
"huh, ternyata dia kembali hanya untuk menghancurkan kehidupan gue lagi"gumam liandra diri nya dari tadi mencari informasi tentang Linda dan afla
"gue belum mandi lagi"gumam nya lagi lalu berlalu untuk mandi,tidak butuh waktu lama liandra selesai dengan ritual mandi nya
"ini baju ukuran gue semua"tanya liandra pada diri sendiri saat melihat setengah lemari Alex penuh dengan pakaian ukuran nya
"pakai yang ini aja lah"ujar nya lalu mengambil baju kaos dengan celana pendek
"Alex kenapa tidak menghubungi gue sih"lanjut nya sedari tadi diri nya hanya menatap handphone berharap Alex cepat menghubungi nya
liandra sekarang berdiri di balkon kamar Alex menikmati angin malam yang begitu sejuk hingga suara berdering handphone nya mengejutkan lamunan liandra
"hy sayang"sapa liandra pada Alex
"pipi kamu kenapa"tanya Alex pada liandra membuat yang di tanya ketar-ketir
"ni orang pakai mata apa sih"gumam liandra dalam hati nya tidak habis pikir dengan Alex padahal suasana saat ini tidak terang tapi Alex masih bisa melihat lembab di pipi nya
"sayang"panggil Alex
"itu tadi"liandra berbicara dengan gugup sungguh sekarang situasi nya tidak baik-baik saja
"tadi apa hmm"tanya Alex dengan suara berat nya membuat liandra tambah gugup
"tadi jatuh,ya jatuh tadi"bohong Liandra berharap Alex percaya
"jatuh di"ucapan Alex langsung di potong oleh liandra dengan pertanyaan lain
"sayang bagaimana hari pertama kamu praktek"tanya liandra mencoba mengalihkan pembicaraan
"sayang apa kamu berbohong"tanya Alex merasa curiga dengan liandra
"sayang ini hanya lembab biasa saja "jawab liandra lagi
"tidak perlu berlebihan begitu kamu di sana hanya perlu fokus pada praktek kamu"lanjut liandra masih tidak ada jawaban dari Alex hanya fokus pada wajah liandra
"sayang coba tebak aku di mana"tanya liandra lagi berharap Alex tidak lagi membahas soal pipi nya
"kamu di mana"tanya Alex
"aku di"liandra menjeda ucapan nya membuat Alex semakin penasaran
"sayang jangan buat aku khawatir"ujar Alex
"aku tidak percaya kamu menyimpan baju cewek di kamar kamu"ujar liandra
"kamu tau dari mana"tanya Alex
__ADS_1
"tau lah"jawab liandra dengan wajah di buat cemberut
"sayang jangan salah paham dulu itu baju ukuran kamu semua"jelas Alex diri nya takut liandra salah paham
"aku tau"jawab liandra singkat
"sayang baju itu aku sediakan waktu aku bersama kamu"jelas Alex lagi
"aku tau Alex bunda sudah beritahu tadi"jelas liandra
"kamu di mana sih sebenarnya "tanya Alex
"aku ada di"liandra tidak melanjutkan ucapan nya melainkan membalikkan kamera lalu menunjuk kan isi kamar Alex
"kamu ada di kamar aku"tanya Alex, liandra hanya mengangguk saja
"untuk apa kamu ke masion Ferguson"tanya Alex
"kenapa memang nya tidak boleh,kalau tidak boleh aku pulang saja"tanya liandra
"tidak bukan begitu maksud aku sayang"ujar Alex
"aku di suruh bunda ke sini"jawab liandra
"di sana pasti sudah sangat malam lebih baik kamu tidur sayang "suruh Alex
"bukan begitu sayang,aku tidak mau kamu sakit karna bergadang"jelas Alex
"baiklah"jawab liandra diri nya juga sangat capek seharian penuh mengurus urusan nya tadi
"jangan matikan sambungan nya"suruh Alex
"hmm"dehem liandra lalu beranjak mengambil tempat handphone
"di sini saja ya"ujar liandra,Alex hanya mengangguk
"good night baby"ucap Alex
"good night juga "balas liandra
"kok cuman itu doang"protes Alex
"good night sayng nya Liandra yang terganteng"ujar liandra yang peka terhadap situasi Alex hanya terkekeh geli melihat tingkah laku liandra
"sudah sana tidur"suruh Alex
liandra tidak menjawab diri nya langsung merebahkan tubuhnya di kasur lalu menutup mata tidak butuh waktu lama untuk liandra tertidur pulas karna diri nya yang capek
__ADS_1
"aku akan melihat sejauh mana kamu menyembunyikan ini semua"gumam Alex
"apa yang akan Lo lakukan"tanya Andra yang ikut bergabung dengan Alex
"mengirim apa yang akan liandra lakukan"jawab Alex dengan memandang wajah liandra di layar handphone yang sedang tertidur
"tapi gue takut nanti liandra dalam bahaya"ujar Bima
"gue tau adek gue wanita kuat"lanjut Indra
"tetap saja dia perempuan"jelas Bastian
"Lo jangan banyak ngomong, sebaiknya Lo urus adek Lo"suruh Bima
"adek gue cuman liandra doang ya"jawab Bastian
"yang nyiram adek gue itu bukan adek Lo juga"usil Indra
"enak aja,gak Sudi gue punya adek kek dia"lanjut Bastian
"lalu bagaimana dengan Dion"tanya Andra
"kita lihat apa yang akan liandra lakukan dulu"jawab Alex
"apa yang Lo lakukan jika nanti Kak alixsa memberitahu Lo tenteng ini"tanya Bima
"kita pura-pura terkejut saja"jawab Alex
"lalu kita hukum mereka semua karna sudah berani menyembunyikan ini semua"lanjut Bastian di setujui oleh yang lain
"untung Alex juga menyuruh anak buah rahasia nya untuk mengawasi liandra"ucap Indra
"itu semua Alex lakukan karna sudah diri nya tau liandra akan lakukan itu supaya tidak ingin Alex terganggu dalam praktek nya"jelas Bima mencoba membela liandra
"gue tau itu"jawab Alex
"kembali ke kamar masing-masing"suruh Alex
"tidak boleh sedikit kita lihat adek tidur"ujar Bastian yang merasa kesel dengan Alex
"keluar "usir Alex
"imut banget sih adek gue"puji Bima yang langsung mendapat tatapan tajam dari Alex
"bercanda Lex"ujar Bima lalu pergi dari kamar Alex di ikuti yang lain sekarang hanya tinggal alex di kamar nya
"gue gak tau apa yang akan kamu lakukan sayng tapi kamu tetap harus di hukum karna sudah berani berbohong"gumam Alex sambil menatap liandra di layar handphone nya
__ADS_1