My Contract Wife

My Contract Wife
layla


__ADS_3

Semua anggota keluarga melihat Rona yang berada diambang pintu dengan raut wajah yang terkejut


"Dia adalah calon menantuku,pengganti dirimu untuk menjadi pendamping hidup Louis " Ucap Mama Dara


"...... "


Dia tak menyangka keluarga ini telah mempersiapkan pengganti untuknya yang bahkan ia belum bercerai dengan suaminya


Rona berpikir positif mungkin saja wanita itu saudara jauh namun kenyataan tak sesuai dengan jalan tebakan nya


"Yaah dia adalah penggantimu" Ucap Zahra sinis


Wanita itu melepas pelukannya dan menghapus air mata yang mengaliri pipi


Mengulurkan tangan untuk mengajak berkenalan dengan Rona


"Layla" Ucap wanita itu


Tentu dibalas jabatan oleh Rona bagaimana pun ia tak ingin mencari masalah


"baiklah,lanjutkan acara kalian aku permisi keatas" Ucap Rona meninggalkan tempat tersebut


Louis? jelas pria itu menatap tak jelas yang tak bisa diartikan oleh siapapun tatapan tersebut


"Tunggu" Ucap Mama Dara menghentikan langkah menantunya


"Bukankah seharusnya kau mengajaknya bicara dan berbincang? heyy dia tamu disini sekarang" ucap Mama Dara


"Maaf aku tidak bisa" Jawab Rona


"Harus bisa! hormati dia selaku tamu disini!" Ucap Mama Dara


"Maaf aku capek,ingin istirahat"


PLAKKKKK


Tamparan melesat dipipi Rona untuk kedua kalinya bahkan tamparan ini lebih Menyakitkan dibanding tamparan yang diberikan Mama Dara


Pipinya memerah bahkan terlihat bekas tangan disana


Ia jatuh kelantai dan disambut senyum kesenangan oleh Zahra,Layla dan Mama Dara

__ADS_1


" mMasih baik kau kuterima disini menjadi menantu keluarga pranata bila maka hormati orang tua disini! jangan berlaku dan bersikap seenakmu sendiri!" Ucap Tuan Tian ikut campur


"kau hanya dimanfaatkan!" Ucap Tuan Tian


'*D*imanfaatkan dalam hal apa?' Batin Rona berpikir


Bibi Sarah menangis melihat itu ia mengingat hinaan yang pernah dilontarkan keluarga itu padanya


Ia ingin membantu Rona namun ia tak bisa apa apa


"Dasar tak tahu diri" Ucap Mama Dara


"Ma udah" Ucap Fani


Rona bangun dan menatap semua orang dengan mata merahnya lalu berjalan keatas menuju kamarnya


Setibanya dikamar ia menutup pintu dengan keras lalu menguncinya


Ia melihat bunga yang ia beli tadi


Lalu membuangnya ketempat sampah dengan lemparan yang kuat


Rona berlari menjatuhkan tubuhnya dikasur dengan keaadaan tubuh mengkurap dan menangiss


Hingga malam tiba barulah ia bangun ternyata ia tertidur setelah lelah mengeluarkan air mata berharganya


Rona tak ikut makan malam karna sudah melewati jamnya dengan terpaksa ia turun kedapur


Namun semua bahan pangan telah habis bahkan telur atau mie instan saja tidak ada


Ini anehh


Pasti permainan keluarga pranata!


Rona berniat akan makan diluar saja namun sebelum itu dirinya akan membersihkan tubuhnya dahulu


Selepas mandi ia turun namun berpapasan dengan Zahra,melihat tatapan sinis dari adik iparnya Rona tak memperdulikannya ia hanya menatap datar wanita ular itu


Namun ia diberikan pertunjukkan lagi


Layla yang sedang bersender didada Louis dengan menonton televisi bersama

__ADS_1


'gua gak iri! makan tuh bekas gue!' Batin Rona


Rona berjalan santai membuka pintu dan melajukan mobilnya mencari tempat makan yang menurutnya enak


Melihat restoran yang lumayan ramai dengan letak yang tak jauh dari kediaman pranata iapun turun dan memilih makan disana


Saat sedang makan ia dihampiri oleh Dokter Felix


"Kok makan diluar" Ucap Dokter Felix yang tiba tiba duduk dikursi kosong depan Rona


"Pengen aja" Ucap Rona singkat


Dokter Felix melihat dengan jelas mata Rona yang bengkak terlihat seperti habis menangis


'Ada apa dengannya?apa ada masalah lagi?' Batin Dokter Felix


"Mata kamu bengkak loh" Ucap Dokter Felix


"iya" Ucap Rona


"Bisa dihilangkan dengan menggunakan air dingin,Pejamkan mata lalu letakkan handuk atau kain yang sudah direndam air dingin ke area mata selama kurang lebih 10 menit" Ucap Dokter Felix


"Baik terimakasih Dokter Felix yang tampan" Ucap Rona dengan senyum yang dipaksakan


"Saya permisi,makananku sudah habis" Ucap Rona berdiri


"Ahh iya,hati hati dijalan" Ucap Dokter Felix tersenyum


"Dasar Louis kamprett! hanya kurang dia minggu lagi Rona sicantik nan mempesona akan menjadi milikku" Gumam Dokter Felix


Rona tak langsung pulang ia pergi kemall untuk refresing agar otaknya kembali segar dan jernih


Dengan membeli sesuatu yang ia inginkan menggunakan kartu yang diberikan Louis padanya.


"Kau sendiri yang memberikannya jangan salahkan aku bila memakainya dengan gila " Gumam Rona tersenyum miring


Tas,sepatu,baju,skincare dan barang lainnya ia beli dengan jumlah yang banyakk


Namun saat berada dirumah ia tak membawa satupun barang tersebut


Karena ia memberikan semuanya pada pengemis dan orang yang membutuhkan yang ia temui dijalan.

__ADS_1


Bersambung.


like nya dong gengs?


__ADS_2