
"dasar pria lemah"ucap Alex saat telah menembak senjata yang terbaru yang di rakit oleh Indra sekali tembak langsung mati orang yang di tujukan tanpa suara dan itu juga berbisa sungguh Indra luar biasa
"ayo kita masuk"ajak Alex pada anggota inti mereka langsung masuk ke dalam tapi belum sampai di depan pintu mereka sudah mendengar tawa dari dalam itu membuat Alex semakin marah
"ini orang yang ancam Lo"tanya mereka yang di dalam pada teman nya
"Dion...Dion....kenapa Lo jadi lemah kalah sama cewek"ucap mereka lagi sedangkan yang lain ketawa
"hhaahhaa...haa"tawa mereka semua membuat Dion kesal
"bacot kalian semua jika ini cewek tidak menarik rambut gue sudah pasti dia kalah"jelas Dion pada mereka
"ehh...gue dimana"gumam Liandra yang baru sadar dari pingsan nya ya mereka membius liandra secara diam-diam jika tidak mana mungkin liandra tidak bisa lawan mereka
"Lo sudah sadar"tanya Dion dengan wajah di buat segarang mungkin di hadapan liandra
"lepasin gue brengsek Lo semua"teriak liandra menggema di ruang itu membuat Alex yang di depan pintu ingin langsung masuk dan menghajar pengecut itu semua tapi di tahan oleh Bima
"tunggu sebentar lagi"ujar Bima pada Alex dan sahabat nya yang lain
"lepasin Lo, jangan harap"teriak Dion di hadapan liandra bukan nya takut liandra malah ketawa terbahak-bahak dan begitu nyaring
"hahahaha.....banci Lo semua main dari belakang orang sama perempuan lagi"ejek liandra membuat Dion marah dan langsung menampar liandra dengan cukup kuat hingga membuat sudut bibir liandra berdarah dan pipi nya sedikit keluar darah karna tamparan Dion cukup kuat seperti nya seluruh tenaga nya dia keluar kan untuk menampar liandra
plak..plak..
__ADS_1
suara tamparan itu jelas terdengar di telinga Alex membuat nya langsung menendang pintu markas Dion di ikuti anggota inti di belakang,Alex langsung menghajar Dion tanpa ampun saat anggota Dion ingin membantu nya mereka malah di hadang oleh anggota inti Sandre
"mau kemana kalian hah"tanya Bastian saat melihat anggota Dion ingin mengambil liandra
"kalian semua telah memulai perang duluan"teriak Alex tempat pada wajah Dion yang sudah babak belur
"apa yang geng kami lakukan hingga kalian menyerang kami hah"tanya Dion dengan nada lemas siapa sih yang gak lemas di pukul tanpa ampun oleh Alex Dion tau bahwa tidak ada yang bisa kalahkan geng Sandre sebab itu mereka tidak mau mencari gara-gara dengan geng itu tapi sekarang apa yang mereka lakukan hingga geng Sandre menyerang mereka
"Lo tanya apa yang Lo lakuin hingga kami menyerang kalian semua"bukan Alex yang menjawab tapi Indra yang sudah duduk dengan santai di sofa sambil melempar senjata nya ke lawan dengan sekali lempar
"hy Lo gak papa sorry gue telat datang"ujar Alex yang melepaskan ikatan di tangan liandra dan kaki nya liandra langsung memeluk Alex dia merasa pusing entah kenapa apa sebab tamparan Dion tadi
"sorry gue telat"ujar Alex lagi dan langsung mengendong liandra lalu membawa keluar dari sana sebelum itu dirinya menyuruh anggota nya untuk menghancurkan markas ini berkeping-keping tanpa ada yang tersisa kecuali Dion Alex ingin Dion di bawa ke markas besar diri nya ingin bermain-main dulu dengan anak itu
"hancur kan semua nya tanpa ada sisa kecuali Dion bawa dia ke markas besar"suruh Alex lalu berjalan pergi menuju motor nya dengan liandra yang dia bawa ala bridal style sungguh Alex sangat khawatir dengan keadaan gadis ini sekarang melihat darah yang keluar dari sudut bibir liandra
anak buah nya langsung membuka pintu untuk Alex membawa masuk liandra di tempat lalu diri nya berjalan ke arah tempat pengemudi dia ingin membawa liandra sendiri tidak perlu ada anak buah nya yang masuk ke dalam mobil
"kalian ikuti kami di belakang pakai motor"perintah Alex pada anak buah nya lalu dia masuk ke dalam mobil dan melaju pergi anak buah Alex mengikuti dari belakang seperti perintah sang ketua
di sisi anggota inti mereka sedang menghajar habis-habisan anggota inti geng handle saat anggota lain geng handle ingin menyerang mereka anggota Sandre langsung keluar dari persembunyian tadi dan ikut menghajar anggota handle
"apa yang kami perbuat hingga kalian menyerang kami "tanya Dion yang sudah habis tenaga melawan Bastian yang sudah seperti binatang buas ingin memakan mangsa nya
"Lo sudah berani culik Bu bos kami"jawab Bastian yang masih menghajar membabi-buta Dion dan anggota lain nya
__ADS_1
"CK lemah banget sih Lo pada,kalian bukan lawan kami tapi karna kalian sudah menculik Bu bos kami ya udah terpaksa langsung kami habisin tanpa sisa"ujar Bima yang masih menghajar mereka semua
"ternyata ada guna nya kalian semua bisa jadi percobaan senjata baru gue,ternyata cukup bagus ya"ucap Indra pada anggota geng handle diri nya sedang mencoba berbagai senjata baru yang baru saja selesai di buat rencana nya ini untuk membunuh tuan Juna tapi mereka mati dengan penyiksaan dulu jadi dia ingin menyimpan nya kalau ada musuh baru di keluarkan tapi musuh langsung keluar padahal baru selesa satu di markas besar tadi malah bertambah sungguh hari ini sangat menyenangkan bagi semua anggota geng Sandre
"bawa Dion ke markas besar"ujar Bastian pada anggota geng Sandre lain nya
"apa sudah selesa semuanya"tanya Bima pada anggota yang menanam boh di sekitar markas Dion
"semua nya sudah siap"jawab anggota geng Sandre
"bagus tekan tombol nya dan Kalian semua langsung keluar semua nya"ujar Bima mereka pun keluar dari markas itu yang hampir meledak
satu
dua
tiga
hitung bindra dan Bima bersamaan markas geng handle hancur berkeping-keping tanpa ada yang tertinggal rata semua dengan tanah orang-orang di dalam juga sama
"wow Indar ternyata bom yang Lo rakit luar biasa"puji Bastian pada Indra
"gue emang luar biasa"PD Indra membuat Bima dan Bastian kesal sungguh ini manusia tidak bisa di puji sedikit pun pikir mereka
"huek..Hoek.."pura-pura Bima muntah karna mendengar ucapan Indra tadi sedangkan Bastian langsung membuat Indra menciut sekali ucap
__ADS_1
"jangan terlalu PD nanti jatuh ke lumpur"ujar bastian lalu naik motor nya dan pergi
"cabut ke markas biasa semuanya pak ketu melarang kita balik ke markas besar Dion urusan Andra karna dia ada di sana"beritahu Bastian pada anggota Sandre lalu mereka semua menjalan kan motor nya ke markas biasa untuk istirahat sungguh capek bertarung tadi tapi senang luar biasa nya