
liandra kembali ke dalam kelas setelah kejadian itu diri nya sedang memikirkan bagaimana cara nya agar Alex tidak tau
"liandra rekaman ini gue apa in"tanya Andriana yang ikut duduk di hadapan liandra
"biarkan saja dulu"jawab liandra
"Lo kenapa sih?"tanya andriana lagi merasa ada yang aneh sama liandra
"gue harus cari cara agar anggota Sandre tidak melaporkan kejadian itu pada Alex"jawab liandra yang sedang mencoba menghubungi seseorang
"what's,jadi Lo sembunyikan ini pada Alex gitu"tanya Andriana lagi yang merasa terkejut
"gue gak mau Alex kepikiran gara-gara hal sepele seperti ini"ujar liandra lagi tidak lama kemudian handphone nya berbunyi
"halo pa"sapa liandra pada orang di seberang sana
"pa liandra boleh minta tolong"ucap liandra lagi sedangkan Andriana terus menyibak siapa yang liandra hubungi
"........"ujar orang di seberang sana
"papa tau"ucap liandra
"....."
"baiklah pa nanti sore liandra datang bersama Andriana"jawab liandra pasrah akhirnya
"....."
"selamat siang"balas liandra lalu panggilan nya berakhir
"siapa"tanya andriana
"bokap Alex"jawab liandra
"tuan Ferguson setuju"tanga Andriana lagi
"setuju cuman ada satu syarat"beritahu liandra
"apa"tanya Andriana
"entah,katanya nanti sore papa beritahu"jelas liandra
Andriana tidak lagi bertanya sekarang diri nya paham kenapa liandra dari tadi sibuk mengontak antik handphone nya,ya liandra menghubungi tuan Ferguson untuk memintanya bantuan agar anggota Sandre tidak memberitahu Alex tapi siapa sangka taun Ferguson juga mengetahui hal tersebut
"rendian bagaimana"tanya Andriana
"gue lihat nanti"jawab liandra
setelah itu tidak ada lagi perbicangan sampai kelas berakhir liandra dan Andriana langsung menuju parkiran untuk mengambil motor mereka masing-masing
"Lo lagi"ujar liandra saat melihat Linda dan teman-temannya menghampiri Liandra
"urusan kita belum selesai"ucap Linda lagi bukan nya menjawab liandra langsung menghidupkan motor nya di ikuti oleh andriana
Brum
Brum
suara motor liandra dengan kecepatan liandra langsung melajukan motor nya bahkan Linda hampir terkena kalau tidak di tarik oleh teman-temannya
"anj*ing"umpat Linda
"adek Bastian konon"teriak Andriana yang sengaja memelankan motor di samping Linda lalu langsung mengikuti liandra
__ADS_1
"kok Lo diam saja sih Lin"tanya teman nya
"gue akan lapor kan ini nanti pada rendian"ucap Linda lalu mereka pergi dari sana
sedangkan di posisi liandra dan Andriana sudah sampai di halaman masion andelional dengan wajah kesal liandra masuk ke dalam masion nya di ikuti andriana
"tu anak ya tidak tau apa kalau gue capek dari tadi mengejar nya"gumam Andriana yang dari tadi mengejar liandra dengan motor diatas rata-rata dan sekarang harus mengejar masuk masion lagi
"rendian"teriak liandra memanggil rendian
"rendian"teriak liandra lagi
"Rendi
"ya ada apa kak"sahut rendian
"ada apa kak pulang berteriak-teriak"tanya azelia yang ikut turun juga
"Lo punya pacar"tanya liandra yang tidak menghiraukan ucapan azelia
"apa maksud kakak"tanya rendian yang belum paham dari ucapan liandra
"kakak tanya sekali lagi,Lo punya pacar apa tidak"tanya liandra lagi dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah
"ya"jawab rendian
"putus kan"suruh liandra dengan santai nya
hah
terkejut Rendian bukan cuman rendian yang terkejut tapi azelia juga
"maksud Kakak apa"tanya rendian
"putus kan pacar kamu"suruh liandra lagi
"kamu diam azelia"suruh liandra
"kenapa aku harus diam,Kakak tiba-tiba datang lalu menyuruh bang ren putus dengan pacar nya"jelas azelia yang kesal dengan sikap kakak nya
"rendian kamu dengar apa yang kakak katakan"ujar liandra
"kenapa Kakak menyuruh gue putus dengan pacar gue"tanya rendian yang akhirnya buka suara tapi diri nya tidak menggunakan kata aku kamu lagi membuat tuan andelional dan mama Amira yang baru pulang terkejut
"ada apa ini"tanya mama Amira pada andriana yang berdiri di belakang mereka bertiga
"ada sedikit masalah ma"jawab Andriana
"dia tidak baik buat Lo"ujar liandra membuat rendian dan azelia terkejut
"emang Kakak siapa bisa menilai orang baik atau buruk bahkan kakak belum bertemu dengan nya"jelas azelia
"kakak kenapa sih,ada masalah apa dengan ren sehingga kakak ikut campur urusan pribadi ren padahal ren tidak mengurusi urusan kakak mau pacaran sama siapa"jelas rendian panjang lebar
"dia tidak baik buat Lo ren"ujar liandra lagi yang sudah habis kesabaran nya menjelaskan sama kedua adik nya
"cukup kak"henti azelia
"Kakak sudah keterlaluan"lanjut azelia
"huh"liandra menarik nafas nya dalam-dalam dir nya sungguh capek menghadapi sikap keras kepala kedua adik nya
"kakak tanya sekali lagi percaya sama ucapan kakak dengan putus dengan pacar kamu atau sama pacar kamu yang baru kamu kenal"ujar liandra
__ADS_1
"gue sudah mengenal nya 2 tahun lebih kak"jawab rendian
"jadi Lo lebih percaya sama dia di banding kan kakak Lo sendiri yang tinggal bersama Lo "tanya liandra
"kak bukan begitu maksud"ucapan rendian terpotong karna liandra langsung bertanya lagi pada nya
"pilih yang Kakak suruh jangan bertele-tele lagi "suruh liandra
rendian masih diam tidak bisa menjawab
"diam Lo sudah membuktikan apa yang Lo pilih"ucap liandra
"Andriana cepat tunjukkan"suruh liandra
"kakak harap setelah kalian berdua melihat itu kalian tidak merasa bersalah kepada kakak "lanjut liandra lalu diri nya langsung masuk ke dalam kamar nya
"apa yang Kakak maksud"tanya rendian pada Andriana
"lihat lah ini"bukan Andriana yang menyuruh tapi mama Amira yang dari tadi diam tapi diri nya melihat Vidio yang Andriana rekam tadi di sekolah
"aku ke dalam kamar dulu"pamit Andriana lalu diri nya langsung ke kamar untuk mengantikan pakaian
rendian dan azelia terkejut saat melihat rekaman yang ada di handphone Andriana
"ma"panggil azelia
"minta maaf lah pada Kakak kalian"suruh mama Amira yang tau apa yang sedang di pikirkan oleh anak-anak nya
"son"panggil tuan andel yang melihat rendian diam dari tadi
"aku salah pa"ujar rendian
"apa kamu sudah tau apa yang akan kamu pilih"tanya tuan andel
rendian hanya mengangguk sebagai jawaban diri nya sungguh merasa bersalah pada kakak nya
"kak"panggil azelia saat melihat liandra turun dari kamar
"ayo Andriana"ajak Liandra tanpa menghiraukan panggilan dari azelia
"kak"panggil azelia lagi tapi liandra masih tidak menghiraukan ucapan azelia
"ma,pa liandra pergi dulu ya"pamit liandra
"hati-hati sayang"ucap mama Amira
"jaga dir baik-baik ya"ujar tuan andel
liandra hanya mengangguk sebagai jawaban lalu langsung pergi keluar tanpa melihat kedua adik nya
"Andriana pergi ya"pamit Andriana pada mereka semua
"ma kakak marah sama kami"tanya azelia
"wajar kalau kakak kalian marah karna kalian lebih percaya pada orang luar dari pada dirinya"ucap tuan andel
"lalu kami harus bagaimana mana"tanya azelia
"tunggu lah kakak kalian pulang"ucap mama Amira
"Abang mau kemana"tanya mama Amira yang melihat rendian mengambil jaket nya
"menyelesaikan ini semua ma"jawab rendian lalu diri nya langsung pergi entah kemana
__ADS_1
"pa bagaimana ini"tanya mama Amira yang khawatir terhada anak-anak nya
"mereka sudah dewasa ma, mereka pasti bisa menyelesaikan ini semua"ucap tuan andel mencoba menenangkan istri nya