my cool jatuh cinta pada pandangan pertama

my cool jatuh cinta pada pandangan pertama
menghapuskan tikus


__ADS_3

pagi hari semua keluarga pergi mengerjakan aktivitas masing-masing termasuk Alex yang akan melaksanakan misi nya hari ini sebelum pergi dia mengirim pesan singkat pada liandra


"selamat pagi"pesan Alex kirim kan ke liandra lalu langsung mematikan hp nya supaya tidak ada yang akan mengangu misi nya


"suruh mereka berkumpul dulu di markas"perintah Alex pada Andra mereka sedang dalam perjalanan menuju markas nya untuk melihat lagi apa semua sudah beres


"ok"jawab Andara lalu menghubungi semua anggota inti untuk segera berkumpul di depan markas karna mereka semua tidur di markas supaya pagi langsung melaksanakan misi dengan cepat sungguh tidak sabar untuk membunuh tikus itu pikir mereka semua..


   mobil alex masuk ke halaman markas di ikuti oleh Andra yang membawa motor alex kenapa motor Alex ya karna motor nya andar tinggal kan di markas kemarin


  "semua sudah siap pak ketu"beritahu Bastian Karna ini tugas nya membuat strategis


"Bima keadaan"tanya Alex pada Bima


"semua beres pak ketu"jawab Bima


"Indra"panggil Alex yang langsung di anggukan oleh Indra


"ya pak ketu"sahut Indra


"kamu bawa satu senjata yang akan di gunakan nanti"suruh Alex pada Indra yang langsung di lakukan oleh Indra


"semua ke tempat masing-masing seperti rencana kemarin"suruh Alex lalu mereka langsung bergerak ke tempat masing-masing


    Andra ke sebuah jalan sepi di ikuti oleh beberapa anggota nya untuk menunggu target yang akan di bawa ke sana oleh Alex nanti,


   Indra dia ikut dengan Alex yang menyamar sebagai asisten pribadi Alex,karna sekarang Alex menyamar sebagai pemilik perusahaan luar negeri yang datang untuk kerja sama dengan perusahaan grosir

__ADS_1


sedangkan Bima duduk di dalam mobil Alex dia mengawasi setiap gerak-gerik perusahaan grosir supaya nanti dengan mudah percaya dengan apa yang Alex katakan


Bastian dia akan membawa semua anak buah pemilik perusahaan grosir ke markas besar mereka untuk tempat penyiksaan


"semua amat pak ketu"beritahu Bima pada Alex lewat pendengar suara yang di pakai oleh mereka masing-masing satu


"baik mari kita mulai"jawab Alex yang di angukan oleh mereka semua yang bisa mendengar lewat pendengar yang di pakai


"ayo kita turun"ucap Alex pada Indra lalu mereka turun dari mobil dan langsung berjalan dengan sangat cool di ikuti oleh anggota nya yang menyamar sebagai bodyguard


"aaa... siapa itu ganteng banget anj*r"teriak para wanita yang berkerja di perusahaan grosir siapa sih yang gak akan berteriak melihat bagaimana cool nya Alex dengan memakai jas menambah kegantengan Alex


"kalau tidak bisa bos nya, asisten pribadi nya juga gak papa"teriak mereka lagi saat melihat Indra tak kala cool dari alex bukan nya senang dengan puji an mereka Alex dan Indra merasa jijik


"silangkan masuk pak tuan Juna sudah menunggu di dalam"suruh asisten pribadi tuan Juna ya bima sudah membuat janji dengan tuan juna dia bilang akan datang besok untuk berkerja sama dengan keuntungan yang besar akan di dapat kan tuan juna saat mendengar itu pun tuan juna langsung setuju dasar mata duit pikir Bima


"jangan sentuh tuan saya"larang Indra saat melihat asisten pribadi tuan juda menyentuh tangan Alex sungguh acting Indra luar biasa pikir Bima saat mendengar suara Indra di seberang sana


Alex pun langsung masuk saat mendengar aman dari Bima diikuti oleh Indra dan anggota nya


"selamat datang tuan Rude"sapa tuan Juda saat melihat Alex masuk ya Bima sengaja membuat indentitas palsu untuk Alex saat membuat janji dengan tuan Juna supaya tidak ada yang curiga


"terima kasih atas sambutan nya tuan Juna"ucap Alex dengan terseyum agar tidak ada rasa curiga pada tuan Juna


"ini asisten pribadi saya tuan"perkenalkan Alex pada tuan Juna


"siapa nama nya"tanya tuan Juna pada Alex,Indar yang melihat tuan Juna menanyakan nama nya langsung mendekat dan memeluk tuan Juna

__ADS_1


"abril tuan Juna"beritahu Indra pada tuan Juna dan langsung menusuk senjata di leher tuan Juna


"CK dasar pria mata duit"ucap Indra saat melihat tuan Juna sudah tidak sadar kan diri


"apa yang kalian lakukan pada tuan Juna"teriak asisten pribadi tuan Juna Alex yang melihat itu langsung berbalik


hap


dengan sangat lincah dan tidak terbaca penggerakan alex langsung menusuk senjata di leher asisten pribadi tuan Juna dan langsung jatuh pisan, senjata yang di rancang oleh Indra itu hanya untuk membuat musuh tidak sadar kan diri dalam sekali tusuk bukan mati karna itu perintah dari Alex dia inggin menyiksa tikus ini bukan langsung membuat dia mati


"suruh semua pekerja di sini untuk masuk ke ruang rapat tidak terkecuali"suruh Alex pada Bima di seberang sana dan langsung di kerjakan oleh yang seolah-olah tuan Juna lah yang menyuruh mereka ke ruang rapat


"selesai semua sudah masuk ke ruang rapat"beritahu Bima di seberang sana


"bawa mereka"suruh Alex pada anggota nya yang langsung di anggukan oleh mereka


"apa semua sudah selesai"tanga Alex pada Indra yang sedang mengambil semua proposal perusahaan grosir


"ayo sebuah sudah beres"jawab Indra lalu mereka langsung pergi dari sana menuju ke tempat Andra


"kami hampir sampai"beritahu Indra pada andra lewat pendengar suara


"bima Lo langsung ke markas besar "suruh Alex kepada Bima


"baik"jawab Bima lalu menyuruh salah satu anggota Sandre yang ikut dengan nya menjalan kan mobil menuju markas besar


"gimana"tanga Andra pada mereka yang baru sampai di sana

__ADS_1


"beres,Bima sudah membuat para pekerja untuk kembali ke tempat kerja masing-masing dia juga bilang bawah tuan Juna mendadak pergi keluar negeri karna akan mengkreasikan perusahaan grosir di luar negeri "jelas Indra pada Andra


"ayo pergi"suruh Alex pada mereka lalu mereka langsung menuju ke markas besar tempat penyiksaan ke pada para pengkhianat seperti tuan Juna yang dengan sengaja berkerja sama dengan perusahaan bunda Dian lalu mencuri semua keuangan perusahaan bunda Dian dengan diam-diam itu yang membuat Alex marah besar untuk bunda nya tidak tau pikir Alex kalau tidak pasti bunda nya sudah stress dan penyakit nya kambuh


__ADS_2