My Contract Wife

My Contract Wife
Dia....


__ADS_3

Paginya bunda Mila dan tuan Aldrich tengah bersiap untuk datang kerumah sakit


Tak butuh waktu lama untuk menempuh lokasi yang diinginkan mungkin hanya sekitar delapan menit mereka telah tiba didepan rumah sakit


Bunda Mila tak sabar melihat putrinya mungkinkah Rona sudah sadar?mungkinkah Rona begitu terpuruk mendengar berita kehilangan bayinya?


Ia takut jika putrinya akan menangis histeris dan semoga saja tidak berlebihan


Ruangan Rona tak terlalu jadi ia sampai dengan cepat dan membuka pintunya


Dilihatnya Rona yang masih berbaring dan Louis yang ikut tidur namun dengan posisi duduk dan menggenggam tangan Rona


Apa dia terlalu pagi?tidak mungkin! ini sudah jam delapan dan mereka masih tidur?


Bunda Mila mendesah pelan ia membangunkan menantunya dengan menepuk bahunya


"Louis bangunlah" Ucap bunda Mila


"Biarkan saja Mill,mungkin dia lelah" Ucap aAdrich


"Karna itu aku membangun kannya!biar dia pulang dan aku menjaga putriku!" Ucap bunda Mila membuat Aldrich kehabisan kata kata


"Louis!" Ucap bunda Mila menepuk dengan sedikit keras


"Ah ya?" Ucap Louis reflek bangun


"Eh bunda?ada apa bund?" Ucap Louis mengucek matanya


"Pulanglah,aku akan menjaga Rona" Ucap bunda Mila


"Tidak perlu bund" Ucap Louis


"Jangan membantah!kau belum mandi!pulang istirahat dan mandilah!" Ucap bunda Mila tidak boleh dibantah


"Baiklah" Ucap Louis pasrah


"Jika ada apa apa atau Rona bangun tolong hubungi aku,aku akan cepat kesini" Ucap Louis


"Iya" Balas bunda Milla


Louis pulang membersihkan tubuhnya dan makan ia sesegera mungkin menyelesaikan urusannya dirumah


Orang orang tidak bisa diam dengan terus mengajaknya berbicara mengenai kondisi Rona


"Dia belum bangun,doa kan saja yang terbaik" Ucap Louis diangguki semua orang


Ia keluar menuju mobil miliknya yang lain dan menghubungi asisten Zee


"Dimana dia sekarang?" Tanya Louis


"Dimarkas tuan" Ucap asisten Zee dari seberang

__ADS_1


Dengan cepat Louis mematikan sambungan dan pergi menuju markas dengan amarah yang terlihat diwajahnya


Mungkin hanya sekitar 18 menit ia telah tiba dimarkas dimana asisten Zee sudah menunggunya disana


"Dimana dia?" Tanya Louis


"Dikurung diruang dua" jawab asisten Zee


Louis berjalan menuju ruangan dua,pintu ia buka dan terlihat sang sopir yang kedua tangannya diikat dikedua sisi dan kaki yang sama dengan posisi berdiri


Sudah terlihat lemas mungkin asisten Zee sudah memukulinya hingga puas sebelum louis tiba


"Beraninya kau menabrak mobilku!aku tahu itu bukan tidak sengaja namun disengaja!" ucap Louis tajam


"Aku melihat trukmu yang berkendara normal disaat kau sudah dekat dengan mobilku kau lajukan dengan kecepatan tinggi!cepat katakan siapa yang menyuruhmu!" Ucap Louis emosi


Tak ada balasan sang sopir hanya diam seolah tak meanggapi orang didepannya


PLAKK


PLAKK


dua kali Louis menampar kedua sisi sopir dengan keras membuat sang sopir menatapnya


"Bajingan!cepat katakan atau kubunuh kau sekarang!" Ucap Louis marah


"Tidak akan kukatakan kepadamu tuan!" Ucap sopir


Dengan kemarahan yang sudah membara louis memukuli manampar dan melakukan kekerasan apapun hingga sopir lemas dengan penuh luka dan darah


"Tidak akan!" ucap sopir pelan


"ZEE BAWA ANAKNYA KESINI ATAU JUAL DIA KEPREMAN" Teriak Louis


"TIDAKK!jangan!" Ucap sopir


"Akan kukatakan" Ucap sopir


"Cepat!" Ucap Louis


"Dia.....


.


.


.


Louis berlari menuju ruangan Rona dengan tergesa gesa ia begitu khawatir setelah mendengar istrinya sadar namun tak mengatakan sepatah kata pada siapapun


"Rona" Ucap Louis pelan saat membuka pintu

__ADS_1


Dilihatnya bunda Mila yang menangis memegang tangan Rona dan tuan Aldrich yang memeluk bunda Mila dengan menenangkannya


"Louis coba bicaralah dengannya mungkin dia meresponmu" Ucap Aldrich


Louis mengangguk


Dia menghampiri Rona dan memegang tangan istrinya


"Rona" Ucap Louis


Tidak ada respon Rona hanya menatap kosong sebuah tembok


"Sayang?apakah ada yang sakit?beri tahu aku,aku akan memanggilkan dokter" Ucap Louis mengajak berbicara


"Ronaa" Panggil Louis


"Atau kau menginginkan sesuatu?makanan?atau yang lainnya?" Tanya Louis


Tak ada balasan tatapan Rona masih tidak teralihkan dari sebuah tembok membuat Louis tak patah semangat


"Bund,om bisa tolong tinggalkan kami berdua?" Tanya Louis


"Tidak b...." Ucapan bunda Mila terpotong


"Sudah lah Mill,biarkan saja kita coba dulu" Ucap Aldrich


Dengan terpaksa bunda Milla keluar dengan Aldrich meninggalkan Louis bersama sang istri


"Rona" panggil Louis mencium pipi Rona


"Katakanlah sesuatu" Ucap Louis


"Ronaaa" Ucap Louis


Hingga beberapa menit Louis berhenti bicara dan saat itulah Rona mengatakan sesuatu


"Senang?" ucap Rona membuat Louis terkejut dan senang lantaran sang istri mengucapkan sesuatu


"Apa sayang?senang?tentu senang karna kau sudah mengatakan sesuatu" ucap Louis tersenyum


"Senang ucapanmu terjadi?" Tanya Rona datar


"Apa maksudmu sayang?" Tanya louis dengan senyuman yang meluntur


"Kau pernah mengatakan akan menggugurkan kandunganku jika aku hamil" Ucap Rona


"Dan sekarang tanpa menggurkannya dia pergi dengan sendirinya" Ucap Rona meneteskan air mata


"Tidak sayang,aku tidak mengatakan itu" Ucap Louis


"Kau mengatakannya ketika aku tidak bersamamu,kau bersama kakekmu membicarakan tentang rencana kalian waktu itu"

__ADS_1


"Aku tidak tahu ucapanmu itu tulus atau hanya reflek saja namun itu menyakitkanku dan menjadi kenyataan" ucap Rona menangis


Bersambung.


__ADS_2