
setelah sampai di halaman rumah sanjaya, ana melirik ke arah alex, karena alex hanya diam menatap lurus ana turun dan mengucapakan terima kasih
" terima kasih lex " kata ana tersenyum tanpa di balas oleh alex dan langsung pergi meninggalkan rumah sanjaya tersebut
di kediaman Louis
alex yang baru saja sampai di rumah nya, langsung masuk ke kamar berhubung orang tua nya berada di Inggris untuk mengurus perusahaan nya
" kenapa na? kenapa? kau tahu aku sangat mencintai mu, tapi kenapa? " batin alex menangis.
berbeda dengan ana yang lagi menulis diary miliknya sambil menangis
*dear alex
__ADS_1
aku sadar abahwa aku egois, aku mencintai mu lex, sangat dan sangat mencintai mu. kita lalui semua hari hari dengan canda tawa, perdebatan, dan masih banyak lagi.
aku ingin memiliki mu dan memeluk mu layak nya kekasih yang tak akan saling meninggalkan, tetapi berdiri di tengah pilihan antara sahabat dan cinta aku bingung harus memilih siapa. sehingga aku putuskan untuk memilih sahabat ku terkhus nya vany.
kau tahu lex, vany, ririn, dan hana adalah sahabat ku tapi kami telah berjanji akan selalu bersama sampai vani mendapat yang dia cintai. andai kau mengerti lex yang aku rasakan saat ini lex aku hati ku hancur dan rapuh. asal kau tahu lex vany adalah sahabat kami semua yang kami sayangi, dia memang memiliki harta yang dapat memnuhui kebutuhannya tapi dibalik itu semua dia sudah hancur, sewaktu dia kecil ayah nya selingkuh di depan matanya dan ketahuan oleh ibunya sehingga ibunya syok dan akhirnya meninggal. setelah ibunya meninggal ayah nya menikah lagi tapi dia tidak pernah di pedulikan, ayah ya sering pergi ke luar negeri bersama ibu dan kakak tirinya. dia sudah rapuh meskipun dia namapk kuat di luar tapi dia rapuh di dalam, hanya kami yang selalu ada mendukung nya, dan jika aku memilih bersama mu aku takut vany akan pergi karena dia berpikir aku tidak sayang lagi sama nya... maaf kan aku lex
aku mencintai mu
from : antasya*
flashback off
" hiks hiks hiks " isakan dari ketiga sahabat ya yang mendengar cerita dari ana, berbeda dengan ana yang menahan air mata untuk jatuh tapi kalah air matanya sudah jatuh dan menetes ke atas meja
__ADS_1
" maaf in gue ya na, gara gara gue loe jadi kek gini hiks hiks " kata b]vany di sela isakan nya
" ga papa kok van, mungkin jika kalian di posisi ku kalian akan melakuka hal yang sama, kalian adalah teman seperjuangan ku van,ri dan hana aku ga mungkin membiarkan kamu merasakan untuk ke tiga kali nya rasa kehilangan van " jawab ana memaksakan senyuman nya
" hiks hiks iya van, kami sayang sama lo, meskipun lo selalu berasa tegar " ririn yang buka suara kala itu
" hiks hiks gue sayang sama kalian semua " kata hana memeluk sahabat nya itu
" iya kita akan selalu saling mendukung " balas mereka bertiga dan berpelukan
" udah dong kok pada mewek aja " celutuk ana menyudahi kesedihan mereka
" iya juga ya hahahaah, kalo cici kian disini dia pasti dah ke toilet bagusi make up ya " celutuk ririn mencoba tertawa
__ADS_1
" iya juga ya hahahaa " akhirnya mereka pun ketawa meskipun ada rasa prihatin di hati mereka