
Semua anggota keluarga melihat Rona yang berada diambang pintu dengan raut wajah yang terkejut
"Dia adalah calon menantuku,pengganti dirimu untuk menjadi pendamping hidup Louis " Ucap Mama Dara
"...... "
Dia tak menyangka keluarga ini telah mempersiapkan pengganti untuknya yang bahkan ia belum bercerai dengan suaminya
Rona berpikir positif mungkin saja wanita itu saudara jauh namun kenyataan tak sesuai dengan jalan tebakan nya
"Yaah dia adalah penggantimu" Ucap Zahra sinis
Wanita itu melepas pelukannya dan menghapus air mata yang mengaliri pipi
Mengulurkan tangan untuk mengajak berkenalan dengan Rona
"Layla" Ucap wanita itu
Tentu dibalas jabatan oleh Rona bagaimana pun ia tak ingin mencari masalah
"baiklah,lanjutkan acara kalian aku permisi keatas" Ucap Rona meninggalkan tempat tersebut
Louis? jelas pria itu menatap tak jelas yang tak bisa diartikan oleh siapapun tatapan tersebut
"Tunggu" Ucap Mama Dara menghentikan langkah menantunya
"Bukankah seharusnya kau mengajaknya bicara dan berbincang? heyy dia tamu disini sekarang" ucap Mama Dara
"Maaf aku tidak bisa" Jawab Rona
"Harus bisa! hormati dia selaku tamu disini!" Ucap Mama Dara
"Maaf aku capek,ingin istirahat"
PLAKKKKK
Tamparan melesat dipipi Rona untuk kedua kalinya bahkan tamparan ini lebih Menyakitkan dibanding tamparan yang diberikan Mama Dara
Pipinya memerah bahkan terlihat bekas tangan disana
Ia jatuh kelantai dan disambut senyum kesenangan oleh Zahra,Layla dan Mama Dara
__ADS_1
" mMasih baik kau kuterima disini menjadi menantu keluarga pranata bila maka hormati orang tua disini! jangan berlaku dan bersikap seenakmu sendiri!" Ucap Tuan Tian ikut campur
"kau hanya dimanfaatkan!" Ucap Tuan Tian
'*D*imanfaatkan dalam hal apa?' Batin Rona berpikir
Bibi Sarah menangis melihat itu ia mengingat hinaan yang pernah dilontarkan keluarga itu padanya
Ia ingin membantu Rona namun ia tak bisa apa apa
"Dasar tak tahu diri" Ucap Mama Dara
"Ma udah" Ucap Fani
Rona bangun dan menatap semua orang dengan mata merahnya lalu berjalan keatas menuju kamarnya
Setibanya dikamar ia menutup pintu dengan keras lalu menguncinya
Ia melihat bunga yang ia beli tadi
Lalu membuangnya ketempat sampah dengan lemparan yang kuat
Rona berlari menjatuhkan tubuhnya dikasur dengan keaadaan tubuh mengkurap dan menangiss
Hingga malam tiba barulah ia bangun ternyata ia tertidur setelah lelah mengeluarkan air mata berharganya
Rona tak ikut makan malam karna sudah melewati jamnya dengan terpaksa ia turun kedapur
Namun semua bahan pangan telah habis bahkan telur atau mie instan saja tidak ada
Ini anehh
Pasti permainan keluarga pranata!
Rona berniat akan makan diluar saja namun sebelum itu dirinya akan membersihkan tubuhnya dahulu
Selepas mandi ia turun namun berpapasan dengan Zahra,melihat tatapan sinis dari adik iparnya Rona tak memperdulikannya ia hanya menatap datar wanita ular itu
Namun ia diberikan pertunjukkan lagi
Layla yang sedang bersender didada Louis dengan menonton televisi bersama
__ADS_1
'gua gak iri! makan tuh bekas gue!' Batin Rona
Rona berjalan santai membuka pintu dan melajukan mobilnya mencari tempat makan yang menurutnya enak
Melihat restoran yang lumayan ramai dengan letak yang tak jauh dari kediaman pranata iapun turun dan memilih makan disana
Saat sedang makan ia dihampiri oleh Dokter Felix
"Kok makan diluar" Ucap Dokter Felix yang tiba tiba duduk dikursi kosong depan Rona
"Pengen aja" Ucap Rona singkat
Dokter Felix melihat dengan jelas mata Rona yang bengkak terlihat seperti habis menangis
'Ada apa dengannya?apa ada masalah lagi?' Batin Dokter Felix
"Mata kamu bengkak loh" Ucap Dokter Felix
"iya" Ucap Rona
"Bisa dihilangkan dengan menggunakan air dingin,Pejamkan mata lalu letakkan handuk atau kain yang sudah direndam air dingin ke area mata selama kurang lebih 10 menit" Ucap Dokter Felix
"Baik terimakasih Dokter Felix yang tampan" Ucap Rona dengan senyum yang dipaksakan
"Saya permisi,makananku sudah habis" Ucap Rona berdiri
"Ahh iya,hati hati dijalan" Ucap Dokter Felix tersenyum
"Dasar Louis kamprett! hanya kurang dia minggu lagi Rona sicantik nan mempesona akan menjadi milikku" Gumam Dokter Felix
Rona tak langsung pulang ia pergi kemall untuk refresing agar otaknya kembali segar dan jernih
Dengan membeli sesuatu yang ia inginkan menggunakan kartu yang diberikan Louis padanya.
"Kau sendiri yang memberikannya jangan salahkan aku bila memakainya dengan gila " Gumam Rona tersenyum miring
Tas,sepatu,baju,skincare dan barang lainnya ia beli dengan jumlah yang banyakk
Namun saat berada dirumah ia tak membawa satupun barang tersebut
Karena ia memberikan semuanya pada pengemis dan orang yang membutuhkan yang ia temui dijalan.
__ADS_1
Bersambung.
like nya dong gengs?