My Husband My Love

My Husband My Love
3. perdebatan


__ADS_3

sontak, keempat gadis itu melihat sumber suara


" rio " panggil mereka dengan terkejut


" iya gue siapa lagi, heran gue lihat kalian, teman sekelas pun digosipin hedeh " dengan menampilkan muka yang membuat siapa pun yang melihat nya akan muntah


" loe kok bisa disini? " tanya ana heran, karena dia tidak melihat rio tadinya


" iya ya lah, gue juga sekelas dengan kalian, malahan gue itu semeja dengan vany, ya kan vany sayang " dengan tidak tahu malu rio mengedipkan sebelah matanya dengan menggoda


" ya ya lo semeja dengan gue, puas lo " dengan rada kesal vany menjawab dengan ketus


" ya dan gue adalah wakil ketua kelas, sedangkan ketua nya alex semeja lo itu, sekretaris rara " jelas rio yang membuat mereka tidak percaya dengan rio apalagi ana


" ha? lo wakil ketua kelas? ga salah gue masa iya rio yang selalu terlambat dan tidur di kelas kalo ga bermain game menjadi wakil ketua? aduh bisa hancur kelas kita ya ga? " dengan mantap ana mengolok olok keburukan rio


" aduh na, lo jahat banget sih ga usah buka kartu gue dong " keluh rio membuat mereka jijik

__ADS_1


" cepat masuk, kelas akan di mulai " dengan tegas alex mengatakannya dan langung pergi menuju kelas


sesampainya di kelas the four wanted langsung duduk di bangku masing masing dengan ana dan alex duduk di barisan nomor dua, sedangkan vany dan rio berada di belakang ana, dan ririn serta hana semeja dan duduk di samping meja vany dan rio


" berhubung bu guru sejarah kita berhalangan oleh karena itu kita belajar mandiri " jelas alex yang baru saja datang dari ruang kantor guru


" ya elah lo ketua tapi nyebelin amat sih, kalo gurunya ga datang mendingan kita ke kantin, makan seperti pepatah perut kenyang hati pun senang " teriak ana tanpa malu yang didukung oleh semua teman teman nya termasuk wakil ketu kelas nya


" iya benar tu na, kapan lagi kita bisa kek ginian kan, " dukung faldri semangat 45


" iya ketua, adek lapar kalo adek ga makan, nanti adek bisa pingsan " celutuk siswi bernama cici yang hobby nya make up


" ya elah ci, sama abang rehan yok, yakin deh jika sama abang adek ga bakalan lapar " goda rehan yang membuat kelas semakin ricuh dan ribut


" ayo guys " dengan lantang ana berdiri dari kursi nya dan diikuti sahabat nya menuju kantin


" aw " ringis ana seketika membuat kelas tambah gaduh, yang ternyata tangan ana dicekal oleh alex dengan muka geram akan tingkah ana

__ADS_1


" aduh deh ana, kalo mau enak enak an jangan disini adek masih polos " teriak rehan yang membuat kelas semakin ribut


" aduh dek, abang alex nya main paksa ya dek " teriak naldi yang bangun dari tidur nya


" hahhahhhah " serempak semua orang di dalam kelas ketawa mendengar pekataan yang di lontarkan naldi


" sial*n lo semua, ini tangan gue dicekal sama ketua gaje ini ni " dengan emosi ana menunjuk alex dengan jari nya


" diam " teriak alex seketika membuat semua bungkam


" kalian semua diam dan siapa yang keluar dari kelas ini akan saya hadapkan sama guru bk " ancam alex yang membuat mereka duduk dengan tenang mendengar guru bk, siapalagi kalo bukan pak pabud, guru bk yang sangat kejam.


pak pabud adalah nama ejekan siswa/i sma ini karena perut nya yang buncit


" eh lo kalo ga sor bilang kek dari tadi ga usah cekal tangan gue segala sakit tahu, dasar gila lo ya" hina ana tidak takut dengan ancaman alex


toh, gue dah biasa berhadapan sama pak pabud batin ana dengan santai

__ADS_1


" udah deh ana kita duduk aja ya, ga usah berdebat lagi deh na, lo ga lihat muka nya dah merah padam " bisik vani menarik tangan ana


huh, baru kali ini ada yang berani ngelawan aku, kita lihat saja nanti i'm the winner batin alex sombong


__ADS_2