
"kenapa berpakaian begini hmm"tanya Alex saat melihat pakaian liandra
"supaya nanti calon suami nya nolak"ejek Andriana
"si paling gak mau"goda azelia dengan wajah menyebalkan
"kapan makan-makan nya"teriak Bima
"cepat bawa ke sini"teriak Andra lalu para pelayan datang membawa berbagai macam makanan
"wih mantep banget"ucap Indra
"eh Lo apaan sih"Teriak Bima saat Bastian Dan Indra menarik nya
"jangan makan dulu kita bicara sama adek dulu"ujar Indra
"ada apa"tanya liandra diri nya sedang berada dengan bunda Dian entah berbicara apa
"kita mau bicara"ujar Bastian
"katakan saja"suruh liandra
"bunda ke papa dulu"pamit bunda Dian memberi waktu untuk mereka bicara
"ada apa"tanya liandra lagi saat melihat ke empat abang nya hanya diam
"kita mau pamit"beritahu Andra akhirnya walau berat untuk diri nya kata kan
"kenapa awal sekali kalian makan dulu setelah itu baru pergi"ucap liandra yang belum mengerti arti kata pamit dari Andra
"bukan itu maksudnya"ucap Bastian membuat liandra langsung menatap satu persatu orang yang ada di hadapan nya
"ada apa"tanya Alex yang baru selesai mengambil makanan untuk liandra
"kami mau bilang kalau 3 hari lagi kami akan pergi"ucap Bima dengan cepat dirinya sangat takut liandra akan kecewa
"aku tau"ujar liandra membuat mereka terkejut kecuali Alex
"hah
"aku tau kalau kalian akan pergi untuk mencapai tujuan kalian"ucap liandra dengan tersenyum
"kamu tidak marah"tanya Bastian dengan hati-hati
"untuk apa, seharusnya aku bahagia bahkan bangga dengan kalian yang akan mengejar gelar yang luar biasa semoga empat tahun mendatang kalian bertemu dengan aku akan perempuan hebat yang menemani kalian"ujar liandra panjang lebar membuat mereka yang mendengar terharu tentu nya tidak menyangka adek mereka bisa bersikap dewasa seperti ini
"adek kami bakalan kangen dengan kamu"ujar Bima ingin memeluk liandra tapi langsung di tahan oleh Alex
"boleh ya sebentar saja"mohon Bima tapi Alex masih belum bereaksi
"sayang"panggil liandra dengan menatap Alex membuat yang ditatap langsung mengangguk
bruh
ke empat orang itu memeluk liandra dengan air mata menetes tapi cepat-cepat mereka hapus begitu pun dengan liandra
"jangan lupakan liandra"ujar nya
"sudah"pinta Alex dengan menarik liandra ke dekapan nya
__ADS_1
"CK, posesif amat"ucap Bastian kesel Alex tidak bisa membuat mereka bahagia saja
"kami tidak akan melupakan sosok adek bar-bar tapi baik hati"ucap Andra
"apa kalian melupakan kami"ucap tuan Ferguson
"tidak kami juga bakalan kangen kalian semua"ujar Indra dan Bima lalu mereka memeluk satu persatu orang di sana
****
sekarang hari dimana liandra harus berpisah dengan Alex dan Abang-abang nya termasuk Andriana yang akan pergi juga dirinya akan menetapkan di negara sang kakak dan juga orang tua andra
"gue bakal kangen sosok kakak di Lo"ucap liandra dengan memeluk erat tubuh Andriana
"dan gue bakalan lebih kangen sosok adek yang bar-bar seperti Lo"ucap andriana dengan menghapus air mata di pipi nya
"selalu hubungin gue sesibuk apapun itu Lo"suruh liandra
"siap bos ku"ucap andriana membuat liandra tersenyum
"nah gitu dong senyum selalu okg"suruh Andriana
"gue ke sana dulu"ucap andriana saat melihat Alex datang ke Arah mereka dirinya ingin memberikan waktu untuk pasangan ini berpisah
"harus banget"ucap Alex dengan berat hati
"harus demi masa depan anak-anak kita nanti aku tidak mau anak kita punya bapak pemalas"ucap liandra membuat Alex langsung memeluk nya dengan erat
"bakal kangen banget sama kamu"rengek Alex dengan menyembunyikan wajah di leher Liandra
"cepat pergi lah mereka menunggu karna kamu bakal antar mereka satu persatu ke negara tujuan mereka"suruh liandra
"i love you more"ujar Alex
"me too"balas liandra
"sayng"rengek Alex karena tidak mendapatkan jawaban yang sesuai dari liandra
"ILOVEYOU Alexsandre Ferguson punya nya liandra seorang"ucap liandra dengan mencium pipi Alex membuat alex tersenyum lebar
"sampai tujuan masing-masing ya"teriak liandra
mobil mereka semua pergi menuju pesawat pribadi tuan Ferguson yang sudah di siap kan liandra jadi lesu saat diri tinggal sendiri
"jangan sedih ada bunda di sini"ucap bunda Dian
"mama kapan pulang ya"tanya liandra pada bunda dian
"kata nya besok"beritahu bunda Dian yang memang tadi sempat melakukan panggilan dengan mama amira
tuan andel dan Mama Amira beserta kedua adek nya pergi ke luar kota untuk ke acara perusahaan yang tidak bisa di undur kan mereka sudah mengajak bahkan memaksa liandra untuk ikut tapi liandra tidak mau karna diri nya belum siap untuk publik tau
"ayo masuk"ajak bunda Dian
liandra memang tinggal di masion Ferguson bukan masion utama karna liandra menolak untuk tinggal di sana
"aku kangen dengan mereka"lirih liandra diri nya sekarang berada di kamar Alex tentu nya
dret
__ADS_1
dret
suara handphone liandra membuyarkan lamunan nya wajah liandra langsung berbinar saat melihat siapa yang menelepon nya
"mama"panggil liandra
"kalian kapan pulang liandra kangen"seru liandra
"besok syang "beritahu mama amira
"kakak mau kami beli apa dari sini"tanya rendian
"kakak tidak mau apa-apa Kakak cuman ingin Kalian pulang dengan selamat dan aman"suruh liandra
"aduh sweet nya"ucap azelia dan tuan andel
"liandra memang sweet"sorak nya membuat mereka tertawa
"gimana acara nya"tanya liandra
"biasa aja karna tidak ada kakak"ucap rendian dan azelia
"pestanya mewah sih tapi ya itu"beritahu tuan andel
"mereka sudah berangkat"tanya mama amira
"ya baru saja"beritahu liandra dengan wajah lesu
"aduh sayng nya aku sedih"ucap mama Amira
"kangen pelukan mama"beritahu liandra
"ayah gak"tanya tuan andel
"tau tu kakak jahat banget sama kita gak kangen"seru azelia dan rendian dengan wajah di buat sedih
"ya ya kalian juga"ucap liandra
"ya udah liandra tutup dulu mau mandi Abis itu nemanin bunda kasihan sendiri"pamit liandra
"bye baby"pamit mereka bersamaan
"by family love"balas liandra
liandra sangat bersyukur memiliki keluarga yang selalu ada untuk diri nya dan menyayangi nya dengan penuh kasih
***
"ada apa"tanya bunda tuan Ferguson pada seseorang di balik telpon
"......."
prak
handphone tuan Ferguson terjatuh begitu pun dengan liandra yang turun dari kamar diri nya langsung terjatuh saat mendengar pembicaraan tuan Ferguson tadi
"tidak tidak mungkin"teriak nya bunda Dian yang melihat itu langsung memeluk tubuh liandra dengan erat
kira-kira ada apa ya kalau penasaran komen ya untuk update seterusnya nya
__ADS_1