
Alex membawa liandra ke suatu tempat yang sering diri nya datangi jika ada masalah atau pun untuk menenangkan diri nya tidak ada seorang pun yang tau kecuali Alex sendiri
"sayang ini tempat apa"tanya liandra saat mereka sudah sampai dapat liandra lihat sebuah taman yang di penuhi oleh bunga-bunga yang indah lalu ada sebuah rumah pohon yang berbentuk persegi panjang lebar sang cocok untuk seseorang menyendiri
"ini tempat yang sering aku datangi saat aku menenangkan diri"jawab Alex lalu mengandeng tangan liandra membawa nya menuju rumah pohon
"kamu suka"tanya Alex
"tentu ini tempat yang sangat ingin aku buat dari dulu"jawab liandra sambil terus melihat taman yang membuat diri nya tenang
"kalau begitu saat aku pergi kamu bisa datang ke sini jika ingin menenangkan diri"tanya Alex dengan mata berkaca-kaca
"tidak aku tidak akan ke sini Karna ada rumah yang lebih baik lagi dari pada ini"jelas liandra sambil menatap Alex
"apa kamu tidak suka tempat ini"tanya Alex lagi
"sayng kamu nangis"ujar liandra saat melihat air mata jatuh di pipi Alex
"hmm"Alex hanya mengangguk diri nya sekarang cukup gemas di mata liandra
"ayo kita duduk dulu"ajak liandra lalu mereka duduk di rumah pohon
"kenapa hmm"tanya liandra dengan suara lembut sambil menghapus air mata di pipi Alex
"aku gak bisa harus jauh dari kamu"jawab Alex air mata nya terus jatuh
"aduh,duh..tadi nya aku pikir aku yang bakal nangis tapi sekarang malah ke balik"goda liandra tapi Alex tidak peduli itu diri nya sekarang sungguh tidak ingin berpisah dari liandra
"sayang aku akan batalkan untuk pergi"ujar Alex tiba-tiba membuat liandra terkejut, liandra membalikkan badan Alex menghadap ke hadapan nya
"sayng denger aku"minta liandra Karna Alex hanya menunduk
"hey,lihat aku"minta liandra lagi mengangkat dagu Alex untuk menatap nya
"kamu tau apa yang lebih penting sekarang"tanya liandra Alex hanya menggeleng kan kepala nya tanda tidak tau
"mengejar impian yang sudah kamu buat dari dulu jangan hilang kan kesempatan ini Karna tidak akan datang dua kali"jelas liandra Alex hanya menatap nya kayak anak kecil diri nya sungguh mengemaskan di mata liandra sekarang
"tapi aku tidak ingin berpisah dari kamu"ucap Alex yang akhirnya akan bicara
"kita kan bisa video call nanti nya"beritahu liandra
"kalau aku rindu pelukan dari kamu bagaimana"tanya Alex lagi
"kita bisa video call sampai aku tertidur nanti"jelas liandra lagi berharap Alex mengerti
"jika nanti ada laki-laki yang mendekati kamu bagaimana"tanya Alex lagi liandra ingin sekali ketawa melihat wajah Alex yang sekarang
__ADS_1
"Alexsandre Ferguson tersayang apa kamu tidak mengenali aku hingga takut ada pria yang akan mendekati aku"tanya liandra pada Alex diri nya sungguh tidak habis pikir dengan Alex sekarang kenapa dia jadi posesif seperti itu
"tidak akan aku biar kan laki-laki mana pun yang berani mendekati tuan putri nya Alexsander Ferguson"lanjut liandra
"baiklah kalau begitu aku akan menyuruh anak buah papa untuk mengawasi kamu"ujar Alex
"sayang tidak perlu seperti itu juga"bantah liandra diri nya tidak ingin diawasi itu membuat nya risih
"kalau begitu cukup anggota Sandre saja"beritahu Alex dengan penuh penekanan tidak inggi di bantah liandra hanya pasrah
"dari kejauhan saja ya sayang"minta liandra pada Alex
"baik lah"pasrah Alex
"Thank you my dear"ujar liandra sambil mencium pipi Alex
"kok cuman di pipi sih sayang"protes Alex karna liandra hanya mencium nya di pipi saja
"kalau begitu di mana dong"goda liandra membuat Alex gemas lalu dengan cepat Alex mengangkat tubuh mungil liandra ke pangkuan nya
"ahhh"teriak liandra diri nya sungguh terkejut apa yang Alex lakukan
"kamu nakal sayang"ucap Alex sekarang posisi mereka liandra duduk di pangkuan Alex dengan tangan Alex melingkar di pinggang liandra
"benarkah"tanya liandra dengan sengaja diri nya mengalungkan tangannya pada leher Alex
Cup
dengan cepat Alex mengecup bibir liandra awal nya hanya kecupan biasa tapi liandra malah ******* kan bibir Alex dengan melingkar kan kaki nya di punggung Alex sekarang posisi mereka sungguh intim
Alex membalas ciuman liandra dengan mengangkat tubuh liandra agar tidak jatuh liandra memengang tekuk Alex untuk memperdalam ciuman mereka ciuman yang awal nya lembut menjadi panas saling membelit lidah masing-masing menukar salvina cukup lama mereka berciuman baru mereka lepaskan saat nafas mereka hampir habis
"kamu sangat liar sayang"bisik Alex karna di sepanjang ciuman mereka hanya liandra yang ganas berciuman
"kamu yang mengajari nya sayang"bisik liandra
"benarkah"tanya Alex
liandra hanya mengangguk sebagai jawaban
"ini sudah jam makan siang ayo kembali"ajak liandra yang masih duduk di pangkuan Alex
"kita makan di rumah atau ke restoran saja"tanya Alex
"di rumah saja ya"jawab liandra,Alex hanya mengangguk lalu membawa liandra ke motor mereka
"sayng aku boleh menelpon mama"tanya liandra
__ADS_1
"untuk apa"tanya Alex
"hanya meminta rendian menjemput aku nanti"beritahu liandra
"nanti kamu bisa pakai mobil aku untuk pulang sayng"ujar liandra
"tidak perlu sayang"tolak liandra
"kenapa"tanya Alex yang heran
"aku tidak ingin bawa mobil saja"jawab liandra
"kalau begitu supir mama akan mengantarkan kamu"saran Alex lagi
"no,lebih baik pulang dengan rendian saja mengunakan motor"ujar Liandra diri nya lebih suka naik motor ke timbang mobil
"baik lah tapi tetap akan ada yang mengawasi mu dari kejauhan"ucap Alex, liandra hanya mengangguk saja
"handphone aku mana"tanya liandra yang dari tadi tidak memengang handphone nya
"nih"beri Alex yang dari tadi handphone liandra ada pada nya setelah memasang alat pelacak tadi
"tunggu sebentar ya"minta liandra
Alex hanya mengangguk liandra mulai menghubungi rendian tapi tidak ada yang mengangkat beralih menelpon azelia Sama juga tidak di angkat setelah itu liandra menelpon mama nya
"halo ma"sapa liandra saat mama Amira mengangkat panggilan nya
"ya sayang kamu baik-baik saja"tanya mama Amira di seberang sana
"liandra baik ma"jawab liandra
"ma minta rendian menjemput liandra nanti sore di bandara ya"suruh liandra pada mama nya
"kenapa kamu tidak menghubungi nya langsung sayng"tanya mama Amira
"sudah ma tapi tidak di angkat termasuk azelia"beritahu liandra
"baiklah kalau begitu nanti mama suruh rendian menjemput kamu sekarang pasti mereka lagi main game"jelas mama Amira
"terima kasih ma baik lah liandra tutup dulu ya"ujar liandra
"ya sayng"jawab mama Amira di seberang sana setelah itu liandra langsung mematikan panggil nya
"sudah sayang ayo pergi"ajak liandra pada Alex
"hmm"Alex menaiki motor nya lalu melajukan motor nya ke masion utama Ferguson
__ADS_1