
"Nona Rona hanya kelelahan yang mengakibatkan dirinya pingsan silahkan membeli obat diapotek terdekat" Ucap dokter memberikan kertas dengan tulisan latin yang susah dipahami
"Mohon beritahu pada nona Rona untuk tidak melakukan aktivitas yang membuatnya lelah" Ucap dokter
"Baik" Ucap mereka lega
Syukurlah tidak ada yang serius sepintas diotak mereka mungkinkah Rona hamil? Namun ternyata tidak
"Heyy!mau apa kau?" Tanya bunda Mila menghentikan Louis yang akan masuk
"Menemui istriku bund"bbalas Louis
"Tidak boleh!yang ada putriku tambah gila melihat wajahmu heh" Ucap bunda Mila sewot langsung memasuki kamar dan mengunci pintu
"BUND BUND AKU JUGA INGIN MELIHAT ISTRIKU AKU INGIN MINTA MAAF PADANYA BUNDDDD" Teriak Louis
"Makanya sebelum bertindak dipikir pikir dulu! Main tampar pipi orang aja lo pikir nggak sakit apa?ya sakit lah anjeng" Ucap Vico
"Aku tak sengaja" Ucap Louis
"Dih mana ada nampar orang nggak sengaja?dasarr kebanyakan drama lo ah" Ucap Vico
"Maaf" Ucap Louis pelan
"Maaf maaf,maaf sono keistri lo jangan pernah main tangan lagi! Ditinggal ntar nangesss" Ucap Vico
Louis hanya menunduk penuh penyesalan sementara Aldrich hanya menatap saja
CEKLEK
bunda Mila keluar dengan muka polosnya seakan tidak ada yang terjadi
"Bund Rona sudah sadar?" Tanya Louis
"Y"
"Aku masuk ya bund?" Tanya Louis penuh berharap
"Dia ingin berbicara dengan mu" Ucap bunda Mila menatap Aldrich
"Aku?" Tanya Aldrich terkejeod
"Hmm"
Dengan penuh kegembiraan Aldrich masuk kedalam kamar Rona menghiraukan Louis yang tertunduk dengan muka kecewa,bisa dilihatnya Rona bersandar dengan memainkan handphone
"Ada apa putri cantikku?" Tanya Aldrich
"Tutup dan kunci pintunya!" Ucap Rona
"Baikk"
Bergegas menutup pintu dan mengunci ia paham mengapa putrinya meminta itu karna dilihatnya Louis,bunda Mila dan Vico menguping dibalik pintu
"Karna hanya kita yang mengetahui pengalihan semua harta hartamu maka kuminta buatlah sebuah pesta dengan memperkenalkan aku sebagai putri dan penerus semua perusahaanmu" ucap Rona serius
"Apapun akan kulakukan" Ucap Aldrich penuh keyakinan
"Lakukan segera aku ingin lusa semuanya selesai dan hari itu juga pesta dilakukan!aku ingin semua rekan bisnismu dan orang sukses terkenal kau undang termasuk keluarga pranata!" Ucap Rona
"Baik tuan putri" Ucap Aldrich
"Jangan ada orang lain tahu rencana ini!termasuk ketiga orang yang berada diluar" Ucap Rona
"Iyaaaaaa" Ucap Aldrich patuh
__ADS_1
"Ya kau boleh pergi" Ucap Rona cuek
"Tidak kah kamu ingin bermanja dan tertawa dengan ayahmu?" Tanya Aldrich menatap sendu putrinya
"Heh?"
.
.
.
.
Ketiga orang yang berada diluar terkejut dan bingung saat pintu sudah terbuka
Aldrich keluar dengan tangisan yang terdengar keras dan sesegukan
"Ada apa?" tanya bunda Mila kepo
"Tidak papa" Ucap Aldrich tersenyum
Louis yang melihat kesempatan didepan mata langsung menyerobos masuk kedalam dan mengunci pintu
"LOUISS!" teriak bunda Mila kecolongan
"Sayang" Ucap Louis
Rona menatap asal suara dan terlihat Louis yang begitu menyedihkan seolah dia mendapat peran orang yang bangkrut
"Aku minta maaf" Ucap Lpuis menghampiri istrinya
"Aku tidak sengaja menamparmu,aku minta maaf" Ucap Louis
"Kau bisa membalasnya tampar aku,pukuli aku,jambaki aku dan lakukan apapun sesukamu asal jangan mendiamiku"ucap Louis
"Rona" Panggil Louis
"Rona"
"Rona"
"Apasihh?jangan ganggu!" Ucap Rona kesal
Louis tersenyum mendengarnya setidaknya istrinya tak mendiaminya terus meskipun hanya ucapan ketus yang dilontarkan
"Maafkan aku" Ucap Louis
"Hmm"
"Kau memaafkanku?" Tanya Louis senang
"Tidak semudah yang kau kira" Ucap Rona tersenyum miring
"Hah?"
"Kumaafkan setelah kau memanjat mangga dan petikan satu untukku yang masih muda" Ucap Rona
"Memanjat?" Beo Louis namun sedetik kemudian ia langsung mengiyakan
"Baikk akan kulakukan asal kata maaf terlontarkan olehmu" Ucap Louis
"Panjatlah ditaman belakang" Ucap Rona
"Aku ingin itu secara live maka kita lakukan video call" Ucap Rona
__ADS_1
"Baik" Ucap Louis mengangguk
Louis keluar tak lama kemudian panggilan video call terlihat dilayar handphone Rona
Bisa ia lihat Louis benar benar memanjat meskipun dengan durasi yang lama Louis berhasil mengambilkannya beberapa buah mangga muda
"Ambilkan kecap didapur sekalian" Ucap Rona disela video call mereka
"Piring juga?" Tanya Louis
"Ya iyalah bambang!" Ucap Rona kesal
"Baik istriku yang paling cantik" Ucap Louis
"Berarti kau memiliki istri lain?" Tanya Rona
"Hah?" Beo Louis tak paham
"Kau mengatakan aku istri paling cantik berarti kau memiliki istri lain?berapa istrimu hah?2?3?4?10?" Tanya Rona emosi
"Banyak?aku juga akan memiliki pria lain kalau begitu" Ucap Rona
"Tidak ada sayang! Only you" Ucap Louis
"Tidak ada yang lain hanya kamu cintaku jangan berpikir negativ" Ucap Louis
"Hmm" Ucap Rona jeales
"Cepat!" Ucap Rona
"Siapp sayangkuuuuu" Ucap Louis berlari mempercepat laju jalannya
Banyak keringat yang keluar didahi dan leher suami dari Rona dengan senyum yang merekah louis membawa nampan dengan isi dua buah mangga muda,piring,kecap dan juga pisau
"Terimakasih" Ucap Rona
Rona mengupas memberi kecap dan memakanya dengan lahap Louis yang melihat itu ngerii mengedikan kedua bahunya
Dilihatnya mangga itu sepertinya sangat kecut namun Rona dengan lahap memakannya tanpa ada rasa kekecutan sama sekali
"Enak sayang?" Tanya Louis
"Yaa,kau mau?"ucap Rona dibalas gelengan
"Ini sangat enak kau harus mencoba" Ucap Rona memasukan potongan mangga yang berlapis kecap kedalam mulut suaminya
Damn
'Ini kecuttt ' batin Louis
Sebisa mungkin ia menahan dan menampilkan senyum manis agar tidak mengecewakan Rona
"Enak?" Tanya Rona dibalas anggukan
"Maka habiskan ini" Ucap Rona santai
"Hah?" pekik Louis
"Ini tinggal sedikit sayang,habiskan saja semuanya" Tolak Louis secara halus
"Aku sudah tidak menginginkannya,habiskan dari pada dibuang sayang" Ucap Rona
"Baik" Ucap Louis terpaksa menelan dengan susah payah
Bersambung.
__ADS_1
Kecewa nggak?kecewa nggak?kecewa lahh masa enggak?
Hehehe