
Saat Rona akan kedapur berniat mengambil air putih setelah pulang dari drama berbagi barang ia mendengar mama Dara yang merencanakan sesuatu dengan Layla
"Tante akan kasih obat ini dimakanannya besok setelah makan malam kamu cari aja alesan buat bersama dia" bisik Mama Dara yang masih bisa didengar Rona
"Dibawa kemana tan?" Tanya Layla
"Kekamar kamu" Ucap Mama Dara
"Oke tan" Ucap Layla
Rona yang mendengar itu hanya mengangguk agukkan kepala seraya memutar gelas berisi air dalam genggaman
"Bagus juga ide mereka" gumam Rona
Rona langsung menjatuhkan tubuhnya dikasur ia juga tak melihat Louis disana
Kemana dia?
Ah! mungkin kencan atau sedang bersama Calon istrinya
yasudahlah
Ehhhh tapi sekarang dia ada keperluan penting yang harus diobrolkan dengan suaminya
Ia langsung melompat lari keluar mencari keberadaan louis dan untungnya ia menemukannya diruang kerja Louis
"Huft" Menghela nafas pelan setelah membuka pintu dan mendapati sesosok pria tampan yang fokus kelayar laptop
"Ada apa?" Tanya Louis datar
"Dimana dompetku? kau yang menyimpannya bukan? waktu pernikahan kau mengambil dan belum mengembalikannya padaku" Tanya Rona
dalam dompet itu berisi surat dan hal hal penting milik Rona
"mau kau buat apa?" Tanya balik Louis
"ada yang ingin ku beli" jawab Rona
"tiket?"
"Ya,aku memiliki rencana berlibur dengan bundaku"
"kemana?" Tanya Louis
"Entahlah aku masih memikirkan tempat yang bagus,yang terpenting dimana dompetku?"
"Dilemari paling atas,akan kuambilkan" ucap Louis beranjak dari duduknya
.
.
.
"Ini" ucap Louis menyerahkan barang carian istrinya
"Terimakasih" balas Rona menerima dompetnya
"Sudah malam,tidur" ucap Louis menghentikan aktivitas istrinya yang sedang mengacak acak isi dompet
__ADS_1
"Iya"
"Tidur!" ucapan itu keluar lantaran istrinya tak kunjung tidur bahkan mengalihkan pandangan dari dompet saja tidak
"iya okey baiklah" ucap Rona mengalah
Dompet tersebut ditaruhnya dalam lemari besar miliknya lalu beranjak tidur
Paginya Rona masih molor ia bangun jam 10 pagi karna hari ini kerjanya libur alhasil yang ia lakukan adalah tidur dengan lama karna ia sangat membutuhkan itu
Rebahan rebahan dan rebahan
KRUCUKK KRUCUKK
"Ah aku lapar" Gumam Rona mengelus perutnya
"Ini sudah lewat jam sarapan bahan pangan pasti sudah dibeli bukan? tapi..aku tak bisa memasak"
"yang ada aku tak jadi makan" Ucap Rona
"Beli makan sajalah" Ucap rona menyerah karna laparnya tak bisa ditahan
Rona benar benar boros dia selalu membeli makanan diluar tapi mau bagaimana lagi?
Masak tidak bisa,menyuruh pelayan tidak boleh lagian dia diberi nafkah oleh suaminya ya sudah kelar bukan?
Pergi kekamar mandi dan membersihkan dirinya lalu bersiap dengan memakai dress berwarna putih dan sepatu yang berwarna senada
Mencepol tinggi rambutnya dan make up tipis tipis sangat membuatnya cantik dan mempesona
Dia yakin bahkan babang sehun akan terpesona dengannya
HALUUUUUU!
Turun kebawah dan melihat Bibi Sarah yang termenung dimeja makan iapun menghampirinya
"Kenapa bi?" Tanya Rona
"Bibi kelewat jam sarapan" Ucap Bibi Sarah pelan
"Kenapa nggak masak?" Tanya Rona heran
"Tidak ada bahan pangan" Ucap bibi Sarah
"lahh kok nggak ada? tadi pagi mereka sarapan pake apa?" Tanya Rona
"Entahlah mungkin mereka memesan" jawab Bibi Sarah
"Yaudah dandan gihh yokk makan diluar" ajak Rona
Ia tahu pasti Bibi Sarah kelaparan ia juga tahu bibi Sarah tidak akan mungkin makan diluar karna tak pernah mendapatkan nafkah dari suaminya
Menunggu makan siang? heyy itu lama
"Boleh?" Ucap Bibi Sarah polos
"Ya bolehlah ayokk aku yang traktir" ucap Rona tersenyum
"Aku tunggu dimobil yah" Ucapnya lagi
__ADS_1
"Iyaa" Ucap Bibi Sarah
Rona keluar menuju mobilnya sementara bibi Sarah pergi mengganti pakaiannya
Tak butuh waktu lama mereka sekarang sudah bersama disatu mobil menuju restoran untuk makan berdua
"Restoran yang enak dimana yah bi?" Tanya Rona
"Nggak tahu,terserah kamu aja dimana" Ucap Bibi Sarah
Namun saat melewati sebuah restoran yang mahal Rona melihat Bibi Rarah yang melihat bangunan itu dengan penuh harap
Dia memuat balik mobilnya dan berhenti didepan restoran yang dilihat Bibi Sarah
"Loh kok disini? ini restoran mahal" Ucap Bibi Sarah
"Emang kenapa bi?" Tanya Rona
"Bibi gapantas kesini bahkan kata tuan Bagas aku hanya pantas makan dipinggir jalan" Ucap Bibi Sarah
"Semua orang pantas dong makan dimana pun?apalagi paman Bagas cocok banget makan dipinggir jalan" Ucap Rona
"Udah ihh ayo masukk aku laper" Rengek Rona membuat Bibi Sarah tersenyum
"Tapii..."
"Udahh ahh ayokk aku yang bayarin kok bukan paman Bagas" Ucap Rona kesal
"Yaudah" Ucap Bibi Sarah ikut turun dan masuk kedalam restoran
Mereka memesan banyak makanan tentunya dengan Rona yang memaksa bibi Sarah dengan ancaman tidak mau berbicara lagi dengannya
"Makan yang banyak bi biar sehat kalau mau ada yang dibawa pulang pesen aja nanti aku bayarin" Ucap Rona
"Iyaa,makasih banyak Rona" Ucap bibi Sarah terharu
"Aaa bi jangan gitu dong jadi inget bunda kan" Ucap Rona
"Maaf maaf" Ucap bibi Sarah
Mereka melanjutkan makan hingga selesai dan kembali masuk mobil
"Mau jalan jalan nggak? ke mal? ketaman atau kemana gitu?" Tawar Rona
"Nggak usah" Ucap Bibi Sarah
"Ayolah bii,Bibi juga gapernah keluar jalan jalan kan?sekali ini ajaa yahh" Ucap Rona dengan raut wajah yang imutt
"Okeee" Ucap Bibi Sarah gemas dengan pipi Rona uang gembull
Rona benar benar memanjakan bibi Sarah walau hanya sehari namun terlihat bibi Sarah sangat senang
Meskipun dulu bibi Sarah selalu disuruh membeli sesuatu dia tidak pernah mampir atau belok kemanapun
Diminta beli beras ya beli ditoko beras,disuruh beli bahan pangan ya beli dipasar selepas itu langsung pulang
hidup yang waktunya senang senang tak ia lewati lantaran terjebak dengan kasus yang ia hadapi
Hamil diluar nikah itupun juga karna korban pelecehan,benar ditanggung jawabi namun tak dianggap.
__ADS_1
Bersambung.