
Layla bisa melihat dikesadarannya yang menimpis bahwasan Louis pria yang begitu ia sukai mendekat kearah sopir yang ia perintahkan menabrak mobil
JELEPPP
ARGHHHHHHHHHHHH
Louis menusuk lengan sang sopir dengan keras lalu menariknya lagi dan menusuknya lagi
Hingga berulang ulang ia lakukan diberbeda bagian
Teriakan teriakan penuh kesakitan tidak terdengar dari luar hanya mereka bertiga yang mendengarnya
Bisa dilihat Layla begitu gemetar dan takut,nyalinya yang begitu kuat musnah seketika
Hingga sang sopir lemas dan menutup mata banyaknya darah yang keluar dan becucuran membuat ruangan itu dipenuhi oleh bau anyir darah
Layla bertambah gemetar dan takut melihat Louis berjalan kearahnya,bisa dia lihat pria tampan itu tersenyum misterius kepadanya
"Kau tega menyuruh orang membunuh istriku bukan?" Ucap Louis tersenyum sinis
"Maka kau harus merasakan bagaimana rasanya jika kau berada diposisi istriku" Ucap Louis
"Ah,tapi bedanya kau akan mati ditanganku" Ucap Louis mengeluarkan pistol dan pisau lain
"TIDAKKKK!TIDAKKKK!AKU TIDAK MAU MATI,AKU MOHON LEPASKAN AKU"
"aku minta maaf,aku tidak akan mengulanginya lagi hiks,aku mohon" Ucap Layla menangis
"Tentu" Ucap Louis membuat Layla mendongak dan tersenyum
"Tentu kau akan mati ditanganku sebentar lagi!" Ucap Louis membuat Layla histeris menangis
JELEP
JELEPP
JELEP
Tiga tusukan menancap ditiga bagian tubuh Layla membuat sang empu berteriak kesakitan
ARGHHHHHHH
ARGHHHHHHH
ARGHHHHHHH
"kau membunuh calon buah hatiku mata rasakan ini" Ucap Louis kasar
JELEPP
PLAKKK
PLAKKK
"dan ini yang terakhir" Ucap Louis menodongkan pistol kearah kepala Layla
Wanita itu menggeleng pelan dikesadarannya yang tersisa
__ADS_1
DORR
.
.
.
"Sudah waktu nya makan siang nak,ayo turun kebawah" Ucap Mama Dara
"Iya" Balas Rona
Mereka bangkit dari kasur,setelah menonton drama korea bersama rasa canggung dan sungkan itu menipis menghilang
Aturan makan yang sudah ditaati oleh keluarga pranata sudah tidak mereka pedulikan lagi
Jika ingin makan maka makanlah tidak harus menuntut jam makan seperti dulu
Namun kali ini semua keluarga pranata berkumpul dimeja makan termasuk Zahra dan suaminya
Meja itu bertambah panjang lantaran bertambahnya orang yakni Reynald,Bunda Mila dan Aldrich
Namun saat pelayan sudah menghidangkan makanan Rona terlihat bingung
"Dimana Louis?" Tanya Rona
Semua orang berpandangan,mereka baru sadar kalau louis tidak ada diantara mereka lantaran begitu ramai karna saling berbincang
"Aku disini sayang" Ucap Louis memeluk Rona dari belakang dan mencium pipinya
"Dari mana aja?" Tanya Rona
Ia juga tidak merasa malu dengan ulah suaminya yang tak tahu tempat,ia menganggapnya itu hal biasa namun tidak dengan beberapa orang disana
Mereka begitu heboh melihat keromantisan yang diperlihatkan oleh kedua pasangan muda itu
"Kan aku udah bilang,ada urusan" Ucap Louis duduk dikursi kosong sebelah istrinya
"Silakan makan" Ucap Louis lantaran semua orang tidak makan malah melihat percakapannya dengan Rona
"Iya" Ucap mereka serentak
"Louis" Ucap Rona menghentikan sang suami yang akan memasukkan makanan kemulutnya
"Ada apa?" Tanya Louis
"Tidak jadi" Ucap Rona memakan makanannya
"Dasar aneh" Ucap Louis mengacak rambut Rona membuat sang empu menatap sengit dirinya
Dengan cengiran Louis menata rambut Rona kembali seperti semula hingga menjadi lebih baik dari pada tadi
"Aku ada hadiah untukmu,cepat habiskan dan akan segera kuberikan" Bisik Louis
"Benarkah?" Tanya Rona berbinar
"Iyaa" Ucap Louis
__ADS_1
Selesai dengan acara makan siang mereka Rona menagih ucapan sang suami
"Mana?" Tanya Rona
"Apanya?" Tanya Louis
"Hadiahnya!" Ucap Rona kesal membuat Louis terkekeh
"Kalau masalah hadiah aja gercep" Ucap Louis membuat Rona mendengus kesal
"Jadi ngasih nggak?" Tanya Rona
"Iya,ayok ikut turun kebawah" Ucap Louis menggandeng tangan Rona
Mereka berdua turun kebawah dengan bergandengan tangan saat akan membuka pintu Louis meminta Rona menutup mata
"Jangan ngintip!" Ucap Louis
"Iya" Ucap Rona kesal
Louis menuntun jalan hingga tiba didepan ia meminta sang istri membuka mata
"TADAAAA" Teriak Louis
"Wahhhhh" Ucap Rona senang
Sebuah mobil baruuuu
Sebenarnya sebelum kejadian naas itu terjadi Rona sempat mengatakan ingin membeli mobil baru
Namun istrinya itu mengatakan ingin berhemat saja,meskipun sudah menjadi kaya tak membuat Rona menjadi boros seketika
Ia masih memikirkan segalanya,ia mulai memikirkan untuk membeli sebuah tanah dan membuat panti asuhan sendiri
Dan membantu orang yang membutuhkan diluaran sana,ia juga sempat memikirkan untuk menampung orang gila yang berkeliaran tak menentu diluar sana
Dengan pemikiran seperti itu membuat Rona menunda membeli mobil lebih tepatnya menyingkiran pikiran membeli mobil
"Makasih" Ucap Rona tersenyum memeluk Louis
"Senang?" Tanya Louis
"Banget" Ucap Rona
Ya senanglah,dibelikan bukan mengeluarkan uang tentu saja senang bukan main,mobil lagi
Louis membelikanya karena ingin memenuhi keinginan istrinya juga tak ingin Rona merenung sedih karena kehilangan sang buah hati
Ia lebih memilih menyingkirkan pikiran sedih istrinya dengan cara membuatnya bahagia dengan caranya sendiri
Dan melupakan kesedihannya
Bersambung.
bca crita othor yg bru yukk
__ADS_1