
Paginya Louis bangun tidak mendapati Rona disisinya dengan panik ia langsung berdiri dan mencari
"Rona?Rona kau dimana?" panggil Louis
"Dikamar mandi" ucap Rona seketika Louis lega
Selesai Rona keluar dari kamar mandi bergantian dengan louis sementara Rona turun kebawah untuk makan pagi
Masuk keruang makan sudah berjejer jejer berbagai makanan nikmat dan lezat
Ah betapa enaknya hidupnya sekarang tak perlu memakan masakan asin dan tidak enak sekarang semua sudah tersedia
Namun matanya tertuju kearah pria yang tersenyum kepadanya yak pria itu adalah Aldrich yang sudah sedari tadi subuh datang kemari
"Makanlah Rona" Ucap aldrich tersenyum
"Tentu saja ku makan" Ucap Rona ketus
Bunda Mila datang bersamaan dengan Louis yang turun dari atas
"Dia menginap disini?mengapa aku tidak boleh?" Tanya Aldrich tak terima melihat Louis
"Ada ikatan apa kita denganmu?" Tanya Rona
"Tidak ada" balas Aldrich lemah
Memang dia tidak ada ikatan apapun pada keluarga ini ayah bukan suami bukan saudara jauh juga bukan
Louis?tentu saja ia keluarga ini dia masih suami dari Rona hubungan mereka tak jadi berakhir
Mendadak Aldrich jadi malas
"Silahkan dimakan nyonya dan tuan" ucap pelayan pergi setelah menaruh hidangan terakhir
Dengan segera Rona mengambil makanan yang diinginkannya memakannya dengan lahap
Mereka bertiga tercengang dengan porsi makan Rona yang tidak biasa
"Sayang nanti kamu kekenyangan" Tegur bunda Mila
"Laper bund" ucap Rona tak perduli dan melanjutkan aksi melahap
"Perutmu cukup Rona?" Tanya Aldrich
"Y"
Selesainya acara makan Aldrich langsung memberikan berkas yang sudah ditanda tanganinya
"Ini tinggal tanda tanganmu saja sayang" Ucap Aldrich pada bunda Mila
"Sayang sayang jyjyk!" Ucap Rona ketus
"Itu panggilan sayangku pada bundamu jadi terserah aku lah" Ucap Aldrich sewot
"Gak boleh lah!aku melarang!"balas Rona tak kalah sewot
__ADS_1
"Bundamu tak melarang!" Ucap Aldrich tersenyum kemenangan
Mata mereka sengit dengan mulut yang beradu omongan
Bunda Mila yang melihat itu bukannya marah namun sendu andai dulu Aldrich tak memutuskan hubungan mereka pasti keluarga mereka sangat bahagia
"Rona jangan begitu dia aya.....emm dia lebih tua darimu" Ucap bunda mila hampir keceplosan
"Aya..?" Beo Aldrich menaikan satu alisnya
"Lupakan" Ucap bunda Mila
"Ayah?"
"Dia putriku?" Tanya Aldrich kekeh ingin tahu
"Sudahlah bunda jujur saja!aku juga ingin tahu siapa bapak biadap ku?" Tanya Rona
"Huft" Bunda Mila menghela nafas
"Sebenarnya Aldrich ayahmu dan Rona putrimu" Ucap bunda Mila
"Mengapa tidak ada kesamaan sama sekali denganku?" tanya Aldrich
"Ada" celetuk Rona
"Apa?" Tanya Aldrich penasaran
"Warna rambutku sama denganmu,pirang tapi aku tidak suka jadi aku warnai jadi hitam" Ucap Rona malas
"Jad...di?kau benar putriku?" tanya Aldrich tak percaya
"Lepas!baumu tak sedap!" Ucap Rona risih
Aldrich mencium kedua ketiaknya secara bergantian namun tak bau sama sekali malahan wangi
"Kau memakai parfum kotoran?mengapa bau sekali!" Ucap Rona tak suka
"Heyy ini parfum mahal yang dibelikan putriku" Ucap Aldrich tak terima
"O pantas saja baunya tak enak" Ucap Rona mengibaskan tangannya didepan hidung seolah mengibas bau
"Dan kau!segeralah lakukan syarat yang kuminta waktumu hanya dua hari" Ucap Rona dengan menunjukkan kedua jari membentuk v
"Baik,aku berangkat sekarang" Ucap Louis berdiri berniat memeluk dan mencium Rona
"Tidak perlu!bau kalian sama sama tak sedap" Ucap rona menatap datar Louis
Louis terhenyak dan murung lantas dia langsung berpamitan pada bunda Mila
Setelah kepergian Louis,Rona menatap datar pria bule yang cengengesan menunjukkan rentetan gigi putihnya
"Bunda rindu nggak?" bisik Rona ditelinga bunda mila
"Sedikit" Bisik bunda Mila
__ADS_1
"Yaudah sana saling lepas rindu asal jangan kelewatan! Aku nggak mau punya adik!" Ucap Rona kesal sendiri
Bunda Mila langsung menonyor kepala Rona
"Dasar kamu ini yah" Ucap bunda Mila
"Dulu aja sampe keluar aku,ntar kalau keluar satu tuyul lagi aku nggak mau! awas aja kalau sampai terjadi" Ancam Rona menatap sinis Aldrich
"Ada apa?" Tanya Aldrich penasaran dengan apa yang mereka bicarakan bahkan Rona menatapnya sinis
Rona langsung naik keatas kamarnya
Sementara bunda Mila dan Aldrich berbincang bincang
"Apa kamu tidak merindukanku mill?" tanya Aldrich
"Tidak" balas bunda Mila cuek
"Benarkah?kamu pasti sangat kesusahan hamil tanpa pendamping bahkan melahirkan tanpa diriku,aku memang pria brengsek yang tak bertanggung jawab" Ucap Aldrich menunduk
"Tapi mengapa kamu tak memberitahuku kalau kamu hamil?" Tanya Aldrich
"Untuk apa?" Tanya bunda Mila
"Tentu saja aku pasti akan bertanggung jawab dan langsung menikahimu mill" Ucap Aldrich menatap sedih bunda mila
"Aku sudah pernah memberitahumu melalui pesan namun tak pernah kau balas bahkan kau baca saja tidak" Ucap bunda Mila
"Aku..aku minta maaf seharusnya aku membaca pesan itu,kesalahanku waktu itu yang langsung menghapus nomormu tanpa membaca pesan itu dulu hikss,aku minta maaf" Ucap Aldrich menyesali perbuatan lamanya
betapa bodohnya ia dulu yang langsung menghapus nomor bunda Mila ia dulu berpikir bunda Mila masih mengejarnya
"Aku minta maaf,aku memang pria bodoh jahat dan tak berperasaan hiks aku pria brengsekk" racau Aldrich dengan memukul pukul kepala dan dadanya sendiri
Bunda Mila tak memberhentikan aksi Aldrich namun hanya melihatnya dengan ekspresi datar dan melipat tangannya
"Kau tahu?dulu aku berniat menggugurkan Rona karna frustasi dengan segalanya"ucap bunda Mila menatap kosong
"Namun nenek memberitahuku kalau didunia ini banyak yang sulit mendapatkan momongan namun aku yang mendapatkannya dengan mudah malah ingin menggugurkannya"
"Bergantinya hari dan bulan kandunganku membesar dan aku mulai menyayangi Rona aku berjanji saat ia berusia delapan bulan dikandunganku aku akan selalu menyayanginya dan memberikan apapun yang ia inginkan"
"Dan kau tahu?keinginannya yang tak bisa aku tolak adalah menikahkannya dengan Louis" Ucap bunda mila tentu saja Aldrich terkejut
Ia kira Rona dan Louis adalah pasutri saling mencintai terlihat juga tatapan penuh cinta terlihat dari mereka berdua
"Hal gila yang kulakukan adalah menjebak louis hingga mereka menikah" Ucap bunda Mila
"Apa jebakan itu?" Tanya Aldrich
"Memberi obat perangsang" Balas bunda Mila
Aldrich tak percaya wanita yang dicintainya begitu licik
"Tapi aku tak menyangka putriku diperlakukan tak senonoh oleh keluarga biadab itu!" Ucap bunda Mila emosi
__ADS_1
"Dia dijadikan pembantu lalu datangnya putrimu yang akan menggantikan posisi anakku menjadi istri Louis" Ucap bunda Mila menatap Aldrich sinis
Bersambung.