My Cold Guardian Angel

My Cold Guardian Angel
Pasangan Eliza


__ADS_3

Aku terbangun dari tidurku lalu duduk di kasurku, Nika dan Eliza masih tertidur pulas di kasur mereka masing-masing.


Aku berdiri dari kasurku lalu berjalan ke kamar kecil untuk membuang air.


Setelah selesai buang air akhirnya aku membangunkan Nika dan Eliza karena mengingat bahwa kami akan makan malam lalu ibadah di ruang ibadah.


Pertama aku pergi ke kamar Nika terlebih dahulu lalu memasuki kamarnya.


Klekk...


Aku membuka pintu kamarnya.


"Nika,bangun. Ini sudah pukul 5 sore,kita harus bersiap-siap untuk makan malam," pintaku membangunkan Nika.


"Uhm...." kantuk Nika masih terdengar.


"Aku sudah membangunkanmu ya, aku tidak akan membangunkanmu lagi," ucapku lalu aku meninggalkan kamar Nika.


Setelah dari kamar Nika, aku pergi ke kamar Eliza lalu membangunkannya.


"Eliza,bangun. Ini sudah pukul 5 sore,kita harus bersiap-siap untuk makan malam," pintaku membangunkan Eliza.


"Hoamm... baiklah," jawab Eliza lalu duduk di kasurnya.


"Nika sudah bangun?" tanya Eliza kepadaku sambil membereskan kasurnya.


"Ya,seperti biasanya. Masih tidur,nanti aku main terumpet saja supaya ia terbangun," jawabku kepada Eliza.


"Terumpet. Hahahaha," tawa Eliza.


Lalu aku dan Eliza pergi membersihkan diri di kamar mandi.


Tak lama kemudian kami usai membersihkan diri kami, aku melihat bahwa Nika masih tertidur pulas di kasurnya.


Aku pun pergi mengambil botol air minum lalu menuangkannya sedikit di tanganku setelah itu aku percikkan ke wajahnya.


"Heyy! Apa yang kau lakukan?" teriak Nika lalu terbangun dari tidurnya yang pulas itu.


"Kamu tidak terbangun sampai kami berdua usai membersihkan diri,tahu," ucapku kepada Nika lalu tertawa.


"Aku tahu bahwa aku susah dibangunkan, tetapi jangan membangunkan aku juga dengan percikkan air!" seru Nika merengek kepadaku.


"Ya,baiklah. Tetapi lain kali jika kau tidak bangun-bangun aku akan meninggalkanmu," ucapku.


"Iya,maafkan aku," ujar Nika sambil tertawa.


"Sekarang cepatlah bersiap. Kita akan pergi ke ruang makan untuk makan malam," pintaku.


"Baiklah, siap bos!" balas Nika lalu segera bangun dari kasurnya.


Waktu aku dan Eliza menunggu Nika membersihkan diri, aku bertanya kepada Eliza.


"Eliza,kamu masih menyukai Zack?" tanyaku heran.


"Mengapa kau menanyakan itu?" heran Eliza.


"Tidak apa, aku hanya ingin tahu," ucapku.


"Uhmm..."


"Iya,masih," jawab Eliza.


Lalu aku tertawa di dalam hati lalu bertanya lagi.


"Bagaimana awalnya?" tanyaku kepada Eliza menanyakan bagaimana awalnya Eliza bisa menyukai Zack.


"Mungkin saat kita masih SD dahulu?" jawab Eliza.


"Apa sikapnya yang membuatmu menyukainya?" tanyaku.


"Mungkin karena ia pintar, dewasa, dan tampan," jawab Eliza sambil berpikir.


"Wow. Bisa juga,sih. Ia memang anak yang dewasa," ucapku.


"Hehehe," jawab Eliza awkward.


"Lalu sekarang walaupun kalian beda sekolah kamu masih menyukainya? Keren," ujarku.


"Iya. Kamu lupa jika aku setia?" tawa Eliza.


Lalu kami berdua tertawa, tak terasa Nika telah usai membersihkan diri.


"Apa yang kalian bicarakan? Mengapa tadi kalian tertawa sangat keras?" tanya Nika heran.


"Uhm, tidak penting untuk dibicarakan," jawabku lalu tertawa.


"Ih,jahat," ujar Nika mengamuk pergi ke kamar rias.


"Hahahahaa," tawa Eliza lalu ia berkata, "Ini masalah Zack,Nik."

__ADS_1


"Owh,ada apa dengan Zack?" seketika Nika kembali ke kasurku.


"Ia tidak apa-apa,hanya saja kami membicarakan masa lalu," jawabku.


"Owh,aku kira apa," ujar Nika lalu pergi ke kamar rias kembali.


"Baiklah,mari kita bersiap-siap," ajak Eliza.


"Ayo," jawabku dan Nika.


Kemudian kami semua memakai sepatu kami lalu pergi ke ruang makan untuk makan malam.


Di perjalanan kami berbicara satu sama lain mengenai pesta yang akan diselenggarakan.


"Eh,guys. Pesta ini berpasangan bukan? Kamu ingin berpasangan dengan siapa,Lis?" tanya Nika.


"Aku belum memiliki pasangan," jawabku.


"Pasangan boleh dari sekolah lain,loh!" seru Nika.


"Uhm..."


Lalu aku berpikir, jika aku berpasangan dengan Zack apakah Eliza akan merasa sakit hati?


"Aku belum tahu," jawabku.


"Oh,bagaimana denganmu Eliza?" tanya Nika.


"Aku juga belum tahu," jawab Eliza.


"Bagaimana jika kau berpasangan dengan Orlando?" usul Nika.


"Oh,si tutor itu?" tanyaku.


"Iya," jawab Nika.


"Uhm.... apakah kau menjamin jika ia belum berpasangan? Bukankah ia terkenal karena ia pintar? Pasti banyak perempuan yang memintanya sebagai pasangan?" ucap Eliza.


"Benar juga,ya," kataku.


"Bagaimana jika kau menanyakannya?" usul Nika.


"Aku merasa bahwa aku tidak mempunyai harga diri hahaha," tawa Eliza.


"Bagaimana jika kau bersama Zack?" usulku.


Seketika itu juga Eliza terdiam lalu melihatku dan bertanya, "Zack?"


"Astaga Zack?!" teriak Eliza.


"Iya,dengan Zack,"


"Bagaimana?" tanyaku.


"Bukankah Zack sudah bersamamu?" tanya Eliza.


"Uhm,kau tahu darimana?" tanyaku.


"Bukankah kau memberitahu Ibumu bahwa Zack akan mengantarkanmu ke pesta nanti?" jawab Eliza.


"Iya...." jawabku tidak tahu harus berkata apa.


"Aku akan mencoba berbicara dengan Orlando saja," ucap Eliza.


"Baiklah jika itu maumu, apakah kau tidak apa jika aku berpasangan dengan Zack?" kataku.


"Iya,tidak apa," jawab Eliza ikhlas.


Lalu akhirnya kami sampai di ruang makan.


"Nika,tolong carikan aku tempat duduk. Aku hendak pergi menemui Orlando," ucap Eliza kepada Nika.


"Baiklah, jangan lama-lama,ya!" seru Nika.


Aku hanya duduk diam di tempatku melihat Eliza dan Nika.


Di sepanjang perjalanan Eliza tidak berbicara padaku sama sekali setelah kami membicarakan pasangan pesta kami.


Apakah Eliza marah padaku? batinku


"Hey,melamun saja!" seru Nika menepuk pundakku.


"Kau ini. Membuatku terkejut saja," ujarku terkejut.


"Ada apa denganmu? Mengapa akhir-akhir ini kamu sering melamun? Aku jadi curiga jika kau 'kemasukan' tahu," tanya Nika tertawa.


"Suka aku, memangnya jika aku melamun aku harus bilang padamu dulu?" jawabku.


"Tidak,tidak. Mari makan," ajak Nika karena makanan kami sudah diberikan oleh pelayan.

__ADS_1


Aku yang masih kepikiran Eliza akhirnya berkata kepada Nika.


"Nika,aku ingin ikut Eliza. Aku akan berbicara dengannya," kataku lalu meninggalkan Nika.


"Eh, aku sendirian loh!" seru Nika.


Saat itu di sisi Eliza.


Eliza datang ke ruang staff lorong kamar laki-laki Orlando lalu meminta izin untuk berbicara kepada Orlando sebentar.


"Bu, saya izin berbicara dengan Orlando sebentar,ya," izin Eliza kepada guru staff disana.


"Baik, Eliza. Silahkan," balas guru staff itu.


"Terimakasih," ucap Eliza lalu berjalan ke arah kamar Orlando.


Saat sampai, ia mengetuk pintu kamarnya.


Tok..tok...tok....


"Permisi," kata Eliza.


"Iya, siapa?" sahut Orlando dari dalam kamar.


"Ini Eliza," jawab Eliza.


"Oh? Eliza..." jawab Orlando lalu membukakan pintunya.


"Ada apa? Adakah yang bisa kubantu?" tanya Orlando.


"Aku ingin berbicara padamu," jawab Eliza.


"Oh, mari masuk," ajak Orlando.


Lalu Eliza masuk ke kamar Orlando.


Aku yang sudah sampai di dekat lorong kamar Orlando lalu langsung berlari menuju kamar Orlando tanpa izin kepada guru staff, untung saja guru staff tidak melihatku.


Tak lama kemudian aku sampai lalu mengetuk pintu kamar Orlando.


Tok...tok...tok...


"Siapa?" tanya Orlando dari dalam.


"Hosh... hosh.... ini Elisabeth," jawabku ngos-ngosan karena lelah berlari.


Kemudian Orlando membukakan pintu untukku lalu menyuruhku masuk ke dalam.


"Elisabeth? Kau disini juga," kata Eliza yang sedang duduk meminum air yang ditawarkan Orlando kepadanya.


"Iya, aku ingin mengatakan sesuatu," ucapku lalu duduk di sebelah Orlando dan Eliza.


"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Orlando.


"Apakah kau sudah memiliki pasangan pesta?" tanyaku kepada Orlando.


"Uhmm... belum," jawab Orlando.


"Bagaimana jika kau berpasangan denganku?" usulku kepada Orlando.


Lalu Eliza melihatku dengan terkejut seolah-olah ia memandangku bahwa aku menggantikan posisi Eliza yang akan berpasangan dengan Orlando.


"Elisabeth... bukankah kau sudah berpasangan dengan Zack?" tanya Eliza.


"Tidak, bukankah Zack itu pasanganmu?" ucapku lalu memberi isyarat kepada Eliza dengan memejamkan satu mataku.


"Tapi...."


"Bagaimana? Apakah kau ingin berpasangan denganku?" tanyaku kepada Orlando.


"Boleh.. boleh saja," jawab Orlando lalu tersenyum.


"Terimakasih Orlando," ucapku lalu tersenyum dengan Orlando.


"Baiklah, kami harus kembali sekarang. Kami akan makan malam," ujarku lalu menggandeng Eliza.


"Baik, selamat makan," balas Orlando.


Setelah itu aku dan Eliza pergi ke ruang makan bersama lalu di tengah perjalanan Eliza berkata.


"Untuk apa kau melakukan ini?" tanya Eliza.


"Aku memahami perasaanmu," jawabku kepada Eliza.


"Tetapi kau sudah mengatakan ini pada Ibumu," balas Eliza.


"Tidak apa, ini hanya masalah kecil," ucapku dengan santai.


Lalu seketika hening beberapa saat.

__ADS_1


"Terimakasih," ucap Eliza dengan tersenyum kepadaku.


"Iya,sama-sama," balasku kepada Eliza lalu kami sampai di ruang makan.


__ADS_2