My Contract Wife

My Contract Wife
tidak peduli


__ADS_3

Pria yang dinikahi Zahra tersenyum miring disana ia melihat dari kejauhan dengan tatapan tajam


"Pembalasan akan dimulai!" Ucapnya pelan


Sementara saat ini semua orang menatap ayah Dio dengan intens menunggu jawaban yang terlontar dari mulutnya


"Emm..."ucapan ayah Dio terputus lantaran disahut seseorang


"Aku reynald kakak Dio" Ucap seseorang yang tiba tiba mengejutkan mereka semua


"mengapa kau yang menikah dengan ku?dimana Dio?" Tanya Zahra terkejut


"Dia ada disuatu tempat,tidak perlu khawatir yang terpenting anda dipertanggung jawabi bukan?tidak masalah meskipun bukan ayah dari bayimu tapi setidaknya kau tidak dipermalukan!" Ucap Reynald


"Apa apaan ini! Dimana sibrengsek itu?" Tanya Louis marah


"Bagaimana bisa?semua orang tahu Dio adalah mempelai prianya!ini tetap mempermalukan keluarga!" Ucap tuan Tian


"Apa telinga kalian bermasalah?atau jangan jangan telinga kalian tidak berfungsi?tidak kah kalian tadi mendengar bahwa nama mempelai pria yang disebutkan adalah Reynald" Ucap Reynald tersenyum miring


"Apa kalian terlalu bahagia dengan acara ini hingga tidak mendengarnya?" Tanya Reynald


Bagaimana bisa?semua orang tidak menyadari kalau nama mempelai pria yang disebut adalah Reynalnd


Pantas saja tadi mama Dara sempat bingung lantaran nama mempelai pria yang disebut adalah Reynald wicaksa ia pikir Dio hanyalah nama panggilan saja dan nama aslinya adalah Reynald wicaksa ternyata semua begitu mengejutkannya


"Mengapa kau yang menggantikan pria itu hah?dimana dia sekarang?" tanya mama Dara marah


Seakan akan harga dirinya diinjak injak lantaran ia dibohongi semuanya marah dan kesal


Namun tidak dengan Rona ia asik memakan panganan yang tersedia dimeja


Melahap jenis makanan yang menggugah selera dengan sajian unik dan lucu yang tersedia


arah mata Louis tanpa sengaja mengarah ke istri cantiknya yang menggemaskan saat makan


Ia pun menghampirinya dan duduk disampingnya


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Louis


"Makan" Ucap Rona santai

__ADS_1


"Apa kau tidak ikut merasakan ketegangan dan kemarahan yang sedang terjadi?" Tanya Louis


"Aku tidak perduli,kau terlalu perduli kepada adikmu,apa saat aku pergi dulu kau juga sama marahnya seperti saat ini?" Tanya Rona menatap Louis


"Tentu saja" jawab Louis


Tentu saja iya bagaimana tidak?ia bahkan seperti orang gila yang sudah siap dibawa keRumah sakit jiwa jika bukan karna asisten Zee yang memberinya semangat mungkin ia sudah menjadi gila


"Tentu saja aku begitu marah dan khawatir terhadapmu,kau meninggalkanku dan aku tidak ingin itu terjadi lagi" Ucap Louis takut dan langsung menciumi tangan istrinya berkali kali


"Jika aku per...." Ucapan Rona terpotong


"Tidak akan aku perbolehkan!" Ucap Louis


"Jangan berbicara seperti itu" Ucap Louis cemberut


Itu membuat Rona gemas seakan ingin menguncirnya menggunakan karet gelang


"Baiklah tapi ada satu syarat" Ucap Rona tersenyum licik


"Syarat?" beo Louis ketar ketir


Jangan bilang istrinya menginginkan sesuatu yang membuatnya susah lagi untuk mendapatkan atau melakukannya


"Apa?" Tanya Louis


"Pulang kerumah bunda!" Ucap Rona kesal


Mengingat terakhir percakapannya dengan bunda dan ayahnya membuatnya naik pitam


Ia harus segera kesana melihat apa yang sudah terjadi selama ketidak adanya dia disana


"Disini masih ada masalah sayang kita bisa mengundurnya oke?" ucap Louiss


"Yasudah aku pulang sendiri saja" Ucap Rona


"Tidak tidak!baiklah aku ikut tapi lusa ya?"Ucap Louis mencoba bernegosiasi dengan istrinya


"Besok!" ucap Rona tidak bisa dinego


"Tapi...."

__ADS_1


"Yasudah tidak perlu ikut aku pulang sendiri saja" Ucap Rona santai dan bangkit dari kursinya


Louis menarik lengan Rona cepat dan menghela nafas kasar


"Baiklah besok kita pulang bersama" Ucap Louis diangguki Rona


Rona berjalan mendekat kearah dimana adu bacot terjadi antara keluarga pranata dan keluarga Dio


"Apa yang kalian ributkan?kau meminta pertanggung jawaban dan dipertanggung jawabi sekarang masih ribut?mau kalian bagaimana?" celetuk Rona membuat semua orang menatap nya


"Seharusnya Pria itu yang menikah dengan Zahra!" ucap tuan Tian tidak terima


"Dipertanggung jawabi atau merasakan malu?" Tanya Rona


"Kalian gembar gembor meminta pertanggung jawaban dengan memberi waktu dua hari,Zahra sudah menolak bukan?dia mengatakan bisa membesarkan anak itu sendiri tapi kalian begitu ngotot meminta pertanggung jawaban" Ucap Rona


"Semua tidak bisa terselesaikan hanya dengan pernikahan!" Ucap Rona


Ia berjalan keluar meninggalkan orang orang yang terdiam


.


.


.


.


Dengan Louis yang berada disampingnya ia meminta bapak dari janinnya untuk membelikannya sate saat berada diperjalanan pulang


"Belikan 30 tusuk" Ucap Rona


"Kebanyakan sayang" Ucap Louis


"Tidak perlu banyak cincong!cepat belikan saja!" Ucap Rona kesal


Keinginan untuk makan sate sudah diujung tanduk dan Louis malah mengundur waktu


Membakarnya saja menunggu lama dan saat ini masih ingin mengajaknya bicara?


Louis belum merasakan amarah Rona yang meledak jika keinginannya tidak tercapai

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2