
Dengan cepat ia berlari keatas menaiki tangga tak perduli dengan teriakan orang yang memanggilnya
"Louis kamu udah pulang?" Ucap mama Dara
"LOUISS!ADA APA?KENAPA LARI?" teriak mama Dara
"LOUISSS" teriak mama Dara
BRAKK
Louis membuka pintu dengan kasar hingga dorongan terdengar sangat keras disaat pintu dengan tembok bertabrakan
"Rona?Rona kau dimana?"ucap Louis lembut
"Mandi yah?"tanya Louis berpikiran positif
Berjalan dan mengetuk pintu kamar mandi namun tak ada sautan dari dalam
TOK
TOK
"Didalam?" Tanya Louis
CEKLEK
pintu tak dikunci langsung dibukanya namun kosong...
Tak ada siapapun didalam sana ia pun panik
Ia membuka lemari yang tentu saja baju Rona masih utuh karna itu pemberian darinya
Untuk apa dia membawa kalau dia juga punya dirumah bunda Mila?
Dengan cepat ia mengambil handphone dan menghubungi Rona
Namun nomornya sudah tidak aktif
"dimana kau?" Gumama Louis khawatir
Berganti menghubungi ibu mertuanya yang juga sama sama tidak aktif
Turun kebawah dengan terburu buru dan bertanya pada keluarganya yang sedang makan malam
"Rona dimana?dia tidak pulang?ada yang melihatnya?"Tanya Louis gelisah
"Ada apa nak?kenapa kau gelisah?wanita itu pasti dikamarnya bukan?" Ucap Mama Dara
"Tidak ada!"balas Louis
"Kak Rona belum pulang kak dari tadi,aku pikir dia sedang keluar bersamamu kak" Ucap Fani
"****!" Umpatnya
"Ada apa kak?"tanya Febrian
Namun Louis tak menjawab dan berlari menuju mobilnya
"Ada apa memangnya?" Tanya mama Dara
"biarkan saja" Ucap tuan Tian santai
__ADS_1
Louis mengendarai dengan kecepatan tinggi menuju kediaman mertuanya
Tak butuh waktu lama ia pun sampai namun didalam iapun tak melihat kedua orang yang dicarinya
"Bi kemana bunda?" Tanya Louis pada bibi Shanti
"Tidak tau" Ucap bibi Shanti cuek
"Ehh ada nak Louis" Ucap paman Galuh keluar dari kamar
"Ada apa nak?" Tanya paman Galuh
"Bunda kemana ya?" Tanya Louis sopan
"Apa Rona bersama bunda?" Tanya Louis
"Entahlah nak dari tadi pagi kami tidak melihat mertuamu,kupikir kak Mila keluar dengan Rona tapi hingga malam ini juga belum pulang"
"Aku pun khawatir dengan mereka berdua" Ucap paman Galuh
"Apa bunda membawa baju?"Tanya Louis
"Tidak tahu nak,kalau mau lihat dulu dikamarnya" Ucap paman Galuh
Bibi Shanti melihat dengan tak suka namun paman Galuh dan Louis pergi melihat kekamar bunda Mila yang ternyata bajunya masih ada disana untuh tak berkurang
"Baiklah paman,aku pamit mencari mereka dulu" Ucap Louis
"Nakk cepat cari mereka,aku takut ada sesuatu yang terjadi pada mereka"ucap paman Galuh khawatir
Louis keluar cepat dan kembali kekediaman pranata
"Zee pergilah kemarkas dan perintahkan semua untuk mencari keberadaan istriku!" Ucap Louis
"Baik tuan" Ucap asisten Zee
"Kamu dimana?"gumam Louis gelisah
Kantor! yah kantor! tadi pagi Rona berangkat bekerja tapi ini sudah malam pasti tidak ada orang dikantor
namun ia tak perduli dengan cepat Louis mengendarai mobilnya menuju kantor tempat Rona bekerja
"Ada apa tuan kemari malam malam?" Tanya satpam sopan mengetahui orang didepannya bukan orang biasa
"Apa istriku berada didalam?"tanya Louis
"Nona Rona?emm sepertinya tidak tuan didalam hanya ada tiga orang karyawan yang lembur dan seingat saya tadi nonna Rona tidak kerja"jelas satpam
"Tidak kerja?"beo Louis
"Nonna Rona tiba diantar sebuah mobil setelah mobil itu pergi nonna Rona juga pergi menaiki mobil hitam kalau tidak abu abu saya lupa tuan"jelas satpam
"damn!"umpat Louis menutup kaca dan pergi dari sana
Dia sudah kebingungan harus mencari kemana dia juga tidak tidak tahu lagi harus apa?
Dengan kelesuan ia kembali kekediaman pranata
Berjalan lemah menuju kamarnya dan tetap tak berbicara pada anggota keluarga
Dia tidak bisa tidur hingga pagi dengan menatap kosong dan memeluk baju Rona
__ADS_1
"Kau tidak meninggalkan ku bukan?" Ucap Louis pelan
Pagi pun ia akan langsung mencari lagi keberadaan Rona tanpa mandi dan tanpa sarapan
Mengingat Rona yang selalu berdandan dimeja riasnya iapun menghampirinya
"Kau dimana?"tanya Louis pelan
Pandangannya tak sengaja mengarah pada sebuh buku yang menarik perhatiannya
Itu adalah buku dimana Rona langsung menutupnya setelah ia masuk
Dibukanya buku itu tangannya bergetar membaca tulisan didepannya
Kau membaca ini suamiku,emm sebelumnya aku benar benar minta maaf pada keluargamu terutama padamu
Kau terjebak pernikahan denganku dan aku mengambil status jomblo mu yang akan berganti duda
Aku pikir aku jatuh cinta padamu saat pandangan pertama,kau ingat bukan kapan kita bertemu?ah tentu saja kau ingat itu baru tiga minggu yang lalu
Dan ternyata itu bukan cinta kupikir itu hanyalah obsesi semata karna terpesona dengan wajah tampanmu
Kau benar benar tampan! Melebihi siapapun kau lah lelaki tertampan yang aku temui
Aku benar benar minta maaf padamu sebenarnya aku juga yang menjebakmu agar kau menikah denganku
Meskipun itu dikerjakan oleh bunda tapi yang paling bersalah adalah aku karna mungkin bunda terpaksa karna aku yang memaksa
Karna itu kau terpaksa menikahiku kupikir ini akan berjalan dengan lancar tanpa adanya gragal
aku juga tak tahu apa rencanamu yang membuat kau mau menikahiku.aku benar benar terkejut dengan sikapmu malam itu dan aku sebenarnya tak ingin menerima pernikahan ini,aku benar benar sangat trauma dengan pukulan yang ku dapat
Namun ternyata tidak,bahkan sekarang sudah tiga minggu kurang satu minggu lagi kontrak pernikahan kita akan selesai jadi aku akan mempercepatnya saja karna aku tidak betah aku tidak bisa menerima hinaan keluargamu aku bukan manusia kotor bukan manusia hina.
Kau bisa dengan segera menikahi penggantiku aku benar benar minta maaf kepadamu,maaf sebesar besarnya
Jika kau masih tak ingin melepaskanku yang hanya tersisa satu minggu lagi mungkin karna kau ingin aku lebih disiksa oleh ucapan kasar keluargamu
Aku masih memiliki satu syarat lagi jadi syaratnya adalah perceraian dipercepat
Aku juga pernah berpikir kau tak pernah membantuku dan membiarkanku dicaci maki dan dihina oleh keluargamu karna kau memberiku pelajaran karna kau terpaksa menikahiku
"Tidakk itu tidak benar" Ucap Louis
Tapi tak apa aku menerimanya namun aku lelah aku capek dengan semua orang yang menghinaku
Kau ingat saat mama menyuruh aku memasak sendiri dan makan didapur disaat itu akan sangat sedih
Mengapa aku diperlakukan seperti ini? aku bahkan tak pernah memasak menyapu pun aku tak pernah
Namun aku tetap melakukannya demi memperjuangkan dirimu,aku memang manja bukan seperti yang diharapkan mama Dara yang memilih Fani sebagai contoh pendampingmu
Aku tak bisa apa apa karna dulu yang kupikir adalah bekerja bekerja dan uang
Bersambung.
Beb likenya dong hikss 100 like aja othor udah senengnya kebangetan:(
baca cerita othor yg baru yukkkk
__ADS_1