
'Nggak nggak mungkin!'batin Rona
Pikirannya tergunjang dengan apa yang terlintas dari otaknya
Mobil berhenti dan Rona bisa melihat dari kaca kalau mereka berhenti didepan bangunan mewahh
Yangg benar benar mewahh dan wawww gilaaaa
Bangunan tinggi berwarna putih itu membuat rona terpesona
"Daebakk" celetuk Rona
"Kenapa sayang?"tanya Aldrich
"Ini rumah siapa om?" Tanya Rona tak kedip
"Rumahku rumah kitaa" Ucap Aldrich
Aldrich keluar dengan pintu yang dibukakan asistennya lalu berlari membuka pintu Rona
Saat Rona keluar dari arah belakang masuk satu mobil lagi yang saat dibuka ternyata wanita tua yang ikut menangis tadi keluar dari sana
"Ayo sayang masuklah" Ucap Aldrich
"Mari nyonya masukk" Ucap wanita tua
Dia masuk dengan tangan yang digandeng Aldrich ia manariknya namun digenggam erat
Dan wahhhhh ruang tamu yang tertata rapi dengan barang yang pastinya mahal
Bila dipikir pikir rumah ini lebih besarr dari keluarga Pranata
"Istirahatlah dulu pasti capek bukan?mau makan?mandi?atau lainnya?" Tanya Aldrich
"Akuu hauss" Ucap Rona memegangi leher
"CEPAT BUATKAN MINUMAN" Teriak Aldrich
"but I want you to make it" Ucap Rona dengan senyum miring
"m...mee??"beo Aldrick
"gamau yah?yaudah aku buat sendiri aja"ucap Rona santai
"No!aku akan buatkan untukmu" Ucap Aldrich
Sementara pelayan yang sudah terpanggil melongo melihat tuannya mau disuruh
Bahkan tuannya makan saja lauk dan nasi masih harus diambilkan
Pasti wanita ini adalah calon nyonya mereka namun mengapa masih sangat muda?
"Juss alpukat ya om" Ucap Rona
"Jangan panggil om!" Ucap Aldrich kesal
"Gamau yah?yaudah aku buat sendiri aja,dimana dapurnya?" Tanya Rona pada pelayan
"No! no! akan kubuatkan tunggu disini aku akan cepat kembali" Ucap Aldrich berlari kearah dapur
Rona menunggu diruang tamu bersama dengan wanita tua yang sedari tadi menatapnya
__ADS_1
Ia tak peduli dan lebih memilih membuka handphone miliknya
Wahh ternyata berita tentang dirinya yang digendong dan dibawa Aldrich menyebar dengan cepat
Ia mencari tahu tentang Aldrich
Pengusaha kaya yang berasal dari negara xxx memiliki seorang putri angkat dan hidup sendirian tanpa seorang pendamping
Kekayaannya yang bahkan mungkin tidak akan bisa habis tujuh turunan
Namun ia juga membaca berita yang bertuliskan Aldrich pernah membunuh seseorang namun kasus itu tidak berlanjut dan tertutup
Tak ada berita yang menjelaskan secara pasti siapa yang ia bunuh dan bagaimana kelanjutannya
Melihat wanita tua yang menatapnya terus menerus membuatnya risih
"Merem atau gue colok?"tanya Rona
"Nyonyaa"ucap wanita itu mulai menitikkan air mata
"Ni orang kenapa sih?pake acara nangis lagi!" Gumam Rona
Wanita tua itu mendekat
"Jauh jauh!" Ucap Rona mendelikk
"Sayangg ini untukmu" Ucap Aldrich yang baru saja tiba
Melihat itu wanita tua mundur dan kembali duduk menatap Rona dengan sesekali menangis sesegukan
"Minumlah" Ucap Aldrich menaruh gelas dimeja depan Rona
'Mari kita cobaaa'
BYURRRR
Dia memuntahkannya
UEKK
"Kenapa sayang?" Tanya Aldrich panik
"Kau gila!kau ingin meracuniku?kau memakai garamm bukan gulaaa!!?" Ucap Rona kesal mengelap mulutnya dengan tisue
"App..paa?garam?" Ucap Aldrich
"Maaf maaf akan kubuatkan lagi yang manis hmmm?" Ucap Aldrich tak enak
"Nggak usahh!aku buat saja sendiri!" Ucap Rona
"Tidak perlu nyonya,saya saja yang akan membuatnya anda bisa berbincang dan melepas rindu dengan tuan" Ucap wanita tua
"Siapa namamu?" Tanya Rona
"Mutia"
"Okk"
Sepergian Mutia yang kedapur membuat jus Rona mulai berbicara keinti yang ingin ia katakan
"Dengarkan aku" Ucap Rona menatap serius
__ADS_1
"Aku bukanlah orang yang kau cari" Ucap Rona
"Tid..."
"Dengarkan aku dulu!" Ucap Rona tajam
"Baiklah" Balas Aldrich pasrah
"Jika dibandingkan dengan usia bukankah orang yang kau cari juga sudah tua?dan mungkin saja waktu mudanya mirip dengan wajahku" Ucap Rona
"Tapi kalung yang kau pakai adalah pemberian dariku untuk wanitaku" Ucap Aldrich
Rona menatap kalung kupu kupu miliknya
'Bunda?'
"Ahh ini aku tak sengaja menemukannya dirumah sakit karna bentuknya yang cantik akupun tertarik,namun bila ini memang milikmu akan kukembalikan" Ucap Rona mulai melepas kalung
"Tidak tidakk!pakai saja tidak papa" Ucap Aldrich
"Aku memiliki foto wanitaku,dia sangat mirip denganmu" Ucap aldrich
"Ambill dong!" Ucap Rona
Aldrich berlari kekamarnya mengambil satu satunya foto yang ia miliki dilemarinya
"Ini lihatlah" Ucap Aldrich memberikan selembar foto
"that is you"
"Bunda" Ucap Aona pelan
"Kau mengatakan sesuatu?"tanya Aldrich
" Tidakk!"ucap Rona cepat
"Begini difoto itu tertulis tahun yang sudah lama,21 tahun yang lalu jika kau bertemu sekarang pastinya wanitamu bertambah tua bukan?"
"Kau saja bertambah tua yaa meskipun masih segarr" Celetuk rona
"Jadi pasti ada kesalahpahamana disini" Ucap Rona
"Lalu?"tanya Aldrich datar
"Setelah meminum jus aku akan pulang" Ucap Rona
"Kemiripanmu bukanlah kebetulan" Ucap Aldrich
"Ohh ayolah berpikirlah lebih encerr" Ucap Rona kesal
Sang wanita tua yakni Mutia tiba dengan nampan yang diatasnya berisi juss alpukat
Rona meminumnya dengan dua kali teguk
"Ahh enaknya" Ucap Rona
"Baiklah saya permisi,sebaiknya anda mencari tahu lebih keras bila memang anda mencintainya maka jangan hanya ucapan semata"ucap Rona dengan formal
Melihat Rona yang berjalan keluar Aldrich membiarkannya dan menatap dengan mata sayu dan sedih
"Dia bukan mila"ucap Aldrich
__ADS_1
Bersambung.