
"Masih lama?" Tanya Rona saat sudah bosan menunggu suaminya yang terus fokus pada layar komputer didepannya
"Sebentar lagi sayang" Ucap Louis tanpa menoleh
Rona berdiri dan berjalan menuju kaca besar nan lebar yang berada tak jauh dari dirinya
Memperlihatkan bangunan bangunan tinggi nan megah dan pemandangan yang indah dari atas sana
Namun tiba tiba
"AKHHHHHHHHHHHHHHH" Teriak Rona dengan berjongkok dan menutup mata
"Ada apa sayang?ada apa?" Tanya Louis terkejut dan berlari kearah istrinya yang sudah menangis
"Ada apa Rona?katakan" Ucap Louis memeluk istrinya
"J-j-jattuh" Ucap Rona
"Apa?siapa yang jatuh?katakan sayang" Ucap Louis menghapus air mata istrinya
"Hiks hiksss jatuhhh" Ucap Rona ditengah seseguk tangisannya
Ya,saat ia sedang asik melihat pemandangan indah tiba tiba ada tubuh seorang pria yang jatuh dari atas dan ia bisa melihat dimana orang itu sudah berwajah pucat dan penuh darah
Ruangan Louis memang bukan ruangan paling atas namun berada dipertengahan
Berbeda lagi dengan kondisi dibawah,seorang satpam dan beberapa karyawan pun histeris melihat adegan jatuhnya seseorang dari lantas atas
Dengan cepat banyak karyawan berbondong bondong melihat dan membicarakannya hingga Asisten Zee mendengarnya
Segera ia menuju ruangan sang boss
"Tuann" panggil Asissten Zee saat sudah memasuki ruangan dan melihat adegan sepasang pasutri berpelukan
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Louis
"Ada seorang tubuh yang hancur karena jatuh dari lantas atas" Ucap Asissten Zee
"Apa?siapa dia?" Tanya Louis terkejut
Jadi karna ini Ronanya menangis histeris?apa istrinya itu mengingat tragedi menyeramkan itu?meskipun Rona mengalami kecelakan namun melihat hal setragis itu pasti membuat orang mengingat kejadian mengerikan itu
"Belum diketahui tuan,ambulan masih dalam perjalanan " Ucap asissten Zee
"Ya,keluarlah" Ucap Louis
Langsung ia peluk lebih erat Rona dan mengelus lembut rambutnya
Mencoba menenangkan sang istri
"Tidak papa sayang,lupakan kejadian tadi jangan diingat selalu,lupakan" Ucap Louis
Melupakan?bagaimana bisa?kejadian itu tepat didepan mata Rona yang jelas jelas melihat tubuh penuh darah menatapnya dengan sayu
Ditambah tragedi kecelakaannya sebelumnya,itu semua bercampur aduk menjadi satu membuat nya begitu trauma
"Ayo minum dulu" Ucap Louis menggendong Rona untuk di dudukkannya disofa dan memberikannya segelas air putih
"Tenang sayang" Ucap Louis kembali memeluk Rona
"Sebaiknya kita pulang saja" Ucap Louis mengambil jasnya yang menyangkut dikursi kerjanya
"Ayo sayang" Ucap Louis dibalas anggukan
Melihat istrinya yang begitu gemetar membuat Louis tak tega dan lebih memilih untuk menggendongnya saja
Hingga tiba dibawah Louis melihat masih banyak karyawan yang mengerumuni mayat bersimbah darah tanpa jijik maupun takut
__ADS_1
"JANGAN BERKERUMUN! KEMBALI BEKERJA! ZEE CEPAT TUTUPI MAYAT ITU DENGAN KERTAS ATAU LAINNYA!" Teriak Louis membuat semua karyawan memusatkan perhatian pada asal suara
"Ehh kenapa dengan nyonya Rona?"
"Ada apa dengan nyonya?"
"Mengapa digendong?"
"Ada yah?"
"romantisnya mereka"
Bisik bisik karyawan dan langsung membubarkan diri takut diberi hukuman oleh sang boss
Diperingati seperti tadi saja sudah gelisahnya minta ampun
Diperjalanan Rona mengatakan sesuatu saat didalam mobil
"Aku ingin ice cream" Ucap Rona pelan
"Hah?" pekik Louis yang tak mendengar ucapan istrinya
"Katakan yang keras sayang,aku tidak mendengarnya" ucapnya lagi
"Aku ingin ice cream" Ucap Rona
"Ice cream apa?" Tanya Louis
"Terserah" Ucap Rona
Louis dibuat lega setidaknya istrinya sudah tidak histeris seperti tadi dan dan tidak menangis
Bersambung.
__ADS_1
Ditamatin atau lanjut tapi konflik lagi?koment yang banyakk
Akuu juga mau buat novel lain lagi,dibaca yahhhh♡