
pagi nya liandra terbangun diri nya merasa ada sesuatu yang berat di perut nya lalu liandra melihat ternyata Alex yang memeluk diri nya, liandra mencoba membalikan badannya menghadap Alex tanpa membangun kan nya
"good morning sayang"gumam liandra sambil mengusap rahang Alex
"good morning too my love my love"balas Alex ternyata diri nya sudah terbangun saat liandra membalikkan posisi menghadap nya tadi
"kamu sudah bangun"tanya liandra
"hmm"jawab Alex sambil membuka mata nya lalu menatap liandra
"apa kamu akan pergi hari ini"tanya liandra lagi diri nya sungguh tidak bisa harus berpisah dengan Alex walau itu hanya 3 bulan saja
"hmm"jawab Alex lagi lalu mempererat pelukan nya pada liandra
"jam berapa"tanya liandra
"aku akan berangkat sore supaya punya waktu lebih untuk aku berduaan sama kamu baby"jawab Alex
"kalau begitu aku harus bertemu dengan para Abang-abang aku dulu"beritahu liandra pada Alex
"untuk apa sayng"tanya Alex
"ada hal penting yang harus aku sampai kan pada mereka"ujar liandra
"nanti saja hari ini aku ingin bersama kamu terus"minta Alex pada liandra diri nya tau apa yang akan liandra kata kan pada tiga sahabat nya itu
"tapi"ucap liandra terpotong saat Alex mengangkat tubuh mungil nya ke atas tubuh nya
"apa yang kamu lakukan"tanya liandra diri nya jelas terkejut apa yang Alex lakukan secara tiba-tiba
"morning kiss baby"minta Alex pada liandra
"no"tolak liandra membuat Alex cemberut
"kenapa"tanya Alex dengan wajah yang di buat kecewa tapi tidak di mata liandra diri nya malah gemas melihat Alex seperti itu
"aduh,aku belum sikat gigi sayang mulut aku pasti bau"jelas liandra sambil menangkup kedua pipi Alex
Alex tidak menjawab diri nya langsung mencium bibir liandra membuat liandra terkejut saat liandra ingin berontak Alex langsung mempererat pelukan membuat liandra pasrah apa yang Alex lakukan
"balas sayang"bisik Alex di sela-sela ciuman mereka
liandra pun akhirnya membalas ciuman Alex cukup lama hinggap mereka kehabisan nafas bersama lalu baru mereka lepaskan
"tidak bau sayng bahkan bibir kamu candu bagi aku"goda Alex pada liandra membuat pipi liandra merah Karna malu
"pipi kamu kenapa sayang"tanya Alex liandra tidak menjawab diri nya langsung berlari ke kamar mandi
"I really love you darling"gumam Alex saat liandra sudah masuk ke kamar mandi diri nya juga pergi ke kamar mandi di kamar sebelah lagi
__ADS_1
akhir nya liandra selesai dengan ritual mandi nya saat membuka pintu kamar mandi liandra tidak melihat Alex hanya sepasang baju untuk diri nya yang terletak di kasur
"ini pasti Alex yang letak"gumam liandra lalu mengambil baju itu dan memakai nya di dalam kamar mandi takut nanti tiba-tiba Alex masuk sebab itu liandra Menganti nya di kamar mandi
"apa liandra sudah selesai"gumam Alex yang barus selesai memakai baju di wolkesolt dan melihat baju yang diri nya siap kan untuk liandra tidak ada di kasur lagi
"sayng kamu sudah selesai"tanya Alex sambil mengetuk pintu kamar mandi
klek
pintu kamar mandi terbuka liandra keluar dengan baju yang sudah Alex siap kan ternyata sama seperti baju yang Alex pakai
"apa kamu beli sepasang"tanya liandra
"hmm,baju kamu ada banyak di wolkesolt aku"jawab Alex lalu mengandeng tangan liandra untuk turun ke bawah
"sejak kapan"tanya liandra diri nya sungguh penasaran sejak kapan Alex menyimpan baju cewek di kamar nya
"tadi malam aku menyuruh anak buah papa membeli nya"jawab Alex
"apa"teriak liandra diri nya jelas terkejut
"kamu tenang aja anak buah papa itu perempuan"jelas Alex yang tau liandra takut bahwa itu laki-laki
"oh,makasih sayang"ujar liandra sambil mencium pipi Alex lalu segera berlari ke bawah tanpa menunggu Alex lagi
"morning Bun,pa,kak"sapa liandra yang melihat ternyata orang tua Alex dan kakak Alex baru keluar dari kamar masing-masing
"morning sayang"jawab mereka bersamaan
"sayng kamu curang tau"ucap Alex saat sudah sampai di samping liandra
"kamu kenapa son lari-lari"tanya taun Ferguson yang heran melihat Alex lari
"papa tidak tau Alex itu bucin tidak mau jauh dari liandra walaupun sedetik"ejek alixsa
"biarin well"ujar Alex lalu memeluk liandra
"sayng lepasin malu tau"suruh liandra diri nya sungguh malu melihat Alex bucin tidak tau tempat
"sudah-sudah ayo makan"lerai bunda Dian
"Indra,Bima,Bastian sudah bangun"tanya alixsa yang belum melihat mereka dari tadi
"meja makan"teriak orang yang di cari-cari ternyata ada di meja makan
"kalian sejak kapan di sini"tanya Alex yang dari tadi tidak melihat mereka
"dari tadi Lo aja yang gak lihat"jawab Bastian
__ADS_1
"orang bucin itu dunia terasa milik berdua"ejek Bima
"maka nya cari cewek bang"ujar liandra
"sudah ayo makan jangan ngomong Mulu kami lapar"suruh Indra
mereka pun duduk lalu memulai makan pagi bersama-sama
"Lex kami akan pulang dulu kerumah kita bertemu di bandara langsung nanti sore"beritahu Bastian
"kalau begitu setelah makan kita bicara dulu"ucap liandra
"bicara apa"tanya Bastian
"nanti juga tau"jawab liandra
"baiklah"ujar mereka lalu melanjutkan makan tanpa ada lagi percakapan di antara mereka
"ada apa dek"tanya Bastian sekarang mereka berada di luar masion
"jaga Alex jangan sampai ada yang deketin dia apa lagi godain Alex kalau ada kalian boleh bunuh mereka"ancam liandra Alex yang mendengar itu pun langsung geleng-geleng kepala sudah diri nya tebak apa yang akan liandra bicara kan sama mereka
"alah dek...dek..sebelum Lo nyuruh kita sudah Alex duluan yang bunuh mereka"ujar Indra
"gue tidak mau tau pokok nya kalian harus awasi Alex dan Andra dua puluh empat jam"tekan liandra tidak mau di bantah
"kalau kamu tidak percaya sama aku kamu bisa pakai ini di handphone aku"ucap Alex yang harus diri nya lakukan hanya itu supaya liandra tidak kepikiran yang tidak-tidak terhadap nya apalagi menyuruh sahabat nya mengawasi dirinya tentu itu akan membuat konsentrasi mereka saat praktek kacau
"apa ini"tanya liandra
"itu alat pelacak kamu akan tau semua nya yang aku lakukan setiap saat"jelas Alex itu bukan alat pelacak sembarang diri nya sengaja menyuruh Indra membuat nya
"ya dek itu alat pelacak,Lo boleh tau apa pun yang Alex lakuin berserta jika hal yang alex lakukan itu salah maka lo akan melihat gambar atau pun video nya langsung"jelas Indra yang membuat alat itu khusus untuk liandra
"baiklah"jawab liandra
"kami pulang mau siap-siap untuk nanti sore"pamit mereka bersamaan lalu pergi meninggalkan masion utama Ferguson
"kamu percaya sama aku bukan"tanya Alex
"hmm"jawab liandra diri nya percaya sama Alex tapi di benak hati nya liandra juga ragu-ragu
"ayo kita pergi ke suatu tempat"ajak Alex
"kemana"tanya liandra
"ada lah ayo cepat naik"suruh Alex pada liandra
liandra langsung naik ke atas motor Alex lalu mereka pergi menuju suatu tempat
__ADS_1