
"Louis jangan tinggalin mama lagi yah?" Ucap mama Dara
"Asal mama terima istriku" Ucap Louis datar
"Aku kucoba" Ucap mama Dara pelan
"Ya" ucap Louis tersenyum
Dia berada dikediaman itu sudah satu minggu lamanya,tak damai seperti biasanya keluarga itu masih ribut
Dengan amukan paman Bagas yang memaksa Louis untuk mengatakan dimana keberadaan bibi Sarah
"Cepat katakan dimana istriku?" Tanya paman Bagas marah
"Benarkah dia istrimu?" ejek Louis
"Ya! Dia istriku!" Ucap paman Bagas
"Lalu mengapa ibuku kau perlakukan seperti itu hah?" sahut Febian tak terima
"Kau menyuruhnya sesuka hatimu! Layaknya pembantu melakukan aktivitas pelayan! Dia bahkan memanggilmu tuan!" Ucap Febian membungkam paman Bagas
"Jangan sok mencari! Kau mencarinya karna tak ada orang yang kau hina?kau suruh?kau teriaki?kau maki maki?akan kucarikan orang penggantinya dan lepaskan ibuku! Ucap Febian
"TIDAKKK!" teriak Baman bagas matanya menatap tajam putranya tangannya mengepal erat
"Biarkan saja dia pergi!kalau bisa ya jangan kembali pembantu hanya bertahan tak lama disini" Sahut tuan Tian
"diam!" Ucap paman Bagas
"Cepat katakan dimana istriku!" Ucap paman Bagas dengan menarik kerah Louis
Semua sudah siap tangan sudah mengepal emosi tercampur dengan muka yang memerah menahan amarah
BUGHHH
Satu pukulan mendarat dipipi mulus Louis
"Hentikan!" Ucap tuan Tian menatap tajam keduanya
"Mau apa kau mencarinya?biarkan saja wanita miskin itu pergi kau sudah tidak perlu susah payah menanggung kebutuhannya" Ucap tuan Tian
"Wanita miskin itu istriku! sudah kewajibanku untuk menanggung kebutuhannya dan kau jangan ikut campur lelaki tua!" Ucap paman Bagas
__ADS_1
"Beraninya kau mengataiku lelaki tua!aku ini ayahmu!" Ucap tuan Tian murka
Apa yang salah?bukankah tuan Tian memang tua?dia bahkan sudah menjadi kakek juga calon buyut dia memang masih bugar tanpa pengakit tua namun usianya sudah terbilang sangat lama
"Hentikan semuanya! Apa yang kalian ributkan?semua bisa dibicarakan dengan baik baik" Ucap ayah Louis menengahi
"Anakmu itu! Aku sudah bicara dengan baik namun tak disahutnya!" Ucap paman Bagas kesal
"Mari bicarakan semuanya dengan tenang" Ucap ayah Louis
Semua memilih mengikuti perkataan ayah Louis kini mereka tengah duduk diruang tamu yang tempatnya lebih luas dibanding area pertengkaran tadi
"Louis katakan saja dimana Sarah?" Ucap ayah Louis namun tak ada balasan,Louis tetap bungkam
"Louis" Ucap ayah Louis lembut
"Louis kumohon beritahu dimana istriku sekarang?aku ingin meminta maaf atas segalanya aku...ak...u ingin memperbaiki segalanya hiks aku mohon beritahu padaku dimana dia sekarang?" ucap paman Bagas dengan berlutut dikaki Louis
Belum sempat Louis mengatakan sesuatu tiba tiba bell terdengar dengan segera Febian membukakan pintu karna hanya dia yang berada tak jauh dari sana
"Siapa?" Tanya tuan Tian saat Febian sudah menutup pintu kembali
Terlihat Febian membawa sebuah paket namun tak terlalu tebal
"Dari siapa?" Tanya ayah Louis
"Tidak ada nama pengirimnya"balas Febian
Febian langsung membuka paket tersebut didepan mereka semua,terdapat dua kotak kecil dengan dua surat
Febian membuka kotak kecil berwarna merah melihat apa yang ada didalamnya paman bagas langsung berlari mengambil kotak tersebut
"Itu cincin istriku" Ucap paman Bagas berlari
cincin pemberiannya dihari pernikahan
Ia bergegas membuka kotak kedua yang berisi kalung disampingnya terdapat sebuah surat
Aku kembalikan semuanya tuan aku minta maaf karna diriku tuan terpaksa menjadi suamiku
Aku benar benar tertekan tuan andai dulu aku menolak ajakan setanmu mungkin semua tidak akan terjadi
Aku kembalikan cincin dan kalung yang anda berikan maaf soal kotaknya aku membelinya sendiri
__ADS_1
Surat satunya adalah surat perceraian aku benar benar minta maaf padamu tuan karna telah menjadi bebanmu
"Itu tidak benar" Ucap paman Bagas pelan dengan menangis
Aku tahu aku hanyalah pembantu yang berharap menjadi nyonya aku minta maafツ
Cepat cepat ia membuka surat yang satunya dan benar saja terdapat surat perceraian disana
tubuhnya lunglai dilantai dengan derai air mata yang sudah mengalir begitu banyak
"Ayah" Ucap Febian pelan
"Louis kumohon beritahu dimana istriku?kau juga merasakan bagaimana posisiku saat ini bukan?aku ingin meminta maaf dan memperjuangkannya aku benar benar menyesal aku mohon katakan" Ucap paman Bagas lelah
Melihat ayahnya yang begitu rapuh Febian jadi tersentuh dan ingin membantunya
Ia ingin kedua orang tuanya hidup dengan bahagia dan damai
"Ayah aku akan mendukungmu tapi kumohon jika sudah menemukan ibu jangan memperlakukannya seperti dulu" Ucap Febian
"Kau ini kenapa?lupakan saja wanita itu dan cari yang lain! Masih banyak wanita diluaran sana yang mau denganmu!" Ucap tuan Tian
"Cukup! Aku muak denganmu!dulu aku pernah berniat untuk pergi dari sini dan membangun rumah sendiri kau menolaknya dengan ancaman tak memberikan sepeserpun uang padaku!"
"Tentu aku menurutimu saat itu karna tak mungkin aku membangun tanpa adanya uang namun kau sudah keterlaluan aku muak dengan semua ancamanmu!"
"Jika dengan meninggalkan harta dan tahta bisa membuat istriku kembali akan kulakukan!" Ucap paman Bagas
"Tak perduli kau memberitahuku atau tidak aku akan terus mencarinya" Ucap paman Bagas bangkit dan berniat pergi
Namun terhenti
"Dia bersama Rona" Ucap Louis
Paman Bagas berbalik
"Alamat lebih lengkapnya akan ku beritahu melalui pesan" Ucap Louis
Ia tak ingin semua keluarganya tahu dimana keberadaan Rona terutama kakeknya tuan Tian bukanlah orang biasa tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukannya saat mengetahui keberadaan Rona
Bersambung.
Kok semua pada nyesel sih?baru tahu rasanya kehilangan makannya baru nyesel hihihi
__ADS_1
Likenya zeyengg