my cool jatuh cinta pada pandangan pertama

my cool jatuh cinta pada pandangan pertama
tempat penyiksaan


__ADS_3

Alex sampai di markas besar terlihat gedung yang cukup mewah dan elegan kalau di lihat oleh orang dari luar itu hanya sebuah masion atau rumah yang besar tapi tidak jika masuk di dalam sungguh menyeramkan di sana terlihat para anggota Sandre yang berjaga dengan wajah dingin seram itu pasti


    "selamat datanb pak ketu"hormat mereka saat melihat Alex turun dari mobil di ikuti Indra dan Andra di belakang


"bawa dua tikus itu ke dalam"suruh Andra yang langsung di laksanakan oleh anggota Sandre Alex langsung masuk ke dalam entah ke Napa perasaan nya dari tadi gelisah tapi di mencoba untuk menepis sebuah pikiran buruk itu


    "semua sudah beres pak ketu"beritahu Bastian yang tugas nya menangkap anak buah tuan Juna


"ayo ke tempat penyiksaan"ajak Andra pada Alex dan Alex pun langsung berjalan menuju tempat penyiksaan entah kenapa perasaan nya semakin gelisah saja


"pak ketu kenapa"tanya Bastian pada Indra yang ada di samping nya


"entah dari tadi pak ketu terlihat cemas"jawab Indra di angukan oleh Andra yang juga berjalan di depan mereka jadi bisa mendengar apa yang mereka bicarakan


    "ehh"lengah pak Juna yang sudah bangun dari pingsan nya tapi saat melihat di sekeliling nya membuat dia merinding tempat apa ini yang sangat gelap dan juga bau darah yang sangat menyengat kan di kepala nya bukan kah tadi di di perusahaan nya pikir tuan Juna


  Alex menyalah kan lampu ruangan itu dan terseyum saat melihat tuan Juna sudah sadar


  tren..


"kau sudah bangun"tanya Alex sambil melempar senjata kecil tepat pada paha tuan Juna yang membuat nya meringis kesakitan


"aww..sakit apa yang kau lakukan hah"teriak tuan Juna saat melihat Alex mendekat pada nya


"apa yang aku lakukan"ulang Alex dengan apa yang di ucap kan tuan Juna


"aku hanya ingin menghapus tikus ini dari dunia"lanjut Alex sambil menusuk nusuk pipi tuan Juna dengan pisau kecil nya


"awwu siapa kau sebenarnya"tanga tuan Juna yang menahan sakit akibat tusukan Alex


"aku anak dari pemilik perusahaan yang kau ambil keuangan"teriak Alex tepat di hadapan tuan Juna dengan memotong anak jadi tuan Juna


   "aww...Ter-nya-ta-kau -a-na-k-di-an ucap tuan Juna terbata bata karna hampir hilang ke sadarnya

__ADS_1


"ya kenapa kau ingin menipu bunda geu"tanya Alex lagi kepada tuan Juna


"karna keluarga kalian cukup sukses aku hanya ingin memiliki itu semua"jawab tuan Juna dengan terseyum sakit atau senang ya kita gak tau apa yang di rasakan tuan Juna sekarang


"CK dasar lajang tua mata duitan"teriak Bima yang sudah geram dengan kelakuan tuan Juna nyawa di ujung tanduk masih aja berani membantah pikir nya


"kalian pilih mati dengan di siksa dulu atau mati langsung"tanya Alex pada mereka


"ampuni kami tuan,kami janji akan berbakti pada mu seumur hidup"mohon para anak buah tuan Juna pada Alex


"CK tiada ampunan bagi pengkhianat"teriak Alex pada anak buah tuan Juna


dor dor..dor.....


Alex langsung menembak kepala tuan Juna tiga kali di tempat yang sama hingga tuan Juna langsung mati


"inilah hukuman bagi pengkhianat"teriak Alex membuat mereka merinding termasuk sahabat-sahabat nya mereka memang sering melihat Alex marah tapi sekarang berbeda seperti ada yang membuat nya gelisah dan melepaskan semua nya itu


"tapi ingat harus lenyap semua nya"lanjut Alex dan langsung pergi dari sana


"kasihan Kalian semua harus mati mengenas kan"ucap Bastian lalu mengambil senjata kesayangan nya dan mulai bermain-main dengan para tikus itu


"CK ini lah hukuman bagi pengkhianat "ucap Andra dan langsung menusuk senjata di leher salah satu anak buah tuan Juna


"kalian bodoh telah mengikuti perintah tuan lajang tua itu"ucap Bima mengambil pistol nya dan langsung menembak ke kepala anak buah tuan Juna


"kalian mau mati pakai senjata mana kebetulan gue sudah membuat senjata baru sekali tekan langsung ke neraka"tanya Indra lalu mengambil beberapa senjata dan mencoba nya ke anak buah tuan Juna


10 menit mereka selesai menghapus kan semua tikus lalu membersihkan diri nya dan menyusul Alex ke ruang santai


"Lo kenapa pak ketu"tanya Bastian pada Alex yang melihat Alex dari tadi diam


"ya Lo kenapa"lanjut Andra

__ADS_1


"pak ketu Lo kenapa "Bima dan Indra bersama an saat melihat Alex tidak merespon ucapan Andra dan Bastian


"gue merasa gelisah dari tadi"jawab Alex membuat mereka semua penasaran apa yang buat Alex gelisah


"apa yang buat Lo gelisah"tanya andar sekarang mereka tidak lagi menjadi ketua atau wakil dan anak inti tapi mereka sekarang lagi menjadi teman curhat sahabat nya ini yang entah kenapa


"Lex jawab"teriak Bastian saat melihat Alex kembali diam


"coba Lo buka hp Lo"usul Bima pada Alex yang di anggukan oleh Indra dan Andra


"buka Lex"suruh Bastian yang duduk di samping Alex


"ternyata hp gue mati"beritahu Alex saat membuka hp nya


"ya Lo sendiri tadi yang matiin Alex"jawab Andra kenapa Alex jadi pelupa gini sih dia tadi yang matiin hp nya sendiri saat menuju markas dia juga yang lupa


Alex membuka hp nya dan melihat apa yang terjadi dan betapa terkejut nya dia saat membuka hp nya ternyata ada banyak notifikasi dari nomor liandra dan juga telpon ada ratusan kali Alex langsung menghubungi liandra kenapa perasaan bertambah gelisah sekarang


"kenapa Lex"tanya Andra saat melihat wajah Alex bertambah gelisah


"AH SIALAN"teriak Alex membuat semua orang terkejut


"Lo kenapa sih kalau ada masalah cerita jangan kek gini"ucap Bastian pada Alex mereka kesal kenapa Alex tidak memberi tahu apapun pada mereka


"angkat ayo angkat"gumam Alex mondar-mandir di hadapan sahabat nya


"Lex Lo kenapa sih"tanya Andra lagi tapi Alex tetap tidak menghiraukan mereka semua yang dia tau liandra harus mengangkat panggil nya sekarang


"halo Lian"ucapan Alex terputus saat yang mengangkat panggil bukan liandra ternyata


"Lex tolong gue liandra dia"ucap orang di seberang sana membuat Alex jadi semakin takut ada apa dengan liandra pikir nya sungguh ternyata kegelisahan nya sejak tadi adalah ini pikir Alex


ada apa dengan liandra dan kenapa Alex bisa marah seperti itu pikir sahabat nya yang melihat Alex seperti menahan marah bercampur gelisah

__ADS_1


__ADS_2