
Zahra semakin merasa bersalah kepada keluarganya terutama mama Dara yang begitu ia kecewakan
"Dia teman sekolahku ma" Ucap Zahra pelan
"Zahra!" Ucap Louis kesal
Tidak seharusnya ia katakan disaat ini,ia masih memikirkan cara yang lain dengan menjodohkan adiknya namun ini terungkap sebelum waktunya
"Hubungi dia! Telfon sekarang juga!" Ucap mama Dara
"Apa kau memiliki nomor orang tuanya?" Tanya mama Dara dibalas gelengan
"Dia memblokir nomorku" Ucap Zahra menunduk
"Ma itu tidak perlu,aku bisa membesarkan anak ini sendiri" Ucap Zahra
"Apa kau bilang?kau pikir bisa membesarkan anak sendiri diusianya yang bahkan belum sembilan belas tahun! Kau masih remaja yang labil!" Ucap mama Dara
"Siapa nama pacarmu itu?" Tanya mama Dara
"Dio" Balas Zahra
"Apa kau tidak punya nomor salah satu dari keluarganya?" Tanya mama Dara kesal
"Nomor rumah mereka" Jawab Zahra
"Kenapa tidak dari tadi?cepat telefon sekarang!" ucap mama Dara jengkel
Dengan gemetaran Zahra menghubungi nomor yang ia tuju dan memberikan nya kemama Dara
"Hallo?siapa?" Ucap seorang wanita
"Saya Dara dari keluarga Pranata bisa berbicara dengan nyonya keluarga situ?" Tanya mama Dara selembut lembutnya
"Iya dengan saya sendiri,ada apa?" Tanya ibu Dio
"Niat saya menghubungi anda karena ingin meminta pertanggung jawaban!anak anda menghamili putri saya" Ucap mama Dara keras
"APA?" Teriak dari seberang
"Saya minta kedatangan anda dan keluarga anda terutama anak anda untuk datang ke kediaman pranata membicarakan hal selanjutnya" Ucap mama Dara
"Baik!" Ucap dari seberang dan langsung menutup sambungan
"Jangan mencoba kabur atau melakukan hal gila! Kedatangan keluarga itu akan langsung menentukan hidupmu!" Ucap mama Dara menatap tajam putrinya
"I..iyaa maa" Balas Zahra gugup
Beberapa jam berlalu tepatnya saat ini jarum jam menunjuk kearah angka tujuh
Keluarga Pranata menyambut kedatangan keluarga Dio dengan ramah meskipun dalam hati mereka mencaci maki
"Jadi mana anak anda?" Tanya mama Dara to the point
"Dia masih berada diperjalanan" Ucap Ibu Dio
__ADS_1
"Lebih baik langsung saja membahas kelanjutannya" Ucap tuan Tian tajam
Keluarga Dio tidak terlalu takut karna keluarganya juga terpandang meskipun masih dibawah pranata namun kedudukannya tak kalah jauh
"Cucuku sudah hamil dua bulan dan kuingin pernikahan dilangsungkan dengan segera!" Ucap tuan Tian
"Tapi putraku sangat jarang bergaul dengan wanita bahkan dia tidak memiliki kekasih bagaimana bisa dia menghamili putri anda?" Tanya ibu Dio
"Anda meragukan perkataan putriku?mengapa tidak bertanya pada putramu?dia menghamili putriku tidak?kita bisa tes dna jika putramu mengelak" Ucap mama Dara emosi
Kedua orang tua Dio bungkam
"Kita lakukan pernikahan ini dua hari lagi!" Ucap tuan Tian tidak boleh ada bantahan
Tanpa bisa mengelak atau menolak kedua orang itu mengangguki dan berniat akan kembali pulang
ia tak ingin berlama lama dirumah super menyeramkan ini
Namun anaknya tak kunjung datang membuatnya khawatir
"Dimana putra anda nyonya?apa dia membohongimu untuk datang lalu dia kabur?" Tanya mama Dara
"Mungkin ada kendala diperjalanan" Jawab ayah Dio
Ibu Dio mencoba menghubungi putranya dan betapa terkejutnya dia ketika mendengar putranya kecelakaan
"Putraku mengalami kecelakaan diperjalanan kami pamit" Ucap ibu Dio
Zahra terkejut sama halnya dengan orang orang
"Tidak perlu takut tuan, kami tidak pengecut!" Ucap ayah Dio
.
.
.
Dua hari berlalu begitu cepat bagi Zahra ia ingin kabur saja dari rumah tapi ia tak ingin membuat keluarganya malu dan kecewa
Mau hidup dimana nanti jika ia keluar dari keluarga ini?
Jadi babu?pemulung?atau mungkin pengemis?
Tidak!
Ia tak ingin hidup susah seperti itu apalagi ada janin didalam perutnya
Dengan lengkap memakai pakaian pengantin berwarna putih dengan panjang hingga mata kaki tanpa lengan dibagian atasnya.
Rambut yang disanggul dan diberi hiasan ia tampak begitu cantik diusia yang masih remaja ini
Namun raut wajahnya tidak seperti para pengantin yang berbahagia ketika hari dimana mereka tunggu telah tiba.
Dia berbeda,dengan mata yang sembab dan raut muka yang sendu memperlihatkan ketidak bahagiannya dirinya saat ini
__ADS_1
Menuju gedung bersama keluarganya hingga semua orang telah berdatangan.
Saat naik kealtar Zahra bisa melihat yang menjadi pengantin pria bukanlah Dio kekasihnya melainkan orang lain
"Yah siapa dia?" Bisik Zahra
"Tentu saja kekasihmu nak" Ucap ayah Louis
"Buk...." Belum selesai mengatakan sesuatu namun ayahnya menghentikannya
"Sudahlah nak kita bicara nanti,sekarang lihat depan dan tersenyumlah" Ucap ayah Louis
Pengantin prianya begitu tampan dimata Zahra dan semua orang sedikit mirip dengan Dio namun lebih tampan
Zahra bingung ada apa ini?siapa dia?
Namun melihat banyak orang yang melihat bahkan banyak camera yang menyorotnya ia tak ingin mengacaukan acara ini
Hingga acara selesai dan semua orang telah pergi barulah ia bertanya pada keluarganya
"Ma siapa dia?dia bukan Dio" Ucap Zahra
"Apa?" Ucap mama Dara terkejut
"Lalu siapa dia?" Tanya mama Dara pada ayah Dio
Dia tidak melihat ibu Dio,sejak tadi hanya ayah dan keluarga lainnya saja
Zahra juga tidak melihat keberadaan Dio
kemana dia?
Rona melihat drama ini dengan malas
Kalian tahu apa yang dipikirkan Rona ketika Louis mengatakan semua yang telah terjadi?
Bodoh
Dia sudah merencanakan sesuatu dan semua terbuang sia sia karna kecerobohan suami dan keterburuan keluarga pranata
Rona sudah tak ingin ikut campur lagi masalah Zahra ia pusing dengan segalanya
Keluarga itu yang memasukkan putrinya kelubang buaya
Bagaimana tidak?
Sudah tahu pihak pria tidak ingin bertanggung jawab bahkan menyuruh menggugurkan masih saja ngotot meminta pertanggung jawaban
Masalah malu itu mudah diselesaikan tapi mereka tidak memikirkan bagaimana kehidupan Zahra selanjutnya
Hidup dengan pria yang membencinya dan mungkin entah apa yang akan terjadi selanjutnya
Ditambah drama saat ini?ohh dia sudah bodoamat
Bersambung.
__ADS_1