
Flashback
Sebelumnya Rona sudah mengancam salah satu pelayan dengan iming iming uang untuk keluarga atau akan memecatnya bila tak melakukan yg ia inginkan
Dia menyuruh untuk memberikan obat uang membuat orang yang mengkonsumsinya sering BAB
"Berikan obat ini diminuman Layla" Ucap Rona
"B...bbbaik nonna" Ucap pelayan
Dan saat Layla sudah membawa Louis kekamarnya dengan rayuan membicarakan sesuatu yang penting
Layla yang malu karna kebelet kentut pun reflek langsung masuk kedalam kamar mandi miliknya
Sementara Louis yang sudah mulai terpengaruh obat pun gelayapan
Melihat layla yang tak kunjung keluar dari kamar mandi,Louis berniat keluar dari kamar namun pintu terbuka sebelum ia menggapainya
Rona masuk dengan tersenyum licik dan langsung menutup dan mengunci pintu tak lupa ia juga mengunci kamar mandi yang didalamnya terdapat Layla
Rona menghampiri Louis dan tersenyum lembuttt
Louis terpancing dan langsing mendorong Rona kekasur Layla
"Ready? Go! "
"Kau yakin melakukannya dikamar ini?" Tanya rona tersenyum miring
"Yaaaa!"
******* ******* didengar dengan jelas oleh Layla yang berada dikamar mandi namun mereka tak menghiraukan teriakan Layla dari kamar mandi
dipertengahan aksi mereka tiba tiba pintu kamar terbuka karna dobrakan orang dari luar
"KALIAN...!"
Dengan reflek Rona mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya dan Louis
"KELUAR!" teriak Louis yang tetap melanjutkan aksinya tak perduli dengan orang yang melihat itu
__ADS_1
"Dimana Layla?" Tanya mama Dara geram
Rencananya gagal!
"Dia berada dikamar mandi" Ucap Rona
Dengan cepat mama Dara berlari memutar kunci dan membuka pintu
Terlihat wajah Layla yang merah padam yang pastinya marah dan kesal
"CEPATT KELUAR!" Teriak Louis
aishh pria ini! benar benar memalukan
jika kalian ketahui Louis merasa dejavu,mengingat malam pernikahan mereka dimana ia melakukan kekerasan
ya seperti ini lah cerita sebenarnya Bunda mila memberikan obat perangsang dosis tinggi dan dilihatnya Rona yang sudah terlelap dalam kamarnya
lalu mengapa dia memukul dan menampar? jawabannya adalah karna ia melampiaskan semua pada Rona,mereka tak saling kenal dan Louis tipe orang yang anti wanita
alhasil ia memukul,menampar,menonjok dan melakukan segala bentuk kekerasan pada Rona tapi semua tak mempan obat itu jelas terus bekerja membuatnya tak betah dan mereka melakukan *itu* juga dimalam itu
Mereka semua ikut pergi lantaran tuan Tian juga sudah keluar,mereka tak ingin ambil resiko
Keesokan harinyaaa mereka bersiap untuk berangkat bekerja dengan sedikit kualan karna mereka bangun agak kesiangan
Ia tak ingin suaminya terlambat kerja mau dibilang apa nanti?
Bos kok telat?
Boss harusnya dijadikan panutan kedisiplinan untuk karyawannya!
Namun dipertengahan Louis malah melamun
"Kau akan terlambat cepat lah!" Ucap Rona kesal
"Aku tidak kerja hari ini" Ucap Louis
"Kenapa?"
__ADS_1
"Hanya ingin bersama denganmu" Ucap louis tersenyum
"yang benar saja!" ucap Rona kesal
"tidak,aku lupa kemarin meliburkan semua karyawan untuk hari ini" jelas Louis
"aku akan ijinkan untukmu hari ini agar tidak bekerja"
"tapi..."
"tidak ada tapi tapian!"
"baiklah" ucap Rona menyerah
mereka berdua Turun kebawah namun sudah melihat seluruh keluarga yang berkumpul
Bahkan raut wajah tuan Tian menggelap seakan ingin mencekik seseorang
"Pergilah aku hanya ingin berbicara dengan Louis!" Ucap tuan Tian menatap tajam Rona
Yahh dengan terpaksa Rona pergi kembali keatas kamarnya
"Bagaimana kalau dia hamil?kau tidak akan jadi menikah dengan Layla!" Ucap tuan Tian
"Hanya tinggal menggugurkannya bukankah itu mudah?masalah selesai bukan?" Ucap Louis santai
Bibi Sarah yang menguping terkejut
"Kau harus segera menceraikannya! Setidaknya mungkin ia hamil setelah kau tidak ada lagi hubungan status suami istri dengannya!" Ucap tuan Tian
"Ya Louis!" Ucap mama Dara
Ia mendukung mertuanya karna ia sangat menyukai Layla namun ia tak mengetahui bila putranya dijadikan alat untuk menguasaai harta orang
"Kakak perlu alasan?aku bisa suruh orang buat pura pura jadi selingkuhannya nanti kakak pergoki aja" Ucap Zahra
Bersambung.
likenya ya beb
__ADS_1