
Rona keluar dan memesan ojek online tak membutuhkan waktu lama ia sudah berada dikediaman pranata
Didalamnya sedang riuh mencari Louis yang dicari saja sedang mancari orang lain
"ini dia wanita pembuat onar!" ucap Mama Dara
"Heii mengapa kau kembali hah?membuat orang malu!dan sekarang merepotkan putraku!" Ucap Mama Dara
"Dasarr pembawa siall!akau akan meminta Louis segera menceraikanmu!" Ucap tuan Tian murka
"Dasarr ****** menjengkelkan!" Ucap Zahra
"Dasar wanita tak tahu diuntung!wanita murahan!wanita hah!kau membuat emosiku memuncak!"cercah Mama Dara
Rona menutup matanya dan menunduk menahan air mata yang ingin keluar karna ucapan yang didengarnya
"....." Rona hanya diam
Ia segera menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya bersender dipintu lalu merosot kebawah
"Hikss sakitt ati gueeee" Ucap Rona pelan
Mengambil handphone yang berada ditasnya lalu mengirim sebuah pesan untuk Louis
💬aku berada dirumah,pulanglah
Pretttt
Suara pesan masuk
💬aku akan segera pulang
Rona masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya
Namun melihat Louis yang belum tiba iapun duduk didepan kaca riasnya dan membuka sebuah buku kosong
Mengambil pulpen lalu menulis
KREKK
pintu terbuka dan buku ditutup
"Kau tidak papa?kau dibawa kemana?tidak ada yang terluka bukan?apa dia berbuat sesuatu padamu?katakan dimana?" Rentetan pertanyaan lolos dari mulut Louis yang terlihat khawatir
"Aku tidak papa,mandilah" Ucap Rona
"Kau benar benar tidak papa?aku tadi pergi kekediaman tuan Aldrich namun satpam mengatakan kau sudah keluar dari sana,aku pikir kau akan kemana" Ucap Louis panjang lebar
"Tidak papa,sudah lupakan hal gila itu dan mandilah" Ucap Rona tersenyum paksa
Louis masuk kamar mandi menuruti perintah wanita didepannya yang berstatus istri dan Rona naik kekasur ia merebahkan tubuhnya dan menutup mata
Ia sangat lelah dan capek
Louis ikut berbaring memeluk Rona dari belakang dan menaruh tangannya diperut kecil istrinya
__ADS_1
Mencium rambut Rona dan ikut menutup mata
'I love you'
Mereka berdua tidur disepanjang sore hingga pagi
Pagi menyambut mereka dengan suara kicauan burung
Rona lekas bangun dan mencuci muka lalu turun kebawah
Ia ikut menyiapkan makanan meskipun hanya membawa dari dapur kemeja makan
Semua orang berkumpul dan heran dengan perubahan Rona
Wanita itu tak berhenti tersenyum kepada semua orang dan menyiapkan makan untuk suaminya
Ia menaruh nasi,dua lauk dan sayur
"Makanlah dengan banyakk" Ucap Rona tersenyum
Tak lupa Rona juga mengambilkan untuk mertuanya dan Zahra
"Emm makanlah dengan senang,aku juga minta maaf dengan segala perilaku ku" Ucap Rona
"Ada apa?"ucap Louis heran
Tak hanya Louis semua orangpun heran dengan perubahan Rona yang menjadi sangat lembut dan tak seperti biasanya
"Ada apa denganmu?"tanya Louis lagi
"Tidak masalah semua akan lebih baik bila kau mau segera diceraikan oleh kakaku" Ucap Zahra sinis
"Zahra!" Ucap Louis dengan penakanan yang lebih
"Maa aku minta maaf soal kemarin" Ucap Rona menunduk
"Tidak masalah,asal yang diucapkan Zahra kau lakukan" Ucap mama Dara santai
"Apa ada sesuatu yang terjadi padamu?"bisik Louis saat Rona sudah duduk disampingnya
"Tidak ada,aku hanya ingin meminta maaf aku tidak ingin memiliki musuh" Bisik Rona
Selesai dengan drama minta maaf semua orang masuk kedalam kamar masing masing untuk membersihkan diri
Rona yang berpikir pasti kamar mandi dipakai Louis jadinya ia ikut membantu pelayan membawa piring dan gelas kotor kedapur
"Aku juga minta maaf pada kalian semua dan untukmu aku akan benar benar menjamin seluruh keluargamu"
"Aku akan membiayai kedua adik dan biaya pengobatan ibumu" Ucap Rona pada salah satu pelayan yang kemarin diancamnya
"B..bbenarkah nyonya?"tanya pelayan itu tak percaya
"Iya" Ucap Rona
Ia baik kekamarnya dan pergi membersihkan diri keluar dengan menggunakan handuk
__ADS_1
Melihat Louis yang akan mengenakan dasi ia pun merebutnya
"Akan kupakaikan" Ucap Rona
Louis membuka kakinya dan Rona langsung memasangkannya
"Ada apa denganmu? banyak sekali perubahan pada sikapmu hari ini"
"Tidakk!aku hanya ingin memasangkan dasi untuk suamiku apa tidak boleh?" Tanya rona
"Apa ada sesuatu yang terjadi padamu?atau ada yang berbicara sesuatu padamu?" Tanya Louis gelisah
"Tidak ada" Ucap Rona tersenyum dan pergi berganti baju
Mengenakan kemeja merah dan rok span putih dengan rambut yang dikuncir satu diatas
Masih menggunakan make up yang sedikit tebal karna bekas tamparan itu masih ada
Mereka sudah siap berangkat bekerja
"Ayo kuantar" Ucap Louis
"Tidak usah,aku berangkat sendiri saja" Tolak Rona
"Kuantar!" Ucap Louis memaksa
Ia memiliki firasat aneh,perasaanya tak nyaman hingga ia tak ingin berjauhan pada istrinya
"Baiklah" Ucap Rona pasrah
Mereka berangkat bersama dengan satu mobil itu dikarenakan Louis yang memaksa
"Nanti periksa pipimu bersama saat pulang,itu butuh obat" Ucap Louis diperjalanan
"Hmm"
Melihat istrinya yang benar benar bekerja iapun lega dan pergi kekantornya
Dikantorpun ia tak tenang dan selalu mengirim pesan disetiap jam pada Rona
"Zee coba kau cari tahu lebih dalam lagi tentang Aldrich" Ucap Louis
"Baik tuan"jawab asisten Zee
Karna pekerjaannya yang menumpuk ditambah terlalu kepikiran dengan Rona alhasil ia lembur karna banyaknya berkas yang sudah menumpuk
Dengan kesall ia menyelesaikannya dengan cepat dan terburu buru
Ia pulang saat sudah jam makan malam tiba seluruh keluargapun sudah berada dimeja makan
Pandangannya fokus mencari Rona namun nihilll
Rona tidak ada diantara mereka...
Bersambung.
__ADS_1