
"It...itu tidak mungkin dia memang bukan anakku tapi aku menyayanginya sebagai putriku" Ucap Aldrich terkejut sama halnya dengan kedua orang lainnya
"Ah gitu?yaudah keluar sekarang!" Ucap Rona datar
"Tidak! Urusanku belum selesai" Ucap Aldrich tak terima
"KELUARR!" teriak Rona
"Jika kau tak bisa menuruti syarat putriku maka keluarlah dari sini!" Ucap bunda Mila mendukung putrinya
Sama halnya dengan Aldrich,Louis sangat panik ia takut kalau Rona juga akan meminta syarat yang gila kepadanya
"Tidak bisa begitu Mill,aku akan lakukan apapun tapi jangan membunuh putriku" Ucap Aldrich berdiri dan bersujud dikaki bunda Mila
"Aku tahu aku salah dengan segalanya aku minta maaf,aku sudah membunuh pria tua bangka itu mill" Ucap Aldrich menangis dikaki bunda Mila
"Kau berlebihan,Berdiri!" Ucap bunda Mila
Dengan segera Aldrich bangun menatap sendu bunda mila berganti dengan Rona
"Rona aku juga minta maaf padamu soal kemarin yang membawamu dengan paksa,aku mengira kau adalah Mila karna wajahmu sangat mirip denganya" Ucap Aldrich sedih
"Aku minta maaf,maaf maaf" ucap Aldrich memohon
"Kau membunuh ayahmu sendiri?" Tanya bunda Mila
Ia pikir orang yang disebut pria tua bangka adalah ayah dari Aldrich pasalnya hanya orang itu yang selalu mencoba merusak hubungan mereka berdua
"Iya" Balas Aldrich pelan
"Kalau kau tega membunuh ayahmu kenapa tidak dengan putri angkatmu?" tanya Rona tersenyum
"Ak...aku aku menyayanginya" balas Aldrich
"Syaratku mudah kok om cuma bunuh dengan tanganmu sendiri,bisa coba dengan memberikan racun?bagaimana?" Ucap Rona menaikan salah satu alisnya
"Bagaimana kalau kau juga?" Tanya Rona pada Louis
__ADS_1
Tentu saja Louis yang sedari tadi was was menjadi panik,yang ia takutkan terjadi
"Zahra?mama?atau tuan tian?" tanya Rona tersenyum miring
"Em...ak..akku..." Louis terbata bata karna ia bingung panik dan semua perasaan tak menentu jadi satu
Ia sangat menyayangi keluarnya meskipun semua perilaku yang sudah membuatnya susah namun mereka tetaplah keluarganya
Sama dengan itu Aldrich sangat menyayangi layla sebagai putrinya ia sudah merawat sedari umur empat bulan hingga sebesar ini tentu saja rasa sayang sangat melekat padanya
"Semua terlalu berat yah untuk kalian?emm ada syarat lain kok" Ucap Rona memegang dagu seolah olah berpikir
"APA?" Teriak mereka semua kegirangan
"Aku memberikan kalian satu syarat namun kalian tidak sanggup jadi aku akan memberikan beberapa syarat untuk kalian" Ucap Rona
"Apa syaratnya?" Tanya mereka berdua bersamaan
"Untukmu bawa bibi Sarah lepas dari suami bejatnya" Ucap Rona datar menatap Louis
"Dan untukmu berikan semua hartamu untuk bunda" Ucap Rona tersenyum
Rona tersenyum senang ia mengedipkan satu matanya kearah bunda Mila dibalas senyum kecil
"Besok aku akan mengurus semua berkas berkasnya" Ucap Aldrich semangat 45
"Yah besok aku akan membawa bibi Sarah kemari" Ucap Louis semangat melebihi apapun
"Kau pulanglah!" Ucap Rona menatap Aldrich
"Dan kau ikut aku ayo kita bicara berdua" Ucap Rona menatap Louis
Dengan terpaksa Aldrich pergi dari kediaman mewah itu meskipun ia sudah merayu kepada Rona untuk menginap semalam saja namun jawabannya adalah tidak!
Setidaknya ia sangat bahagia karna sudah bertemu dengan sang pujaan hati
Sementara itu Rona mengajak Louis kekamarnya yang berada dilantas atas
__ADS_1
Kediaman mewah itu kini menjadi miliknya lantaran nenek sang pemilik telah meninggal beberapa hari yang lalu dan meninggalkan wasiat semua harta itu menjadi milik Rona seutuhnya
"Apa yang membuatmu membatalkan perceraian ini?" Tanya Rona
"Aku..aku mencintaimu" Ucap Louis manatap istrinya dalam
"Aku minta maaf dengan segalanya semuanya aku benar benar minta maaf" Ucapnya lagi
"Kau bisa menamparku,memukulku atau lakukan apapun kepadaku tapi kumohon jangan pergi dariku" ucap Louis sendu
"Aku benar benar terpuruk tanpamu"
"Benarkah?bukankah setelah bercerai kau bisa menikah dengan Layla?kedua perusahaan menyatu menjadi satu karna pernikahan politik yang menguntungkanmu mengapa tidak mau?" Tanya Rona
"Aku bisa hidup tanpa harta itu asal bersamamu" Ucap Louis
"Kau ingin mengajakku susah?yang benar saja! Bundaku bekerja keras mencari nafkah siang dan malam dan kau datang mengajakku hidup susah?heh" Ucap Rona sinis
'Aku saja menjebakmu untuk hidup enak' batin Rona
"Tidak tidak! Aku akan lakukan apapun asalkan bersamamu menjadi budakmu pun aku mau" Ucap Louis memelas
"Tidak perlu,kau lakukan saja dulu syarat pertama tadi selanjutnya bisa kita bicarakan lagi aku mengantuk" Ucap Rona menguap
"Tidurlah,kau lelah bukan?pasti sangat lelah tidurlah dengan nyenyak" Ucap Louis
Rona merebahkan tubuhnya dikasur yang lebih empuk dari kasur Louis hingga baru beberapa menit menutup mata ia sudah terlelap masuk kedalam mimpi karna saking lelahnya mengikuti segala acara pemakaman nenek
Sementara itu Louis yang melihat Rona terlelap langsung menghubungi asisten Zee dan ikut berbaring disamping Rona dengan memeluknya
"Aku sudah menemukannya Zee,atur semua keperluan ku untuk kembali kekota B" Ucap Louis
"Mengapa langsung kembali tuan?anda tidak lelah?bersama nyonya tuan?" Tanya asisten Zee dari seberang
"Hanya satu hari dan langsung kembali kesini lagi Zee,ada tugas yang harus segera diselesaikan,hanya aku yang kesana" jelas Louis
" Baik tuan" ucap asisten Zee menutup sambungan
__ADS_1
Bersambung.
Baru satu syarat nih,syarat lainnya apa yah?