
Hari ini paman bagas bersama dengan Louis bersiap akan berangkat ke kota A
Dengan paman Bagas yang menyusul bibi Sarah dan Louis yang akan menghentikan rasa rindu yang terus berkelana
"Aku ikut yah" Ucap Febian saat mereka berada diambang pintu
"Lebih baik jaga istrimu saja,dia sedang hamil" Ucap paman Bagas
"Tapi aku rindu ibu" ucap Febian
"Akan kupertemukan kalian segera setelah mengurus semuanya" ucap paman Bagas
Dengan terpaksa Febian mengangguk menyetujui meskipun didalam hatinya ia begitu merindukan ibu tercinta yang sudah seminggu lebih tak ia temui
Mama Dara juga sebenarnya ingin ikut namun dilarang oleh Louis dengan ancaman tidak akan bertemu lagi
entah mengapa wanita tua itu ingin ikut mungkin kah meminta maaf?atau ada rencana licik lagi?
Menempuh waktu beberapa jam hingga tibalah mereka didepan bangunan tinggi dengan nuansa mewah
"Rumah siapa ini?" Tanya paman Bagas
"Istriku" Ucap Louis
"Rona?" pekik paman Bagas terkejut
Tak menyangka ternyata Rona yang begitu dekat dengan istrinya adalah orang kaya
Pintu terbuka menampilkan bibi Sarah yang mengenakan pakaian rumahan biasa namun lebih layak ketimbang dikediaman pranata
"Sarahhh" Teriak paman Bagas saat bibi Sarah mencoba menutup pintu namun kakinya mencoba untuk menahan
Dengan sekali dorongan keras pintu terbuka dan bibi sarah hampir terjatuh untungnya ia bisa mengatur keseimbangan
"Sarah kau tak papa?" Tanya paman Bagas khawatir
"Untuk apa kau kesini tuan?" Tanya bibi Sarah
__ADS_1
"Sarah aku ingin meminta maaf padamu aku ingin kita menjalani hubungan suami istri yang damai" Ucap paman Bagas
"Ada apa denganmu tuan?kita tinggal menunggu panggilan persidangan" Ucap bibi Sarah terkejut
"Aku..aku aku ingin memperbaiki semuanya"
"Apa selama ini aku keterlaluan padamu?" Tanya paman Bagas
"Kau tidak papa tuan?" Tanya bibi Sarah heran dengan memegang dahi suaminya
"Aku tidak papa,kenapa kau meninggalkanku?apa aku memang sudah keterlaluan padamu?" Tanya paman Bagas khawatir
"ya"
"Aku sudah tidak kuat lagi tuan,aku lelah dengan semuanya" Ucap bibi Sarah
"Aku mohon maafkan aku,kita mulai dari awal lagi hm?" Ucap paman Bagas
"Aku tidak yakin tuan" Ucap bibi Sarah pelan
"Apa alasannya?" Tanya paman Bagas kalut
Harus seperti apa lagi dia menjelaskan bahkan sampai mulut berbusa pun pasti istrinya akan tetap tidak yakin dengan apa yang diucapkannya
"Tentu saja tidak!" Ucap paman Bagas
"Lupakan saja semuanya tuan,kita akhiri saja" Ucap bibi Sarah
"Aku tidak mau" Tolak paman Nagas
"Sudahlah tuan" Ucap bibi Sarah
"Aku tidak mau!surat cerai itu sudah aku buang" Ucap paman Bagas kekeh
"Beri satu alasan yang membuatku harus tetap bersamamu?" Ucap bibi Sarah
"Aku mencintaimu" Ucap paman bagas
__ADS_1
"Jangan bercanda tuan" Ucap bibi Sarah tak percaya
"Aku tidak bercanda!aku berkata yang sebenarnya" Ucap paman Bagas
"Ayo ikut aku kita bisa bic......" Ucapanya terhenti karna mereka melihat Rona yang berada ditangga dengan digendong oleh lelaki
Bahkan bisa dikatakan Rona bergelayut manja dengan sedikit kecupan untuk lelaki yang menggendongnya
"RONAAAA!" teriak Louis berlari
Mereka berdua terkejut dan Rona bergegas memberontak untuk diturunkann
BUGHHHH
BUGHH
BAAAAGHHH
AKHHHHHHH
PLAAKKK
PLASSSSS
Kedua pria tampan berkelahi dengan sengit yang satu langsung menampol yang tentu saja satunya tidak terima
Adu gelut mereka lakukan hingga beberapa menit paman bagas yang ngebleng tak melerai mereka
GEDEBUKKKKK
Louis tersungkur dilantai dengan darah yang keluar dari beberapa area sementara pria tampan satunya menindihi Louis bersiapp memberikan tonjokan hebat
Namun semua terhenti karena leraian dari bunda Mila yang datang dengan amukan
"Apa apaan ini?" Ucap bunda Mila marah
Bersambung.
__ADS_1
like,vote dan kasihh hadiahhhhhhhh˙︶˙