknya.


"Huftt... aku lelah..." ucapku berbaring di kasur.


"Bagaimana? apakah kau percaya bahwa aku adalah seorang manusia?" tanya Jason.


"Iya,iya. Aku percaya. Sudah, aku lelah, aku mau tidur," ucapku kepada Jason lalu berdiri ke kamar mandi hendak mengganti pakaianku.


"Awas kau jangan membuka pintu kamar mandi ini,jika kau berinisiatif mengintip aku akan menamparmu," ancamku pada Jason.


Lalu Jason tertawa dan berkata, "Dosa itu, dosa. Aku tidak akan melakukannya."


"Janji ya,awas kau," ucapku.


"Iya janji," jawabnya.


Lalu aku mengganti pakaian ku menjadi pakaian tidur.


Setelah selesai mengganti pakaian aku berjalan menuju kasurku. Aku masih melihat Jason duduk di kasur seperti seorang pengantin pria mennggu pengantin wanitanya.


"Keluar kau, aku ingin tidur," ucapku.


"Aku juga ingin tidur," ucapnya.


"Ih,tidak mau! keluar kau! kau adalah laki-laki ingatlah!" teriakku pada Jason.


"Aku juga lelah..." kata Jason dengan muka melas.


"Jika kau mau tidur jangan disini! di luar sana, sekalian di kolam ikan!" kataku membentak Jason.


Lalu Jason tertawa.


"Baiklah jika itu maumu aku akan keluar sekarang," katanya sambil tertawa.


"Yasudah keluar sana," pintaku.


"Iya,aku tidak akan keluar lama-lama,nanti kau akan merindukanku," seru Jason geer.


"Ih,siapa juga yang akan merindukanmu," ucapku kesal.


Setelah itu Jason tertawa lalu ia membuka pintu kamarku hendak keluar.


"Baiklah, tidurlah," ucap Jason meninggalkan kamarku.


Saat dia meninggalkan kamarku aku tertawa di kasurku.


Hahaha ada saja laki-laki seperti Jason,batinku.


Lalu aku tertidur pulas di kasurku hingga Nika dan Eliza kembali ke kamarku.


Saat itu aku masih setengah terbangun.


Saat Nika melihat bahwa sprei kasurnya berantakan ia berkata heran, "Eh? mengapa sprei kasurku berantakan seperti ini? padahal aku sudah menbereskannya tadi pagi."


Ketika aku mendengar perkataan Nika aku tertawa lalu tertidur nyaman.


Setelah aku tertidur Nika dan Eliza pun mengganti baju mereka lalu tidur.


Tak lama kemudian langit sore nampak dari jendela kamarku.


Aku terbangun dari tidurku.

__ADS_1


Lalu aku duduk di kasurku


Tak terasa ya besok adalah acara pesta sambutan kedatangan perdana menteri Kerajaan Karstha,batinku.


__ADS_2