
"rendian"teriak liandra lalu dengan cepat merampas pis*u di tangan rendian
"Lo gila apa hah"tanya liandra
"apa dengan ini dapat menyelesaikan masalah Lo"lanjut nya dengan memeriksa setiap inci tubuh rendian apa ada yang luka
"kakak kenapa"tanya rendian yang merasa bingung dengan kakak nya
"Lo yang kenapa,Lo mau bunuh diri apa Lo gak ingat mama dan ayah"ujar Liandra
"bunuh diri"ucap rendian dengan wajah yang bingung apa yang di ucap kan kakak nya
"kakak siapa yang bunuh diri"tanya rendian
"Lo"tunjuk liandra
"hahaha"tawa rendian pecah
"kok Lo malah ketawa sih"tanya liandra yang meras bingung dengan adek nya itu
"ya siapa yang tidak ketawa coba lihat kakak tiba-tiba datang lalu mengambil pis*u aku yang lebih parah nya kakak nuduh aku bunuh diri apa aku sudah gila kakak pikir sehingga bunuh diri karna hal sepele itu"jelas rendian panjang lebar sedang kan liandra malah semakin bingung di buat nya
"lalu pis*u ini"tanya liandra sambil menunjukan pis*u yang diri nya rampas tadi pada Rendian
"tadi aku habis kupas buah kak "jelas rendian diri nya tadi sibuk mengupas buah tiba-tiba kakak nya masuk dan merampas pis*u dari tangan nya
"kupas buah kenapa pis*u Lo letak di leher coba"tanya liandra tadi diri nya melihat Rendian meletakkan pis*u di leher nya maka nya liandra langsung merampas pis*u nya
"ya tadi aku mau letak buah jadi gak tau mau letak pis*u di mana maka nya aku letak di leher"jelas rendian itu lah kebiasaan nya meletakkan barang di leher jika sudah bingung mau letak di mana
"oh"liandra hanya mengangguk
"kakak ada apa ke kamar aku"tanya rendian
"gue mau ngomong sama Lo"beritahu liandra lalu berlalu ke balkon kamar rendian duduk di sana di ikuti oleh rendian di samping nya dengan sepiring buah yang di kupas tadi rendian letak kan di atas meja
"kak gue minta maaf"ujar rendian
"untuk"tanya liandra padahal diri nya tau rendian mau minta maaf akan hal apa
"untuk semua hal yang terjadi kemarin "jawab rendian
"kakak akan maafin Lo tapi ada satu syarat"beritahu liandra
__ADS_1
"apa syarat nya"tanya rendian dengan wajah yang menunduk takut jika liandra meminta diri nya jauh dengan nya
"hy,kenapa menunduk"ujar liandra dengan mengangkat dagu Rendian untuk menatap nya
"tatap kakak rendian "suruh liandra pada rendian Karna dari tadi Rendian tidak melihat liandra
"kakak aku sungguh minta maaf, aku akan melakukan apa pun yang kakak minta tapi jangan suruh aku jauh dengan kakak aku tidak sanggup"ujar rendian dengan air mata mengalir begitu saja tapi langsung di hapus oleh rendian kenapa air mata ini harus jatuh pikir nya
"jika ingin menangis maka menangis lah jangan sok jadi kuat di hadapan kakak mu ini kakak cukup tau tentang kamu"ujar liandra, rendian yang mendengar itu pun langsung memeluk kakak nya
"kak aku tidak bisa meninggalkan nya tapi aku juga tidak mau kakak terluka cuman gara-gara aku egois hanya memikirkan perasaan ku saja"jelas Rendian di dalam pelukan liandra dengan air mata yang jatuh begitu saja mesti di tahan sekuat tenaga oleh nya
"maka jangan tinggalkan dia"suruh liandra dengan mengusap lembut kepala rendian
"apa yang kakak kata kan"tanya rendian yang melepaskan pelukan mereka
"dia melakukan itu semua bukan kemauan nya tapi di suruh oleh seseorang"ujar liandra dengan menghapus air mata di pipi rendian
"siapa kak"tanya rendian yang merasa bingung ternyata masalah yang dia pikir kan sepele akan menjadi masalah sebesar ini
"dia sahabat lama kakak"beritahu liandra
"apa orang yang sudah membuat hidup kakak berantakan "tanya rendian dengan wajah sudah berubah menjadi serius liandra hanya mengangguk
"apa mau dia sebenarnya apa belum puas membuat hidup kakak seperti dulu"tanya rendian
"aku tidak mau kakak"tolak rendian
"jika kamu tidak mau maka kakak tidak akan memaafkan kamu"ucap liandra dengan membuat seolah-olah diri nya marah
"baiklah"dengan terpaksa rendian menyetujui nya
"apa yang harus aku lakukan"tanya rendian
"kamu cukup suruh Linda untuk mengikuti apa pun yang akan afla lakukan walaupun itu harus menyangkut nyawa kakak"jelas liandra
"apa tidak ada cara lain kak"tanya Rendian diri nya tentu tidak akan setuju dengan hal itu jika menyangkut nyawa kakak nya
"hanya Dengan itu kakak bisa tau apa yang dia inginkan setelah sekian lama menghilang"jelas liandra
"apa kak Alex tau itu"tanya rendian yang merasa bahwa Alex tidak tau akan hal itu jika Alex tau diri nya tentu tidak akan setuju
"jangan beritahu apa pun pada Alex ini semua yang tau hanya kakak dan kamu"jelas liandra diri nya sengaja tidak memberitahu siapa pun tentang hal itu karna tidak mau orang lain khawatir dan juga tidak diperbolehkan
__ADS_1
"tapi kak"saat rendian ingin membantah tapi liandra langsung memotong nya
"jangan takut semua nya akan berjalan dengan lancar"ujar liandra mencoba menyakinkan rendian
dua bulan setengah telah berlalu setelah rencana itu masih tidak ada hal apa pun juga yang afla lakukan dan juga seminggu lagi rendian akan selesai praktek nya
"Andriana Lo dimana sih"tanya liandra sekarang diri nya berada di minimarket menunggu Andriana yang kata nya akan menjemput nya
"CK,lama bener mana ini hampir malam jika tau begini gue suruh rendian aja mana handphone lupa gue bawa lagi"ujar liandra diri nya memang keluar dengan berjalan kaki karna minimarket yang dia datangi tidak jauh dengan masion nya
"gue pulang dengan jalan kaki aja deh lagi"ujar nya lalu berjalan untuk pulang tapi di belakang nya ada seseorang yang dari tadi mengikuti nya tanpa liandra sadari
puk
suara pukulan balok kayu di kepala liandra yang membuat diri nya langsung pingsan
"maaf liandra gue terpaksa lakukan ini Karna hanya dengan cara ini gue bisa minta maaf dengan Lo"gumam orang itu lalu menyuruh anak buah nya mengakat tubuh liandra ke dalam mobil dan langsung pergi ke sebuah gudang
sedang kan di sisi lain Andriana baru sampai ke minimarket yang liandra kasih tau tadi tapi diri nya tidak melihat liandra ada di sana
"kata nya tadi di minimarket dekat masion tapi kok tidak ada"ujar Andriana yang sudah melihat liandra di dalam minimarket tapi tidak ada liandra
"coba gue telpon mama aja siapa tau liandra sudah pulang karna kelamaan nunggu"gumam Andriana lalu menghubungi mama Amira
"halo ma, liandra sudah pulang"tanya andriana langsung the points
"belum,kata nya nunggu kamu"Jawan mama Amira di seberang sana
"oh, makasih ya mama info nya"ucap andriana lalu mematikan sambungan sepihak karna takut mama Amira tanya liandra
"kenapa perasaan gue gak enak ya"gumam nya lalu kembali menghubungi alixsa
"halo kak, liandra ada di sana"tanya Andriana
"tidak, emang kenapa"tanya kak Alixsa di seberang sana
"aduh,kak gawat ini"ucap andriana
"kamu kenapa sih, jangan buat kakak khawatir"ujar alixsa di seberang sana
"liandra Kak"ucap andriana
"liandra kenapa"tanya alixsa di sana diri nya langsung khawatir takut liandra terjadi kenapa Napa
__ADS_1
"liandra hilang"beritahu Andriana
"hilang kemana"tanya alixsa sedikit berteriak hingga terdengar oleh bunda Dian dan tuan Ferguson