
"liandra gak salah dengar kan ma"tanya liandra ulang berharap apa yang mama nya kata kan itu tidak benar
"nanti malam kita ketemu sama keluarga mereka"beritahu mama Amira tanpa peduli pada pertanyaan liandra
"liandra gak mau"tolak liandra mentah-mentah
"kamu harus mau"ucap tuan andel yang baru keluar dari ruang kerja nya
"pa, liandra punya Alex"ucap liandra diri nya sungguh tidak mengerti dengan orang tua nya bukan kah kemarin mereka senang Alex berhubungan dengan nya sekarang kenapa malah begini
"papa gak mau tau"ucap tuan andel
"ma suruh azelia temani liandra pilih baju yang bagus untuk nanti malam"suruh tuan andel lalu dirinya langsung masuk ke dalam kamar
"ma bukan kah mama tau kalau liandra"ucapan nya langsung di potong oleh mama Amira
"lakukan apa yang papa kamu suruh sayang"ujar mama Amira
liandra tidak bisa-bisa berkata-kata lagi diri sungguh kecewa dengan keadaan sekarang
"laki-laki yang mama dan papa jodoh kan dengan kamu juga tidak kalah ganteng dengan Alex"beritahu mama Amira
liandra tidak menjawab lagi diri nya langsung berlari ke dalam kamar dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
"aaaaaaaaaaa"teriak liandra dalam kamar berharap ini semua hanyalah mimpi saja
"kenapa saat gue baru merasakan bahagia semua jadi begini kenapa tuhan"teriak nya lagi Untung kamar nya pedap suara
"gue benci hidup ini"gumam nya lagi Tubuh nya langsung luruh ke lantai dengan air mata yang terus mengalir
"semua bakal ninggalin gue Alex, abang-abang yang gue sayang bakal pergi dan sekarang gue bakal di jodoh kan dengan orang yang bahkan gak gue kenal"liandra melepaskan semua rasa kecewanya dengan memukul-mukul dada nya
buk
buk
"sakit tuhan kalau hanya sebentar kenapa harus ketemu"lirih nya
"Kak kami tidak akan pernah ninggalin kakak"ucap azelia dan rendian entah kapan mereka sudah ada di dalam kamar liandra yang pasti sebelum liandra masuk
"jangan seperti ini kak"ucap rendian lalu mereka memeluk tubuh sang kakak yang terasa lemah
"semua pergi bahkan Andriana juga"lirih nya di dalam pelukan hangat kedua adek nya
"kami tidak akan pergi"ucap Rendian sedang kan azelia sudah ikut menangis dirinya sungguh tidak bisa melihat sang kakak menangis tidak pernah mereka lihat liandra serapuh ini
"kalau begitu bilang sama mama dan papa kakak tidak mau di jodoh kan kakak masih punya Alex"suruh liandra
__ADS_1
"nanti malam kakak bisa mengambil keputusan sekarang kakak istirahat dulu Badan kakak sudah lemas"suruh azelia
"kakak baik-baik saja"ucap liandra
"kak jangan keras kepala begini ingat kakak lagi sakit"ucap Rendian
"sakit kakak sakit apa"tanya azelia
rendian yang menyadari bahwa dirinya sudah keceplosan langsung memukul mulut nya liandra hanya terkekeh saja melihat kelakuan kedua adek nya liandra selalu bersyukur memiliki kedua adek yang sangat menyayangi nya
"kakak cuman kecapean saja azelia bisa ambil air sebentara"suruh liandra
"baik bos"ucap azelia sebari memberi hormat pada liandra
saat azelia sudah keluar dari kamar liandra langsung menatap rendian
"kak sampai kapan kakak sembunyikan semua ini"tanya rendian lebih dulu
"kakak capek tidak ada lagi alasan untuk kakak pergi"bukan nya menjawab pertanyaan rendian liandra malah melantur tidak jelas membuat rendian kesal
"apa keluarga kita tidak kakak anggap"tanah rendian
"mama sama ayah tidak sayang lagi sama kakak"ucap liandra dengan tatapan kosong nya
"Kak apa yang kakak katakan tidak benar"bantah rendian yang tidak setuju dengan ucapan Liandra
"kak lihat aku "suruh rendian
liandra menatap rendian saat hendak mengatakan sesuatu azelia masuk
"ini kak mama juga kasih obat"beri azelia
"minum dulu"suruh rendian
liandra langsung meminum nya tanpa bantahan
"sekarang tidur"suruh rendian seperti terhipnotis dengan tatapan rendian liandra hanya menurut lalu memejamkan mata nya di temenin oleh rendian dan azelia di samping
*****
"Lex cukup"suruh Andra dari tadi mereka melihat Alex memukul tempat latihan tidak ada yang berani menyuruh nga berhenti seperti nya sang ketua mereka lagi ada masalah
"arhhhj"teriak Alex melampiaskan semua emosi nya
"cerita"suruh Andra Hanya satu kata tapi berat bagi mereka semua untuk ucapkan kecuali Andra yang memang sudah tau seperti apa sikap Alex
"liandra minta selesai kan semua nya"jelas Alex dengan wajah lesu nya
__ADS_1
"kenapa jadi begini"teriak Bima yang tidak sengaja mendengar ucapan Alex
"dia bilang kalau takdir kita pasti akan bersatu lagi"ucap Alex
"bos handphone Lo bunyi "beritahu Bastian
"bokap Lo yang telpon"lanjut nya lagi
"angkat"suruh Alex
Bastian langsung mengakat panggilan dari tuan Ferguson
"kata nya nanti malam kita semua di suruh ke masion utama Ferguson"beritahu Bastian
"ada apa lagi sekarang"tanya Indra yang dari tadi hanya menyimak
"kata nya penting"ucap Bastian
buhg
bugh
Alex kembali meninju tempat itu saat hendak meninju nya lagi Andra langsung mencegah nya dengan memengang tangan Alex
"kita pergi sekarang"suruh Andra
"tidak penting"ucap Alex
"ini penting bahkan sangat penting"ucap Andra
"kalau Lo ingin gue pulang sekarang lawan gue dulu"suruh Alex
Andra langsung setuju lalu terjadi lah perkelahian antar ketua dan wakil gang Sandre semua anggota tidak ada yang berani ikut campur mereka tau saat ini sangat ketua lagi emosi
bugh
bugh
pukulan demi pukulan mereka beri kan satu sama lain Hingga Bastian,Indra dan bima memisahkan mereka walau Awal nya agak kesusahan
"cukup ingat kita sahabat bukan musuh"ucap Indra mencoba menenangkan pikiran Alex
"sekarang ayo"ajak Andra
Alex hanya mengikuti saja sebelum itu diri nya memerintah anggota nya juga datang untuk malam
"jangan ada yang tidak hadir"ujar nya
__ADS_1
lalu mereka pergi menuju masion Ferguson dengan pikiran masing-masing memikirkan liandra takut gadis itu Kenapa-kenapa atau kecewa mendengar Mereka bakalan pergi tidak tau saja jika liandra sudah tau semua nya